PEREMPUAN PERGI
1. Permasalahan: Banyak perempuan saat ini melakukan perjalanan untuk studi, ibadah, atau pekerjaan, sehingga muncul pertanyaan tentang hukum bepergian tanpa mahram dalam Islam.
2. Hadits yang menyatakan larangan:
- Dari Ibnu Umar: Nabi SAW bersabda "Janganlah seorang perempuan bepergian selama tiga hari kecuali bersama mahramnya" (HR Bukhari dan Muslim).
- Dari Abu Hurairah: Nabi SAW bersabda "Janganlah seorang perempuan bepergian sejauh perjalanan sehari semalam kecuali bersama dengan mahramnya" (HR Tirmidzi).
- Imam Ibnu Hajar menyatakan riwayat tersebut mencakup semua jenis perjalanan, sedangkan Imam Al-Mubarakfuri menetapkannya sebagai makruh tahrim.
3. Hadits yang menyatakan kebolehan:
- Umar bin Khatthab memperkenankan istri-istri Nabi SAW pergi haji tanpa mahram, ditemani Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf (HR Muslim).
- Kisah perempuan dari Hirah yang berhaji sendirian dari Hirah ke Makkah (lebih dari 1.500 km) dengan aman, diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari.
4. Pandangan ulama dan fatwa:
- Beberapa ulama menyatakan alasan larangan adalah keamanan dan menghindari fitnah, bukan hanya karena tiada mahram.
- Imam An-Nawawi menyebutkan perempuan boleh bepergian tanpa mahram untuk haji/umrah atau untuk pergi dari daerah yang zalim.
- Fatwa Darul Ifta’ Al-Mishriyyah menyatakan perempuan boleh bepergian untuk menuntut ilmu tanpa mahram, asalkan ditemani rekan terpercaya, aman, dan mendapat izin suami atau wali.
5. Pertimbangan lain: Larangan tidak hanya soal halal haram, tapi juga perlu ditinjau dari adat atau sosial masyarakat. Saat ini, keamanan dan perlindungan menjadi pertimbangan utama untuk memberi ruang perempuan di ranah publik
ENGLISH
WOMEN TRAVELING
1. Issue: Currently, many women travel for education, worship, or work, leading to questions about the ruling on traveling without a mahram in Islam.
2. Hadiths stating prohibition:
- From Ibn Umar: The Prophet Muhammad SAW said, "A woman should not travel for three days except with a mahram" (Narrated by Bukhari and Muslim).
- From Abu Hurairah: The Prophet Muhammad SAW said, "A woman who believes in Allah and the Last Day should not travel a journey of one day and one night except with a mahram" (Narrated by Tirmidzi).
- Imam Ibn Hajar stated that the narration covers all types of travel, while Imam Al-Mubarakfuri determined it to be makruh tahrim (a reprehensible act close to being forbidden).
3. Hadiths stating permissibility:
- Umar bin Khattab permitted the wives of the Prophet Muhammad SAW to perform Hajj without a mahram, accompanied by Uthman bin Affan and Abdurrahman bin Auf (Narrated by Muslim).
- The story of a woman from Hirah who performed Hajj alone from Hirah to Makkah (more than 1,500 km) safely, narrated in Sahih Al-Bukhari.
4. Scholars' views and fatwa:
- Some scholars state that the reason for prohibition is safety and to avoid fitnah (temptation), not just the absence of a mahram.
- Imam An-Nawawi mentioned that women may travel without a mahram for Hajj/Umrah or to leave an oppressive region.
- A fatwa from Darul Ifta’ Al-Mishriyyah states that women may travel to pursue knowledge without a mahram, provided they are accompanied by trustworthy companions, the journey is safe, and they have permission from their husband or guardian.
5. Other considerations: The prohibition is not only about what is halal (permissible) or haram (forbidden), but also needs to be reviewed in the context of local customs and social norms. Currently, safety and protection are the main considerations for providing space for women in public life
DALIL
عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم قال: لاَ تُسَافِرِ المَرْأَةُ ثَلاَثًا إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ
Artinya: Dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW bersabda: Janganlah seorang perempuan bepergian selama tiga hari kecuali bersama mahramnya. (HR Bukhari dan Muslim)
Meaning: From Ibn Umar that the Prophet Muhammad SAW said: "A woman should not travel for three days except with a mahram." (Narrated by Bukhari and Muslim)
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا يَحل لامرأة تؤمن بالله واليوم الآخر أن تسافر مسيرة يوم وليلة إلا ومعها ذو مَحرم
Artinya: Dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seorang perempuan bepergian sejauh perjalanan sehari semalam kecuali bersama dengan mahramnya. (HR Tirmidzi)
Meaning: From Abu Hurairah that the Messenger of Allah SAW said: "A woman should not travel a journey of one day and one night except with a mahram." (Narrated by Tirmidzi)
بأن الرواية المطلقة شاملة لكل سفر، فينبغي الأخذ بـها وطرح ما عداها
Artinya: Riwayat (hadits tentang larangan perempuan bepergian tanpa mahram) itu bersifat mutlak mencakup semua jenis perjalanan. Maka harus mengambil hal itu, dengan membuang yang selain itu. (Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari, [Beirut, Darul Marifah], juz IV, halaman 76)
Meaning: The narration (the hadith concerning the prohibition of women traveling without a mahram) is absolute and covers all types of travel. Therefore, it must be upheld, setting aside anything contrary to it. (Ibn Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari, [Beirut, Darul Marifah], Volume IV, page 76)
أن عمر رضي الله عنه أذِن لأزواج النبي صلى الله عليه وسلم في آخر حجة حجَّها، فبعث معهنَّ عثمان وعبدالرحمن بن عوف
Artinya: Umar mengizinkan para istri Nabi SAW pergi haji pada haji yang terakhir dan mengutus Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. (HR Muslim)
Meaning: Umar permitted the wives of the Prophet SAW to perform Hajj on the final Hajj (he led), and he sent Uthman bin Affan and Abdurrahman bin Auf with them. (Narrated by Muslim)
والمختار للفتوى في شأن سفر المرأة لحضور منحة علمية من دون زوج أو محرم: هو جواز سفرها مع الرفقة المأمونة بشرط الأمان وموافقة الزوج أو الولي...
Artinya: Pendapat yang lebih dipilih dalam adalah bepergian demi untuk menuntut ilmu tanpa ditemani mahram atau suami adalah boleh, asalkan ditemani dengan rekan yang terpercaya, aman, serta diiringi dengan izin dari pihak suami atau walinya
Meaning: The preferred opinion in the fatwa regarding a woman traveling to pursue knowledge without being accompanied by a mahram or husband is that it is permissible, provided she is accompanied by trustworthy companions, the journey is safe, and she has the permission of her husband or guardian