MENERIMA NASIHAT
kali ini, kita akan mengulas sisi lainnya yang tak kalah penting, yaitu tentang bagaimana seharusnya kita bersikap dalam menerima nasihat untuk diri sendiri.
Memberikan nasihat kepada orang lain terasa jauh lebih mudah daripada menerimanya untuk diri sendiri. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ayyuhal Walad:
"Nasihat itu mudah diberikan, namun yang sulit adalah menerimanya. Karena bagi orang yang mengikuti hawa nafsu, nasihat terasa pahit di lidah dan perasaan."
Padahal, prinsip dalam mencari kebenaran menuntut kita untuk bersikap objektif. Kebenaran harus diterima dari siapa pun yang menyampaikannya, baik itu orang yang kita cintai maupun orang yang tidak kita sukai. Sebaliknya, kebatilan harus ditolak, siapapun pembawanya.
Hal ini sebagaimana sabda Ubay bin Ka'ab r.a. yang tercatat dalam Hilyah Al-Auliya:
"Terimalah kebenaran dari orang yang membawakannya kepadamu, walaupun ia orang yang jauh dan tidak disukai. Dan tolaklah kebatilan dari orang yang membawakannya, walaupun ia orang yang sangat dicintai dan dekat denganmu."
Oleh karena itu, kunci utama agar nasihat dapat bermanfaat adalah kelembutan hati. Jika hati sudah keras dan membatu, maka nasihat sekilat pun tidak akan mampu menembusnya. Sebagaimana syair yang sangat menyentuh hati:
"Jika hati telah keras, maka nasihat tidak akan berguna baginya. Bagaikan tanah yang terlalu gersang dan keras, air hujan pun tak lagi mampu menghidupinya."
Semoga Allah senantiasa melunakkan hati kita sehingga selalu terbuka untuk menerima kebenaran dan nasihat dari siapapun
ENGLISH
ACCEPTING ADVICE
This time, we will discuss another equally important aspect, which is how we should behave when receiving advice for ourselves.
Giving advice to others feels much easier than accepting it for ourselves. As stated by Imam Al-Ghazali in the book Ayyuhal Walad:
"Giving advice is easy, but what is difficult is accepting it. Because for those who follow their own desires, advice tastes bitter to the feelings."
However, the principle of seeking truth requires us to be objective. The truth must be accepted from whoever conveys it, whether they are someone we love or someone we dislike. Conversely, falsehood must be rejected, no matter who brings it.
This is as stated by Ubay bin Ka'ab (may Allah be pleased with him), recorded in Hilyah Al-Auliya:
"Accept the truth from whoever brings it to you, even if they are a stranger or unpleasant to you. And reject falsehood from whoever brings it, even if they are someone dearly loved and close to you."
Therefore, the main key to benefiting from advice is having a soft heart. If the heart becomes hard and stone-like, even the best advice will not be able to penetrate it. As the touching poem says:
"If the heart has hardened, advice will be of no benefit to it. Just like arid and hard soil, even rainwater can no longer bring it to life."
May Allah always soften our hearts so that we remain open to accepting the truth and advice from anyone
DALIL
النصيحة سهلة والمشكل قبولها لأنها في مذاق متبعي الهوى مُر
"Nasihat itu mudah, dan yang sulit ialah menerimanya , karena Nasihat dalam perasaan yang diikuti hawa nafsu itu pahit"
"Advice is easy to give, but what is difficult is accepting it, because advice tastes bitter to those who follow their own desires"
فقال له: اقبل الحق ممن جاءك به وإن كان بعيدا بغيضا واردد الباطل على من جاءك به وإن كان حبيبا قريبا
Ubay bin Ka'ab berkata kepada seorang laki-laki "Terimalah kebenaran dari orang yang datang kepada mu walaupun dia orang yang jauh dan yang tidak disukai, Dan Tinggalkanlah kebatilan dari orang yang datang padamu walaupun dia orang yang dicintai dan yang dekat"
Ubay bin Ka'ab said to a man: "Accept the truth from whoever brings it to you, even if they are distant and disliked. And reject falsehood from whoever brings it, even if they are beloved and close"
وَأَنْشَدَ ابْنُ عَائِشَةَ: [البحر البسيط]
إِذَا قَسَا الْقَلْبُ لَمْ تَنْفَعْهُ مَوْعِظَةٌ # كَالْأَرْضِ إِنْ سَبَخَتْ لَمْ يَحْيِهَا الْمَطَرُ
"Jika Hati telah Keras Maka mauidzoh tidak akan bermanfaat baginya, Sepertihalnya Tanah gersang yang tidak mendapatkan manfaat dari air hujan (Ibnu Abdul bar jami' bayan Al-ilmi wa fadhlihi 1/700)"
"If the heart has hardened, then advice (mau'izah) will be of no benefit to it. Just like arid land that gains no benefit from rainwater."
(Ibn Abdul Barr, Jami' Bayan Al-'Ilmi wa Fadhlihi 1/700)