BUMI
1. Bumi saat ini "sakit" karena ulah manusia; kemampuan manusia menghancurkannya telah melampaui kemampuan bumi memulihkan diri.
2. Surat Al-Mulk ayat 15: "Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan."
3. Menurut Syekh Wahbah Az-Zuhaili (Tafsirul Munir):
- Bumi beserta isinya adalah anugerah Allah.
- Bumi adalah tempat hidup sekaligus ladang ujian.
- Manusia wajib menggunakan bumi untuk kebaikan dan menjauhi keburukan.
- Bumi menunjukkan kesempurnaan ciptaan Allah dengan stabil dan dilengkapi berbagai sarana yang memudahkan kehidupan.
4. Surat Al-Furqan ayat 2 menyatakan Allah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran yang tepat (taqdîran), yang mencerminkan keseimbangan dan harmoni.
5. Menurut Imam Qurthubi (Tafsir Jami' li Ahkami Al-Qur'an):
- Kata "dzalul" berarti bumi tunduk, patuh, dan mudah dikendalikan.
- Gunung sebagai pasak untuk menjaga stabilitas bumi.
- Bumi memungkinkan manusia bercocok tanam, menanam pepohonan, menggali sumur, dan membuka mata air/sungai.
6. Menurut Ibnu Asyur (Tafsir At-Tahrir wat Tanwir):
- Penciptaan bumi adalah dalil kuat atas kekuasaan dan ilmu Allah.
- Bumi sebagai sarana berkah dan kemudahan bagi manusia.
- Penciptaan bumi adalah bukti yang lebih kuat daripada penciptaan manusia sendiri.
7. Segala aktivitas manusia di bumi harus berorientasi pada kebaikan dan kemaslahatan, karena akhirnya akan kembali kepada Allah untuk dihitung amalnya
ENGLISH
EARTH
1. The Earth is currently "sick" due to human actions; humanity's ability to destroy it has exceeded the Earth's ability to recover itself.
2. Surah Al-Mulk Verse 15: "It is He who has made the earth manageable for you, so traverse through its regions and eat from its provisions. And to Him will be your resurrection."
3. According to Sheikh Wahbah Az-Zuhaili (Tafsirul Munir):
- The Earth and all that is in it are a blessing from Allah.
- The Earth is a place to live and at the same time a field of trial.
- Humans are obligated to use the Earth for good and avoid evil.
- The Earth demonstrates the perfection of Allah’s creation, being stable and equipped with various means that facilitate life.
4. Surah Al-Furqan Verse 2 states that Allah has created all things with precise measure (taqdîran), which reflects balance and harmony.
5. According to Imam Qurthubi (Tafsir Jami' li Ahkami Al-Qur'an):
- The word "dzalul" means the Earth is submissive, obedient, and easy to manage.
- Mountains serve as pegs to maintain the Earth’s stability.
- The Earth enables humans to farm, plant trees, dig wells, and open springs/rivers.
6. According to Ibn Ashur (Tafsir At-Tahrir wat Tanwir):
- The creation of the Earth is strong evidence of Allah’s power and knowledge.
- The Earth is a means of blessing and ease for humanity.
- The creation of the Earth is stronger evidence than the creation of humans themselves.
7. All human activities on Earth must be oriented towards good and welfare, as humans will eventually return to Allah to be held accountable for their deeds
DALIL
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ ١٥
Artinya; "Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan"
Meaning: "It is He who has made the earth manageable for you; so traverse through its regions and eat from its provisions. And to Him will be your resurrection (after being brought back to life)"
إن الأرض وما فيها من خيرات ومنافع وكنوز مسخرة للإنسان هي من نعمة الله وفضله، وهي حقل التجارب، ومرصد السلوك الإنساني
Artinya; "Sesungguhnya bumi beserta segala isinya, termasuk kebaikan, manfaat, dan harta terpendam, yang diperuntukkan bagi manusia, adalah bagian dari nikmat dan karunia Allah. Bumi ini juga merupakan ladang ujian dan tempat pengamatan perilaku manusia. (Tafsirul Munir, [Beirut: Darul Fikr, 1991 M], Jilid XIX, hlm. 24)
Meaning: "Indeed, the earth and all that is in it including goodness, benefits, and hidden treasures which are destined for humankind, are part of Allah’s favor and grace. This earth is also a field of trial and a place for observing human behavior" (Tafsirul Munir, [Beirut: Darul Fikr, 1991 CE], Volume XIX, p. 24)
ࣙالَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرًا ٢
Artinya; "(Yaitu Zat) yang milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, (Dia) tidak mempunyai anak, dan tidak ada satu sekutu pun dalam kekuasaan(-Nya). Dia telah menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat"
Meaning: "(It is He/Allah) to whom belongs the dominion of the heavens and the earth. He has no offspring, and there is no partner to Him in dominion. He has created all things and then ordained precise measures for them"
ويكون المصير والمرجع إليه بعد البعث من القبور للحساب والجزاء، فما على الناس إلا استعمال الأرض في الخير، والبعد عن الشر والمنكرات والكفر والمعاصي
Artinya, "Dan kepada-Nya lah tempat kembali setelah dibangkitkan dari kubur untuk perhitungan dan pembalasan. Maka kewajiban manusia adalah menggunakan bumi untuk kebaikan, menjauhi kejahatan, kemungkaran, kekufuran, dan kemaksiatan." (hlm. 24)
Meaning: "And to Him (allah) is the return after being resurrected from the graves for reckoning and recompense. Thus, humanity’s obligation is to use the earth for good, and to avoid evil, immorality, disbelief, and sin." (p. 24)
وَّالْجِبَالَ اَوْتَادًاۖ
Artinya, "dan gunung-gunung sebagai pasak?"
Meaning: "and the mountains as pegs?"
قوله تعالى : هو الذي جعل لكم الأرض ذلولا أي سهلة تستقرون عليها. والذلول المنقاد الذي يذل لك والمصدر الذل وهو اللين والانقياد. أي لم يجعل الأرض بحيث يمتنع المشي فيها بالحزونة والغلظة. وقيل: أي ثبتها بالجبال لئلا تزول بأهلها; ولو كانت تتكفأ متمائلة لما كانت منقادة لنا. وقيل: أشار إلى التمكن من الزرع والغرس وشق العيون والأنهار وحفر الآبار
Artinya, Firman Allah Ta'ala: "Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan" Maksudnya, bumi dijadikan mudah dan stabil untuk kalian tinggal di atasnya. Kata "ذلول" (dzalul) berarti tunduk, yakni sesuatu yang patuh dan mudah dikendalikan. Kata dasarnya adalah "الذل" (adz-dzul) yang berarti kelembutan dan kepatuhan. Artinya, Allah tidak menjadikan bumi dengan kondisi yang sulit untuk dilalui karena terlalu keras atau kasar
Meaning: "The saying of Allah the Almighty: 'It is He who has made the earth manageable for you' this means the earth has been made easy and stable for you to dwell upon. The word 'ذلول' (dzalul) means submissive, i.e., something obedient and easy to manage. Its root word is 'الذل' (adz-dzul), which means gentleness and obedience. In other words, Allah did not create the earth in a condition that is difficult to traverse due to being too hard or rough"
۞ مِنْهَا خَلَقْنٰكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً اُخْرٰى
Artinya; “Dari bumi (tanah) Kami ciptakan kamu” (QS. Thaha: 55)
Meaning: "From the earth (soil) i (allah) created you" (QS. Thahaa: 55)
اسْتِئْنَافٌ فِيهِ عَوْدٌ إِلَى الْاسْتِدْلَالِ، وَإِدْمَاجٌ لِلْامْتِنَانِ، فَإِنَّ خَلْقَ الْأَرْضِ الَّتِي تَحْوِي النَّاسَ عَلَى وَجْهِهَا أَدَلُّ عَلَى قُدْرَةِ اللَّهِ تَعَالَى وَعَلِمِهِ مِنْ خَلْقِ الْإِنْسَانِ إِذْ مَا الْإِنْسَانُ إِلَّا جُزْءٌ مِنَ الْأَرْضِ أَوْ كَجُزْءٍ مِنْهَا قَالَ تَعَالَى: مِنْها خَلَقْناكُمْ [طه: ٥٥] ، فَلَمَّا ضَرَبَ لَهُمْ بِخَلْقِ أَنْفُسِهِمْ دَلِيلًا عَلَى عِلْمِهِ الدَّالِّ عَلَى وَحْدَانِيَّتِهِ شَفَعَهُ بِدَلِيلِ خَلْقِ الْأَرْضِ الَّتِي هُمْ عَلَيْهَا، مَعَ الْمِنَّةِ بِأَنَّهُ خَلَقَهَا هَيِّنَةً لَهُمْ صَالِحَةً لِلسَّيْرِ فِيهَا مُخْرِجَةً لِأَرْزَاقِهِمْ، وَذَيَّلَ ذَلِكَ بِأَنَّ النُّشُورَ مِنْهَا وَأَنَّ النُّشُورَ إِلَيْهِ لَا إِلَى غَيْرِهِ.
Artinya; "Ini adalah permulaan yang mengarah kembali kepada argumen-argumen pembuktian, sekaligus menyisipkan rasa syukur. Sesungguhnya penciptaan bumi yang menjadi tempat tinggal manusia di permukaannya adalah bukti yang lebih kuat atas kekuasaan dan ilmu Allah Ta’ala dibandingkan dengan penciptaan manusia itu sendiri. Sebab, manusia hanyalah sebagian kecil dari bumi atau seperti bagian darinya. Allah Ta’ala berfirman: “Darinya (tanah) itulah Kami menciptakanmu,” (QS. Thaha: 55). Maka, setelah Allah menggunakan penciptaan diri manusia sebagai dalil atas ilmu-Nya yang menunjukkan keesaan-Nya, Allah melengkapinya dengan dalil berupa penciptaan bumi yang menjadi tempat tinggal mereka, sekaligus dengan menyebutkan nikmat bahwa Dia menciptakan bumi itu mudah bagi mereka, layak untuk mereka berjalan di atasnya, dan mampu mengeluarkan rezeki mereka darinya. Allah menutup hal ini dengan penjelasan bahwa kebangkitan (pada hari kiamat) berasal dari bumi dan bahwa kebangkitan itu hanya menuju kepada-Nya, bukan kepada yang lain." (Tafsir At-Tahrir Wat Tanwir, [Tunisia, Darul Tunusiyah, 1984], Jilid XIX, hlm, 31)
Meaning: "This is an opening that returns to the arguments of proof, while also incorporating a sense of gratitude. Indeed, the creation of the earth which serves as humanity’s dwelling place on its surface is stronger evidence of Allah the Almighty’s power and knowledge than the creation of humans themselves. For humankind is only a small part of the earth, or like a part of it. Allah the Almighty says: 'From it (the soil) We created you,' (QS. Thahaa: 55). Thus, after Allah used the creation of humans themselves as evidence of His knowledge which points to His Oneness He complemented it with evidence in the form of the creation of the earth where they dwell, while also mentioning the blessing that He created the earth to be easy for them, suitable for walking upon, and capable of producing their sustenance from it. Allah concludes this by explaining that resurrection (on the Day of Judgment) originates from the earth and that this resurrection is only towards Him, not to anyone else." (Tafsir At-Tahrir Wat Tanwir, [Tunisia, Darul Tunusiyah, 1984], Volume XIX, p. 31)