Minggu, 22 Maret 2026

SANTRI TIDAK PULANG DAN ALASAN NYA

ilustration of imam ahmad

SANTRI TIDAK PULANG 
 
1. Banyak santri tidak mudik Lebaran
Alasan utamanya bisa karena tirakat, uzlah, atau hal lainnya.
2. Syair dinisbatkan kepada Imam Asy-Syafi'i
Mengajak untuk merantau dari tanah kelahiran guna mencari derajat yang mulia, karena dalam perjalanan terdapat lima keutamaan.
3. Empat keutamaan berpergian
- Mendapatkan nafkah hidup
- Menimba ilmu pengetahuan
- Memperoleh akhlak dan adab yang baik
- Menemukan teman atau sahabat yang mulia dan agung
4. Contoh dari Imam Ahmad bin Hanbal
Beliau keliling dunia sebanyak dua kali hingga berhasil menyusun kitab Musnad yang terdiri dari puluhan jilid.
5. Merantau kepada ulama sangat dianjurkan
Hal ini telah menjadi kebiasaan bagi para ulama dan orang-orang shaleh, serta kebaikannya sudah sangat dikenal dan tersebar luas di masyarakat

ENGLISH 

SANTRI DO NOT GO HOME
 
1. Many santri do not travel home for Eid al-Fitr
The main reasons may include tirakat (spiritual retreat), uzlah (seclusion for worship), or other matters.
2. A poem attributed to Imam Asy-Syafi'i
It encourages leaving one's hometown to seek noble status, as there are five virtues in traveling.
3. Four virtues of traveling
- Earning a livelihood
- Seeking knowledge
- Gaining good morals and etiquette
- Finding noble and great friends or companions
4. Example from Imam Ahmad bin Hanbal
He traveled around the world twice until he successfully compiled the book Musnad, which consists of dozens of volumes.
5. Traveling to meet scholars is highly recommended
This has become a practice among scholars and pious people, and its goodness is well-known and widely spread in society

DALIL

ومما عزي للشافعي:
تغرب عن الأوطان في طلب العلا # وسافر ففي الأسفار خمس 

"Merantaulah dari tanah kelahiran untuk mencari derajat luhur, Dan pergilah karena dalam Berpergian terdapat lima keutamaan"

"Leave your homeland to seek noble status, and go forth, for there are five virtues in traveling"

فوائد تفرج هم واكتساب معيشة # وعلم وآداب وصحبة ماجد

"Hilangnya susah, memperoleh kehidupan, mendapatkan ilmu, adab dan teman yang Agung"

"The removal of hardship, the attainment of livelihood, the acquisition of knowledge, good manners, and noble companions"

أَنَّ الْإِمَامَ أَحْمَدَ دَارَ الدُّنْيَا مَرَّتَيْنِ حَتَّى جَمَعَ الْمُسْنَدَ. وَلَمْ تَزَلْ الرِّحْلَةُ فِي الْعُلَمَاءِ مَطْلُوبَةً، وَهِيَ إلَى الْأَئِمَّةِ وَالْأَخْيَارِ مَنْسُوبَةٌ، وَحُسْنُ ذَلِكَ شَاعَ وَذَاعَ، وَمَلَأَ الْأَسْمَاعَ،

"Sesungguhnya imam Ahmad bin hanbal keliling dunia dua kali, sehingga beliau menyusun kitab musnadnya (puluhan jilid). Dan Tidak henti-hentinya seseorang dianjurkan berkelana kepada ulama. Dan hal itu dilakukan oleh para ulama dan orang-orang baik. dan kebaikan merantau sudah masyhur dan tersebar luas dan tidak asing dalam pendengaran"

"Indeed, Imam Ahmad bin Hanbal traveled around the world twice, thus compiling his book Musnad (consisting of dozens of volumes). Moreover, traveling to seek out scholars is continuously recommended. This practice is carried out by scholars and virtuous people, and the goodness of traveling has become famous and widely spread, familiar to all who hear of it"