MENGAPA MANUSIA CENDERUNG MALAS?
Sifat malas yang ada pada diri manusia sesungguhnya adalah hal yang wajar. Hal ini sudah menjadi tabiat bawaan, sejalan dengan asal usul penciptaan kita yang berasal dari tanah. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Awarif Al-Ma'arif halaman 173:
"Setiap asal mula penciptaan manusia membawa sifat yang melekat padanya. Sifat jatuh atau tertinggal (gagal) adalah ciri tanah, dan karena itulah rasa malas, lambat bergerak, serta cenderung bersantai adalah tabiat asli manusia."
Namun, Imam Abdullah Al-Haddad memberikan cara agar kita mampu mengatasi rasa malas tersebut dan kembali bersemangat beramal saleh. Dalam kitab Adab Suluk Al-Murid halaman 31, beliau menasihati:
"Jika engkau merasa mulai malas beribadah dan berat melangkah menuju kebaikan, tuntunlah hatimu dengan tali pengharapan. Caranya adalah dengan mengingatkan dirimu akan janji-janji Allah bagi orang yang taat: kemenangan yang agung, kenikmatan yang abadi, rahmat, keridhaan-Nya, kekal di surga yang luas, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi di sisi Allah dan di mata hamba-hamba-Nya."
Jadi, rasa malas memang bagian dari karakter manusia dan bukanlah sebuah kesalahan. Namun, jika kemalasan itu berlarut-larut, itu menandakan hilangnya harapan yang baik dan hilangnya harapan itu sendiri berakar dari kurangnya ilmu. Oleh sebab itu, Imam As-Suhrawardi menegaskan:
"Orang-orang yang memiliki semangat tinggi dan gigih adalah para ahli ilmu, yang hatinya telah diperkokoh oleh karunia Allah melalui ilmunya"
ENGLISH
WHY DO PEOPLE TEND TO BE LAZY?
Laziness is actually a natural trait inherent in human beings. It is part of our innate nature, stemming from the very substance we were created from: earth. As explained in Awarif Al-Ma'arif (Page 173):
"Every origin from which a being is created carries a nature that adheres to it. Settling, sinking, or falling short is the nature of dust; and because of this, laziness, reluctance, and inclination toward rest are naturally present in human nature."
However, Imam Abdullah Al-Haddad offers a way to overcome this natural sluggishness and regain enthusiasm for doing good. In Adab Suluk Al-Murid (Page 31), he advises:
"If you find yourself growing lazy in worship and heavy-hearted toward good works, lead your self toward goodness with the rein of hope: remind yourself of what Allah has promised those who obey Him the great triumph, everlasting bliss, mercy, pleasure, eternity in the vast gardens of Paradise, and honor, exaltation, dignity, and high standing with Him and among His servants."
In short: feeling lazy is part of being human and is not inherently wrong. But letting it drag on without end signals a loss of positive hope and that loss of hope springs from a lack of knowledge. Hence Imam As-Suhrawardi states:
"Those with high resolve are the people of knowledge, whom Allah has strengthened through knowledge."
DALIL
وللآدمي بكل أصل من أصول خلقته طبيعية لازمة له. والرسوب صفة التراب والكسل والتقاعد والتناوم بسبب ذلك طبيعة في الإنسان؛
"Manusia dengan setiap asal ciptaannya itu Memiliki Tabi'at yang menetap dalam dirinya. Jatuh (gagal) adalah sifat dari tanah, sedangkan malas, santai-santai dan Rebahan adalah tabi'at manusia yang disebabkan asal kejadiannya tersebut"
"Human beings carry enduring traits rooted in the very substance they were created from. Settling or falling short is the nature of earth; and from this origin comes humanity’s innate tendency toward laziness, ease, and a leaning toward rest"
وَإِذَا آنَسْتَ مِنْ نَفْسِكَ أَيُّهَا المُرِيدُ تَكَاسُلاً عَنِ الطَاعَاتِ وَتَثَاقُلَا عَنِ الْخَيْرَاتِ فَقُدْهَا إِلَيْهَا بِزَمَامِ الرَّجَاءِ ، وَهُوَ أَنْ تَذْكُرَ لَهَا مَا وَعَدَ اللَّهُ بِهِ العَامِلِينَ بِطَاعَتِهِ مِنَ الْفَوْزِ العَظِيمِ وَالنَّعِيمِ المُقِيمِ وَالرَّحْمَةِ وَالرَّضْوَانِ ، وَالخُلُودِ فِي فَسِيح الجِنَانِ ، وَالعِزَّ وَالرِّفْعَةِ وَالشَّرَفِ وَالمَكَانَةِ عِنْدَهُ سُبْحَانَهُ وَعِنْدَ عِبَادِهِ.
"Jika dirimu merasa nyaman dengan Rasa malas melakukan Ta'at dan berat memulai kebaikan Maka tuntunlah nafsumu kepada kebaikan dengan Harapan-harapan yang diserupakan seperti tali. Ialah dengan cara kamu mengingatkan dirimu sendiri pada janji Alloh kepada makhluk yang berakal sebab Ta'at kepadanya, berupa kebahagiaan agung, kenikmatan yang langgeng, kasih sayang, Keridhoan, kekal di surga, Dan keagungan, keluhuran, kemulian dan Tinggi derajat menurut Alloh Subhanahu dan Hamba-hambanya"
"If you find yourself settling into laziness in worship, and feel heavy and reluctant to do good, then lead your soul toward goodness using the rein of hope: remind yourself of what Allah has promised to those who obey Him great triumph, everlasting bliss, mercy, His good pleasure, eternity in Paradise, and honor, nobility, dignity, and high standing with Allah Almighty and among His servants"
فأرباب الهمة أهل العلم الذي حكم الله تعالى لهم بالعلم
"Orang-orang yang mempunyai semangat tinggi ialah Ahli ilmu yang Telah Alloh kuatkan bagi mereka dengan Ilmu"
"Those of high resolve are the people of knowledge, whom Allah has strengthened through knowledge"