Assalamualaikum! Blog ini berisi pelajaran agama Islam dengan bahasa yang mudah dipahami. Ada terjemahan bahasa Inggrisnya juga, lho! Yuk, belajar Islam sambil ngasah bahasa Inggris! Assalamualaikum! This blog contains Islamic lessons in easy-to-understand language. There's also an English translation! Let's learn Islam while improving your English!
Sabtu, 20 Juni 2026
PENTING NYA SINAU
Jumat, 19 Juni 2026
ASAL USUL TASYAKURAN KITAB IHYA ULUMUDDIN
Simbah KH. Idris Marzuki pernah menceritakan sejarah menarik mengenai asal mula diadakannya tasyakuran atau khataman Kitab Ihya Ulumuddin.
Si Penentang yang Bermimpi
Dahulu kala, ada seorang tokoh atau ulama yang sangat keras penentangannya (fanatik membenci) terhadap kitab karya Imam Al-Ghazali ini. Ia berniat kuat untuk memusnahkan kitab tersebut dari peredaran masyarakat.
Namun, malam sebelum rencana pemusnahan itu dilaksanakan, beliau bermimpi bertemu langsung dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keempat Khulafaur Rasyidin: Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Dalam mimpi itu, beliau juga melihat Imam Al-Ghazali datang menghadap untuk mempresentasikan kitabnya agar dinilai oleh Rasulullah dan para sahabat.
Kitab Ihya Diterima dan Dihargai
Kanjeng Nabi SAW menerima, membaca, dan memberikan apresiasi bahwa Kitab Ihya ini adalah benar dan baik. Hal senada juga disampaikan oleh Sayyidina Abu Bakar dan sahabat lainnya.
Kemudian Sayyidina Umar bertanya:
"Lantas siapa yang sebenarnya salah, dan apa hukumannya?"
Akhirnya diputuskan bahwa tokoh penentang itulah yang bersalah. Rasulullah SAW kemudian memerintahkan Sayyidina Umar untuk "menjilid" (memukul/cambuk) tokoh tersebut.
Terbangun dengan Bekas di Punggung
Seketika itu juga tokoh tersebut terbangun dari tidurnya. Betapa kagetnya ia, ternyata di punggungnya terdapat bekas jilidan/memar sebagaimana yang dialaminya dalam mimpi.
Dengan segera, beliau membatalkan niatnya untuk memusnahkan kitab tersebut. Ia pun memohon maaf kepada Imam Al-Ghazali.
Sebagai bentuk taubat dan syukur, keesokan harinya justru beliau mengadakan Tasyakuran Kitab Ihya secara besar-besaran. Sejak itulah tradisi ini terus dilestarikan.
📚 Sumber: Ceramah Yai Idris Lirboyo
ENGLISH
THE ORIGIN OF THE TASYAKURAN (THANKSGIVING) CEREMONY FOR THE BOOK IHYA ULUMUDDIN
Simbah KH. Idris Marzuki once narrated an interesting history regarding the origin of holding a Tasyakuran or completion ceremony for the book Ihya Ulumuddin.
The Opponent Who Had a Dream
Long ago, there was a prominent figure or scholar who was extremely opposed (fanatically hateful) towards this book written by Imam Al-Ghazali. He had a strong intention to destroy and eliminate the book from society.
However, on the night before the planned destruction was to take place, he had a dream. In the dream, he met directly with Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, along with the four Rightly Guided Caliphs: Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, and Ali bin Abi Thalib.
In that dream, he also saw Imam Al-Ghazali coming forward to present his book so that it could be evaluated by the Prophet and the Companions.
The Book Ihya Was Accepted and Praised
The Prophet SAW received, read, and expressed appreciation that the Book Ihya was indeed true and good. Similar approval was given by Sayyidina Abu Bakar and the other Companions.
Then Sayyidina Umar asked:
"Then who is actually wrong, and what is their punishment?"
Finally, it was decided that the opposing scholar was the one in the wrong. The Prophet SAW then commanded Sayyidina Umar to "strike" (whip/hit) the man.
Woke Up With Marks on His Back
Immediately, the man woke up from his sleep. He was shocked to find real bruises and marks of being beaten on his back, exactly as he had experienced in the dream.
Without delay, he canceled his intention to destroy the book. He even asked forgiveness from Imam Al-Ghazali.
As a form of repentance and gratitude, the very next day he instead held a grand Tasyakuran (Thanksgiving Ceremony) for the Book Ihya. Since then, this tradition has been preserved and continued until today.
📚 Source: Lecture by Yai Idris Lirboyo
KISAH RASULULLAH MEMBACA KITAB IHYA SECARA GHAIB
ASAL USUL TASYAKURAN KITAB IHYA ULUMUDDIN
Simbah KH. Idris Marzuki pernah menceritakan sejarah menarik mengenai asal mula diadakannya tasyakuran atau khataman Kitab Ihya Ulumuddin.
Si Penentang yang Bermimpi
Dahulu kala, ada seorang tokoh atau ulama yang sangat keras penentangannya (fanatik membenci) terhadap kitab karya Imam Al-Ghazali ini. Ia berniat kuat untuk memusnahkan kitab tersebut dari peredaran masyarakat.
Namun, malam sebelum rencana pemusnahan itu dilaksanakan, beliau bermimpi bertemu langsung dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keempat Khulafaur Rasyidin: Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Dalam mimpi itu, beliau juga melihat Imam Al-Ghazali datang menghadap untuk mempresentasikan kitabnya agar dinilai oleh Rasulullah dan para sahabat.
Kitab Ihya Diterima dan Dihargai
Kanjeng Nabi SAW menerima, membaca, dan memberikan apresiasi bahwa Kitab Ihya ini adalah benar dan baik. Hal senada juga disampaikan oleh Sayyidina Abu Bakar dan sahabat lainnya.
Kemudian Sayyidina Umar bertanya:
"Lantas siapa yang sebenarnya salah, dan apa hukumannya?"
Akhirnya diputuskan bahwa tokoh penentang itulah yang bersalah. Rasulullah SAW kemudian memerintahkan Sayyidina Umar untuk "menjilid" (memukul/cambuk) tokoh tersebut.
Terbangun dengan Bekas di Punggung
Seketika itu juga tokoh tersebut terbangun dari tidurnya. Betapa kagetnya ia, ternyata di punggungnya terdapat bekas jilidan/memar sebagaimana yang dialaminya dalam mimpi.
Dengan segera, beliau membatalkan niatnya untuk memusnahkan kitab tersebut. Ia pun memohon maaf kepada Imam Al-Ghazali.
Sebagai bentuk taubat dan syukur, keesokan harinya justru beliau mengadakan Tasyakuran Kitab Ihya secara besar-besaran. Sejak itulah tradisi ini terus dilestarikan.
📚 Sumber: Ceramah Yai Idris Lirboyo
ENGLISH
THE ORIGIN OF THE TASYAKURAN (THANKSGIVING) CEREMONY FOR THE BOOK IHYA ULUMUDDIN
Simbah KH. Idris Marzuki once narrated an interesting history regarding the origin of holding a Tasyakuran or completion ceremony for the book Ihya Ulumuddin.
The Opponent Who Had a Dream
Long ago, there was a prominent figure or scholar who was extremely opposed (fanatically hateful) towards this book written by Imam Al-Ghazali. He had a strong intention to destroy and eliminate the book from society.
However, on the night before the planned destruction was to take place, he had a dream. In the dream, he met directly with Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, along with the four Rightly Guided Caliphs: Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, and Ali bin Abi Thalib.
In that dream, he also saw Imam Al-Ghazali coming forward to present his book so that it could be evaluated by the Prophet and the Companions.
The Book Ihya Was Accepted and Praised
The Prophet SAW received, read, and expressed appreciation that the Book Ihya was indeed true and good. Similar approval was given by Sayyidina Abu Bakar and the other Companions.
Then Sayyidina Umar asked:
"Then who is actually wrong, and what is their punishment?"
Finally, it was decided that the opposing scholar was the one in the wrong. The Prophet SAW then commanded Sayyidina Umar to "strike" (whip/hit) the man.
Woke Up With Marks on His Back
Immediately, the man woke up from his sleep. He was shocked to find real bruises and marks of being beaten on his back, exactly as he had experienced in the dream.
Without delay, he canceled his intention to destroy the book. He even asked forgiveness from Imam Al-Ghazali.
As a form of repentance and gratitude, the very next day he instead held a grand Tasyakuran (Thanksgiving Ceremony) for the Book Ihya. Since then, this tradition has been preserved and continued until today.
📚 Source: Lecture by Yai Idris Lirboyo
ENAM FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN MENURUT IMAM DZUNNUN AL-MISHRI
Imam Dzunnun Al-Mishri rahimahullah pernah mengungkapkan sebab-sebab utama mengapa kehidupan manusia bisa menjadi rusak dan hancur. Beliau merangkumnya dalam enam poin yang sangat mendalam:
1. Lemahnya Niat dalam Beramal untuk Akhirat
dia tidak terlalu fokus untuk mencari ridho illahi dan mengumpulkan pahala dan menolak dosa2
2. Badan Dijadikan Jaminan untuk Syahwat
menuruti hawa nafsu misal zina nonton video dll
3. Terlalu Panjang Angan-angan, Padahal Kematian Sudah Dekat
Sering merasa muda dan panjang umur, sehingga menunda-nunda kebaikan. Padahal usia itu rahasia dan kematian bisa datang sewaktu-waktu. maksud nya tujuan premier duniawi tujuan sekunder akhirat harus nya di balik
4. Mendahulukan Ridho Makhluk daripada Ridho Khaliq
Lebih takut tidak disukai manusia daripada takut kepada Allah. Mencari pujian orang lain lebih diutamakan daripada mencari keridhaan Sang Pencipta.
5. Mengikuti Hawa Nafsu dan Meninggalkan Sunnah
mengikuti hawa nafsu nya misal di atas atau ingin pangkat sok alim mengabaikanperintah nabi misal rendah hati dll
6. Memperbesar Kesalahan Ulama, Melupakan Kebaikan Mereka
misal menyamaian Walisongo sama diri nya padahal dia bukan siapa2 di bandingkan beliau yang udah terjamin hati dan fikiran nya kebal dari hal2 sesat
(Al-Gunyah hal. 208)
ENGLISH
SIX FACTORS THAT CAUSE CORRUPTION ACCORDING TO IMAM DZUNNUN AL-MISHRI
Imam Dzunnun Al-Mishri rahimahullah once explained the main reasons why human life becomes damaged and destroyed. He summarized this in six profound points:
1. Weak Intentions in Acting for the Hereafter
One does not focus enough on seeking the pleasure of Allah, collecting rewards, and avoiding sins. Worldly goals often become the priority while the afterlife becomes secondary, when it should actually be the other way around.
2. The Body is Held Hostage by Desires
Living solely to follow carnal lust and passions, such as committing adultery, watching immoral videos, and other forbidden acts.
3. Having Excessively Long Hopes, While Death is Near
People often feel young and assume they have a long life ahead, so they keep postponing good deeds. In reality, lifespan is a secret, and death can come at any moment. The mistake is making worldly goals the primary aim and the Hereafter secondary, while it should be reversed.
4. Prioritizing the Pleasure of Creatures Over the Pleasure of the Creator
Fearing the disapproval of people more than fearing Allah. Seeking praise and validation from others is prioritized above seeking the pleasure of the Almighty Creator.
5. Following Desires and Abandoning the Sunnah
Following personal whims and wants, or seeking status and pretending to be pious, while ignoring the commands and example of the Prophet, such as the obligation to be humble and sincere.
6. Magnifying the Mistakes of Scholars, While Forgetting Their Virtues
For example, comparing oneself to the great Saints (Walisongo) as if they are equals, even though they are nobody compared to those noble figures whose hearts and minds are guaranteed to be protected from deviation and misguidance.
(Al-Gunyah page 208)
DALIL
وقال ذو النون المصري رحمه الله:إنما دخل الفساد على الخلق من ستة أشياء: أولها: ضعف النية بعمل الآخرة.والثاني: صارت أبدانهم رهينة بشهواتهم. والثالث: طول الأمل مع قرب الأجل. والرابع: آثروا رضى المخلوقين على رضا الخالق.والخامس: اتبعوا أهواءهم، ونبذوا سنة نبيهم -ﷺ- وراء ظهورهم. والسادس: جعلوا قليل زلات السلف حجة أنفسهم، ودفنوا كثير مناقبهم
Dzunnun al mishri semoga Allah merahmatinya, berkata: “Kerusakan telah masuk ke dalam umat manusia melalui enam hal: Pertama, lemahnya niat dalam beramal untuk akhirat. Kedua, tubuh mereka telah diperbudak oleh hawa nafsu. Ketiga, mereka memiliki harapan yang panjang meskipun kematian sudah dekat. Keempat, mereka lebih mengutamakan kesenangan makhluk ciptaan daripada kesenangan Sang Pencipta. Kelima, mereka mengikuti hawa nafsu dan mengabaikan Sunnah Nabi mereka, semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya. Keenam, mereka menggunakan sedikit kesalahan para pendahulu sebagai pembenaran bagi diri mereka sendiri dan mengubur banyak kebaikan mereka.”
"Dzunnun al-Mishri, may Allah have mercy upon him, said: "Corruption has entered upon humanity through six things: Firstly, weakness of intention in working for the Hereafter. Secondly, their bodies have been enslaved by their desires. Thirdly, they have long hopes even though death is near. Fourthly, they prefer the pleasure of the created beings over the pleasure of the Creator. Fifthly, they follow their own desires and abandon the Sunnah of their Prophet, may peace and blessings be upon him. Sixthly, they take the minor mistakes of the predecessors as an excuse for themselves, and bury their many virtues"
JIKA GAK MAU HANCUR HINDARI INI
ENAM FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN MENURUT IMAM DZUNNUN AL-MISHRI
Imam Dzunnun Al-Mishri rahimahullah pernah mengungkapkan sebab-sebab utama mengapa kehidupan manusia bisa menjadi rusak dan hancur. Beliau merangkumnya dalam enam poin yang sangat mendalam:
1. Lemahnya Niat dalam Beramal untuk Akhirat
dia tidak terlalu fokus untuk mencari ridho illahi dan mengumpulkan pahala dan menolak dosa2
2. Badan Dijadikan Jaminan untuk Syahwat
menuruti hawa nafsu misal zina nonton video dll
3. Terlalu Panjang Angan-angan, Padahal Kematian Sudah Dekat
Sering merasa muda dan panjang umur, sehingga menunda-nunda kebaikan. Padahal usia itu rahasia dan kematian bisa datang sewaktu-waktu. maksud nya tujuan premier duniawi tujuan sekunder akhirat harus nya di balik
4. Mendahulukan Ridho Makhluk daripada Ridho Khaliq
Lebih takut tidak disukai manusia daripada takut kepada Allah. Mencari pujian orang lain lebih diutamakan daripada mencari keridhaan Sang Pencipta.
5. Mengikuti Hawa Nafsu dan Meninggalkan Sunnah
mengikuti hawa nafsu nya misal di atas atau ingin pangkat sok alim mengabaikanperintah nabi misal rendah hati dll
6. Memperbesar Kesalahan Ulama, Melupakan Kebaikan Mereka
misal menyamaian Walisongo sama diri nya padahal dia bukan siapa2 di bandingkan beliau yang udah terjamin hati dan fikiran nya kebal dari hal2 sesat
(Al-Gunyah hal. 208)
ENGLISH
SIX FACTORS THAT CAUSE CORRUPTION ACCORDING TO IMAM DZUNNUN AL-MISHRI
Imam Dzunnun Al-Mishri rahimahullah once explained the main reasons why human life becomes damaged and destroyed. He summarized this in six profound points:
1. Weak Intentions in Acting for the Hereafter
One does not focus enough on seeking the pleasure of Allah, collecting rewards, and avoiding sins. Worldly goals often become the priority while the afterlife becomes secondary, when it should actually be the other way around.
2. The Body is Held Hostage by Desires
Living solely to follow carnal lust and passions, such as committing adultery, watching immoral videos, and other forbidden acts.
3. Having Excessively Long Hopes, While Death is Near
People often feel young and assume they have a long life ahead, so they keep postponing good deeds. In reality, lifespan is a secret, and death can come at any moment. The mistake is making worldly goals the primary aim and the Hereafter secondary, while it should be reversed.
4. Prioritizing the Pleasure of Creatures Over the Pleasure of the Creator
Fearing the disapproval of people more than fearing Allah. Seeking praise and validation from others is prioritized above seeking the pleasure of the Almighty Creator.
5. Following Desires and Abandoning the Sunnah
Following personal whims and wants, or seeking status and pretending to be pious, while ignoring the commands and example of the Prophet, such as the obligation to be humble and sincere.
6. Magnifying the Mistakes of Scholars, While Forgetting Their Virtues
For example, comparing oneself to the great Saints (Walisongo) as if they are equals, even though they are nobody compared to those noble figures whose hearts and minds are guaranteed to be protected from deviation and misguidance.
(Al-Gunyah page 208)
DALIL
وقال ذو النون المصري رحمه الله:إنما دخل الفساد على الخلق من ستة أشياء: أولها: ضعف النية بعمل الآخرة.والثاني: صارت أبدانهم رهينة بشهواتهم. والثالث: طول الأمل مع قرب الأجل. والرابع: آثروا رضى المخلوقين على رضا الخالق.والخامس: اتبعوا أهواءهم، ونبذوا سنة نبيهم -ﷺ- وراء ظهورهم. والسادس: جعلوا قليل زلات السلف حجة أنفسهم، ودفنوا كثير مناقبهم
Dzunnun al mishri semoga Allah merahmatinya, berkata: “Kerusakan telah masuk ke dalam umat manusia melalui enam hal: Pertama, lemahnya niat dalam beramal untuk akhirat. Kedua, tubuh mereka telah diperbudak oleh hawa nafsu. Ketiga, mereka memiliki harapan yang panjang meskipun kematian sudah dekat. Keempat, mereka lebih mengutamakan kesenangan makhluk ciptaan daripada kesenangan Sang Pencipta. Kelima, mereka mengikuti hawa nafsu dan mengabaikan Sunnah Nabi mereka, semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya. Keenam, mereka menggunakan sedikit kesalahan para pendahulu sebagai pembenaran bagi diri mereka sendiri dan mengubur banyak kebaikan mereka.”
"Dzunnun al-Mishri, may Allah have mercy upon him, said: "Corruption has entered upon humanity through six things: Firstly, weakness of intention in working for the Hereafter. Secondly, their bodies have been enslaved by their desires. Thirdly, they have long hopes even though death is near. Fourthly, they prefer the pleasure of the created beings over the pleasure of the Creator. Fifthly, they follow their own desires and abandon the Sunnah of their Prophet, may peace and blessings be upon him. Sixthly, they take the minor mistakes of the predecessors as an excuse for themselves, and bury their many virtues"
Rabu, 17 Juni 2026
SHOLAT HAJAT
Pengertian
- Shalat hajat merupakan salah satu ibadah shalat sunnah yang juga dianjurkan dalam Islam.
- Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya Nihayatuz Zain menyarankan agar seseorang yang sedang berhajat untuk melaksanakan shalat hajat.
- “Orang yang sedang mengalami kesempitan, berhajat untuk membuat mashlahat agama dan dunianya, dan merasakan kesulitan karenanya, hendaklah melakukakun shalat hajat sebagaimana berikut,”
Tata Cara
- Dapat dilaksanakan 2 sampai 12 rakaat dengan dengan satu salam dalam tiap-tiap dua rakaat sehingga berjumlah 12 rakaat.
- Pada pokoknya, shalat sunnah hajat tidak berbeda jauh dengan shalat-shalat sunnah yang lainnya.
1. Niat shalat hajat.
Ushallī sunnatal hājati rak‘ataini adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya, “Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT.”
2. Membaca surat Al-Fatihah.
3. Membaca surat-surat pendek (dianjurkan untuk membaca surat Al-Ikhlas dan ayat kursi. Akan tetapi juga diperbolehkan membaca surat-surat pendek yang lainnya).
4. Selesai melaksanakan shalat dua rakaat, seseorang dianjurkan untuk membaca shalawat dan berdoa.
Doa Setelah Shalat
- Doa pertama
Artinya, “Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana,”
- Doa kedua
Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam,”
- Doa Rasulullah SAW riwayat Imam At-Tirmidzi
Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih,”
Waktu Pelaksanaan
- Dapat dilaksanakan dalam semalam atau tiga sampai tujuh malam, tergantung pada penting dan urgensinya serta maksud tujuan yang hendak di capai
ENGLISH
SALAT HAJAT
Definition
- Salat al-Hajat is one of the voluntary prayers (sunnah) recommended in Islam.
- Syekh Nawawi al-Bantani in his book Nihayatuz Zain advises that anyone who has a need or desire should perform Salat al-Hajat.
- "Whoever is experiencing hardship, has a need for the betterment of their religion and worldly affairs, and feels difficulty because of it, let them perform Salat al-Hajat as follows,"
Procedure
- It can be performed in 2 up to 12 rak'ahs, concluding with one taslim (greeting of peace) for every two rak'ahs, making a total of 12 rak'ahs.
- Essentially, Salat al-Hajat is not much different from other voluntary prayers.
1. Intention (Niyyah) for Salat Hajat
Ushallī sunnatal hājati rak‘ataini adā’an lillāhi ta‘ālā.
Meaning: "I intend to perform the voluntary prayer of need, two rak'ahs, as an offering to Allah the Almighty."
2. Recite Surah Al-Fatihah.
3. Recite short chapters from the Quran (it is recommended to recite Surah Al-Ikhlas and Ayatul Kursi. However, it is also permissible to recite other short chapters).
4. After completing the two rak'ahs, it is recommended to send blessings upon the Prophet (salawat) and make supplications (du'a).
Prayers After Prayer
- First Prayer
Meaning: "Glory be to the One who wears Majesty and speaks with it. Glory be to the One who clothes Himself with Honor and is generous with it. Glory be to the Owner of Majesty and Generosity. Glory be to the Owner of Bounty. I ask You by the anchors of Power from Your Throne, the utmost extent of Mercy from Your Book, by Your Greatest Name, Your Most High Glory, and Your perfect and complete Words which neither the righteous nor the sinful can transgress, that You send blessings upon our master Muhammad and upon the family of our master Muhammad."
- Second Prayer
Meaning: "There is no god but Allah, the Forbearing and Generous. There is no god but Allah, the Most High and the Magnificent. Glory be to Allah, Lord of the Magnificent Throne. And all praise is due to Allah, Lord of all the worlds."
- Prayer of the Prophet Muhammad SAW, narrated by Imam At-Tirmidzi
Meaning: "There is no god but Allah, the Most Gentle and the Most Generous. Glory be to Allah, the Guardian of the Magnificent Throne. All praise is due to Allah, Lord of the universe. O Allah, I ask You for the things that bring Your Mercy, the resolute matters of Your Forgiveness, the gain from every act of righteousness, and safety from every sin. Leave no sin of mine unforgiven, no worry unrelieved, and no need that is pleasing to You unfulfilled, O Most Merciful of the Merciful."
Time of Performance
- It can be performed in one night, or over three to seven nights, depending on its importance, urgency, and the purpose one wishes to achieve
DOA
Niat
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
doa pertama
سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهَ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
doa kedia
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
setelah itu orang yang punya hajat tertentu baca ini
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
SHOLAT HAJAT
SHOLAT HAJAT
Pengertian
- Shalat hajat merupakan salah satu ibadah shalat sunnah yang juga dianjurkan dalam Islam.
- Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya Nihayatuz Zain menyarankan agar seseorang yang sedang berhajat untuk melaksanakan shalat hajat.
- “Orang yang sedang mengalami kesempitan, berhajat untuk membuat mashlahat agama dan dunianya, dan merasakan kesulitan karenanya, hendaklah melakukakun shalat hajat sebagaimana berikut,”
Tata Cara
- Dapat dilaksanakan 2 sampai 12 rakaat dengan dengan satu salam dalam tiap-tiap dua rakaat sehingga berjumlah 12 rakaat.
- Pada pokoknya, shalat sunnah hajat tidak berbeda jauh dengan shalat-shalat sunnah yang lainnya.
1. Niat shalat hajat.
Ushallī sunnatal hājati rak‘ataini adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya, “Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT.”
2. Membaca surat Al-Fatihah.
3. Membaca surat-surat pendek (dianjurkan untuk membaca surat Al-Ikhlas dan ayat kursi. Akan tetapi juga diperbolehkan membaca surat-surat pendek yang lainnya).
4. Selesai melaksanakan shalat dua rakaat, seseorang dianjurkan untuk membaca shalawat dan berdoa.
Doa Setelah Shalat
- Doa pertama
Artinya, “Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana,”
- Doa kedua
Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam,”
- Doa Rasulullah SAW riwayat Imam At-Tirmidzi
Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih,”
Waktu Pelaksanaan
- Dapat dilaksanakan dalam semalam atau tiga sampai tujuh malam, tergantung pada penting dan urgensinya serta maksud tujuan yang hendak di capai
ENGLISH
SALAT HAJAT
Definition
- Salat al-Hajat is one of the voluntary prayers (sunnah) recommended in Islam.
- Syekh Nawawi al-Bantani in his book Nihayatuz Zain advises that anyone who has a need or desire should perform Salat al-Hajat.
- "Whoever is experiencing hardship, has a need for the betterment of their religion and worldly affairs, and feels difficulty because of it, let them perform Salat al-Hajat as follows,"
Procedure
- It can be performed in 2 up to 12 rak'ahs, concluding with one taslim (greeting of peace) for every two rak'ahs, making a total of 12 rak'ahs.
- Essentially, Salat al-Hajat is not much different from other voluntary prayers.
1. Intention (Niyyah) for Salat Hajat
Ushallī sunnatal hājati rak‘ataini adā’an lillāhi ta‘ālā.
Meaning: "I intend to perform the voluntary prayer of need, two rak'ahs, as an offering to Allah the Almighty."
2. Recite Surah Al-Fatihah.
3. Recite short chapters from the Quran (it is recommended to recite Surah Al-Ikhlas and Ayatul Kursi. However, it is also permissible to recite other short chapters).
4. After completing the two rak'ahs, it is recommended to send blessings upon the Prophet (salawat) and make supplications (du'a).
Prayers After Prayer
- First Prayer
Meaning: "Glory be to the One who wears Majesty and speaks with it. Glory be to the One who clothes Himself with Honor and is generous with it. Glory be to the Owner of Majesty and Generosity. Glory be to the Owner of Bounty. I ask You by the anchors of Power from Your Throne, the utmost extent of Mercy from Your Book, by Your Greatest Name, Your Most High Glory, and Your perfect and complete Words which neither the righteous nor the sinful can transgress, that You send blessings upon our master Muhammad and upon the family of our master Muhammad."
- Second Prayer
Meaning: "There is no god but Allah, the Forbearing and Generous. There is no god but Allah, the Most High and the Magnificent. Glory be to Allah, Lord of the Magnificent Throne. And all praise is due to Allah, Lord of all the worlds."
- Prayer of the Prophet Muhammad SAW, narrated by Imam At-Tirmidzi
Meaning: "There is no god but Allah, the Most Gentle and the Most Generous. Glory be to Allah, the Guardian of the Magnificent Throne. All praise is due to Allah, Lord of the universe. O Allah, I ask You for the things that bring Your Mercy, the resolute matters of Your Forgiveness, the gain from every act of righteousness, and safety from every sin. Leave no sin of mine unforgiven, no worry unrelieved, and no need that is pleasing to You unfulfilled, O Most Merciful of the Merciful."
Time of Performance
- It can be performed in one night, or over three to seven nights, depending on its importance, urgency, and the purpose one wishes to achieve
DOA
Niat
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
doa pertama
سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهَ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
doa kedia
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
setelah itu orang yang punya hajat tertentu baca ini
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
PERTEMANAN DALAM ISLAM
Selasa, 16 Juni 2026
JANGAN BER HUTANG
Senin, 15 Juni 2026
BULAN MUHARRAM
Category
- 3 doa mendaki gunung
- acara
- adab di atas ilmu
- adab jalanan
- adab memelihara kucing
- adab mudik dsb
- adab santri saat libur pesantren
- agama
- ahli fiqih
- ahli ilmu selain tidak boleh sombong juga harus
- ahli ilmu vs ahli dzikir
- air
- air yang bisa di pakai bersuci
- air zam²
- al quran
- Al Quran
- ala
- alam
- alasan Allah tak terlihat
- allah
- amal
- amalan
- amil
- anak
- anak nakal
- Anjing
- arab
- Arti Sholawat Muhammadun
- arwah
- awet muda
- babi haram
- bacaan
- bacaan cepat
- badal
- bahasa arab
- bahtsul masail
- bangunan
- barang temuan
- batal puasa
- begal
- bekerja
- bela diri
- belajar
- berbuka
- bergantung pada Allah
- berkah
- berkembang
- bermusyawarah
- berpelukan
- bersatu
- bersholawat lah kepala Baginda nabi Muhammad
- bertindak
- bidah
- bismillah juga di larang
- bisul
- bocil
- boikot
- buah
- buka puasa
- buku
- bulan
- bulu hewan
- bumi
- bunuh diri
- buraq
- cara agar hajat terkabul
- cara cepat menghafal
- cara melestarikan alam menurut islam
- cara memilih guru
- cara menasehati
- cara mendapatkan ilmu
- cara mengenal allah
- cara mengurangi makan
- cara sehat
- catur
- cinta
- cinta kedudukan
- cinta tanah air
- contoh najis berpindah dari tempat nya (istinjak)
- darah muslim haram
- dawuh gus kautsar 1
- doa
- Doa
- doa ahli surga
- Dosa
- dpr
- drajat
- duniawi
- dupa
- durhaka
- dzikir
- egoisme
- emas perak
- emosi
- etika merawat hewan
- fadlu ain
- fadlu kifayah fardlu ain
- fakir miskin
- fakir vs menerima
- fardhu kifayah
- fi
- fiqih
- firasat
- fitnah
- galaksi bima sakti
- gelang
- gerhana
- ghosop
- gunakan selalu Bismillahirrahmanirrahim
- gunung
- guru
- guru dan pelatih
- guru dan teman
- gus
- hadis nabi
- haflah
- hak Allah
- hal yang membuat berbohong di perbolehkan
- hari libur
- hari raya
- haters
- hati
- hewan
- hiburan
- hindari sesuatu yang menimbulkan prasangka buruk
- hormat
- hormati gus
- hujan
- hukum berdoa saat shujud sholat
- hukum daging tupai
- hukum gambar
- hukum guitar
- hukum hiu dan paus
- Hukum Jadi Kontener
- hukum jual beli subscribe dsb
- hukum liburan
- hukum main sepak bola menurut salah seorang ulama
- hukum makan dan minum sambil berdiri
- hukum makan gajah
- hukum makan semut
- hukum maman ayam dengan minyak babi
- hukum memakan buah saat mendaki
- Hukum Memakan Daging Mentah
- hukum membungkuk
- hukum membunuh katak
- hukum membunuh nyamuk
- hukum menjilat lembaran al quran
- hukum merokok
- hukum musik
- hukum musik 2
- hukum suap menyuap
- hukum tahlilan
- hukum wudhu pakai air sungai
- hutang
- iana
- ibadah
- iblis
- ihya
- ihya ulumudin
- ijazah
- ilmu
- iman
- irab
- istinjak
- Istiqamah
- jalan²
- jamaah
- jangan berteman dengan ini
- jenazah
- jerawat
- jika ini terlewat wudhu tidak sah
- jin
- jin dan wirid
- jin vs setan
- jodoh
- jual beli
- jual beli online
- jualan
- jumat
- kata kata kasar
- kata kata sunan gunung jati
- kata2
- kata² hari ini
- kaya
- keadilan
- kebaikan
- kebencian
- kedekatan dengan tuhan
- Kegunaan mata sesungguhnya
- kehamilan
- kehidupan
- kejahatan
- keluarga
- kemarahan
- kemenangan
- kencing
- kesabaran dalam belajar
- ketuhanan
- khidmat
- kiamat
- kitab
- kiyai
- kiyai harus kaya
- kotoran hewan
- kuburan
- lagu
- lailatul qadar
- lailatul qodar
- langit
- lebaran
- liburan
- lomba
- lupa
- macam² air
- madzab
- maim game bisa haram jika
- majelis
- makam di masnid
- makan
- makan minum
- makanan
- makna bertasbih
- makna dzikir
- maknani
- makrifat
- makrifat dan ilmu agama
- maksiat
- malaikat
- malu
- manfaat keahlian
- manfaat melaksanakan maulid nabi
- manfaat sholat
- manipulatif
- masa depan
- masa muda
- masalah
- masjid
- mati
- mati syahid
- maulid nabi
- mayit
- mbah kholil Bangkalan
- melaksanakan kewajiban
- memakan daging mentah
- memamerkan kebaikan
- Membunuh
- memikirkan duniawi vs akhirat
- memilih ilmu yang tepat
- memilih teman
- memotong kuku
- memperbaiki diri
- mencari ilmu
- mencium tangan
- mendaki
- Meng agungkan guru
- mengajak kebaikan
- mengingkari janji
- menikah
- menjaga alam
- menjaga diri
- menjalankan amal se mampu mu
- menjawab salam non muslim
- menuntut ilmu
- MENYAMAK
- metode
- mondok
- mualaf
- muhammadiah
- muharram
- murid dan guru
- musafor tidak berpuasa
- musyawarah
- nabi
- nabi adam
- nabi idris
- nabi isa
- nabi Khidir
- nabi muhammad
- nahwu
- najis
- nama rasul
- nasehat
- NASEHAT 1
- nasehat 2
- nasehat 3
- nasib
- ngaji
- niat baik dan buruk
- niat puasa
- nyambik
- obat hati
- obat sakit mata
- olahraga
- ongak
- orang salih
- orang tua
- ortu
- pakaian
- panjang Pendeknya belajar
- pelajaran
- pencari tuhan
- pendakian
- pendakian gunung dan perenungan hidup
- pendakwah
- penderitaan
- pengorbanan harta demi ilmu
- penjahat
- penyembelihan hewan yang ada janin nya
- perang
- perban
- perdamaian
- perempuan
- perjalanan
- perkembangan zaman
- pertemanan
- pesugihan
- pintu surga
- pra cum
- puasa
- puasa atlet
- pujaan
- qiyas
- qodho
- qunut
- qur'an
- qurban
- rajab
- ramadhan
- rejeki
- rendah hati
- ridha kedua orang tua
- rofak
- rokok
- ruh dan salam
- ruh dan suara
- rumah tangga
- saat ada yang berdoa
- sabar
- sabar oke
- sahabat nabi
- sahur
- sakit
- salah
- salam
- salam lintas agama
- salih salihah
- sanad
- santai aja nika doa mu tak kunjung terkabul
- santri
- sebab² kemalasan
- sedekah
- sehat
- sejarah
- Sejarah sihir
- semangka
- Semir
- sepak bola
- sesajen
- setan
- sholat
- sholat gerhana bulan dan matahari
- sholat hajat
- sholat jenazah
- sholat saat sulit menemukan debu atau air
- sholawat
- Sidratul Muntaha
- silaturahmi
- sirep
- soal amal
- solusi
- sombong
- sombong dan maksiat
- sopan santun
- suami
- suap
- suara wanita
- sujud syukur
- sukses
- sumpah
- sunnah sholat
- suntik
- surah yasin
- Sutra Dan Emas
- sya'ban
- syaikh nawawi
- Syaikh nawawi al bantani
- syarat wajib nya sholat
- syawal
- syiah
- tahajud
- tak sesuai harapan
- takdir
- tali persaudaraan
- tamak
- tanda² hamba rindu nabi Muhammad
- tangan kiri
- tarawih dan rowatib
- tarikat
- tasbih
- tauhid
- tawadhu
- tayamum
- teman
- tentang hidup sebenarnya
- tex
- thr
- tinggalkan yang tidak jelas
- traveling
- tulisan
- tutorial islami saat mendaki
- tv
- ulama
- universe
- walad
- wali
- wirid
- wudhu
- wudhu batal
- ziarah kubur
- zuhud
Cari Blog Ini
Mengenai Saya
Fanspage Fb Kami
Saluran Wa Kami
Tags
- 3 doa mendaki gunung
- acara
- adab di atas ilmu
- adab jalanan
- adab memelihara kucing
- adab mudik dsb
- adab santri saat libur pesantren
- agama
- ahli fiqih
- ahli ilmu selain tidak boleh sombong juga harus
- ahli ilmu vs ahli dzikir
- air
- air yang bisa di pakai bersuci
- air zam²
- al quran
- Al Quran
- ala
- alam
- alasan Allah tak terlihat
- allah
- amal
- amalan
- amil
- anak
- anak nakal
- Anjing
- arab
- Arti Sholawat Muhammadun
- arwah
- awet muda
- babi haram
- bacaan
- bacaan cepat
- badal
- bahasa arab
- bahtsul masail
- bangunan
- barang temuan
- batal puasa
- begal
- bekerja
- bela diri
- belajar
- berbuka
- bergantung pada Allah
- berkah
- berkembang
- bermusyawarah
- berpelukan
- bersatu
- bersholawat lah kepala Baginda nabi Muhammad
- bertindak
- bidah
- bismillah juga di larang
- bisul
- bocil
- boikot
- buah
- buka puasa
- buku
- bulan
- bulu hewan
- bumi
- bunuh diri
- buraq
- cara agar hajat terkabul
- cara cepat menghafal
- cara melestarikan alam menurut islam
- cara memilih guru
- cara menasehati
- cara mendapatkan ilmu
- cara mengenal allah
- cara mengurangi makan
- cara sehat
- catur
- cinta
- cinta kedudukan
- cinta tanah air
- contoh najis berpindah dari tempat nya (istinjak)
- darah muslim haram
- dawuh gus kautsar 1
- doa
- Doa
- doa ahli surga
- Dosa
- dpr
- drajat
- duniawi
- dupa
- durhaka
- dzikir
- egoisme
- emas perak
- emosi
- etika merawat hewan
- fadlu ain
- fadlu kifayah fardlu ain
- fakir miskin
- fakir vs menerima
- fardhu kifayah
- fi
- fiqih
- firasat
- fitnah
- galaksi bima sakti
- gelang
- gerhana
- ghosop
- gunakan selalu Bismillahirrahmanirrahim
- gunung
- guru
- guru dan pelatih
- guru dan teman
- gus
- hadis nabi
- haflah
- hak Allah
- hal yang membuat berbohong di perbolehkan
- hari libur
- hari raya
- haters
- hati
- hewan
- hiburan
- hindari sesuatu yang menimbulkan prasangka buruk
- hormat
- hormati gus
- hujan
- hukum berdoa saat shujud sholat
- hukum daging tupai
- hukum gambar
- hukum guitar
- hukum hiu dan paus
- Hukum Jadi Kontener
- hukum jual beli subscribe dsb
- hukum liburan
- hukum main sepak bola menurut salah seorang ulama
- hukum makan dan minum sambil berdiri
- hukum makan gajah
- hukum makan semut
- hukum maman ayam dengan minyak babi
- hukum memakan buah saat mendaki
- Hukum Memakan Daging Mentah
- hukum membungkuk
- hukum membunuh katak
- hukum membunuh nyamuk
- hukum menjilat lembaran al quran
- hukum merokok
- hukum musik
- hukum musik 2
- hukum suap menyuap
- hukum tahlilan
- hukum wudhu pakai air sungai
- hutang
- iana
- ibadah
- iblis
- ihya
- ihya ulumudin
- ijazah
- ilmu
- iman
- irab
- istinjak
- Istiqamah
- jalan²
- jamaah
- jangan berteman dengan ini
- jenazah
- jerawat
- jika ini terlewat wudhu tidak sah
- jin
- jin dan wirid
- jin vs setan
- jodoh
- jual beli
- jual beli online
- jualan
- jumat
- kata kata kasar
- kata kata sunan gunung jati
- kata2
- kata² hari ini
- kaya
- keadilan
- kebaikan
- kebencian
- kedekatan dengan tuhan
- Kegunaan mata sesungguhnya
- kehamilan
- kehidupan
- kejahatan
- keluarga
- kemarahan
- kemenangan
- kencing
- kesabaran dalam belajar
- ketuhanan
- khidmat
- kiamat
- kitab
- kiyai
- kiyai harus kaya
- kotoran hewan
- kuburan
- lagu
- lailatul qadar
- lailatul qodar
- langit
- lebaran
- liburan
- lomba
- lupa
- macam² air
- madzab
- maim game bisa haram jika
- majelis
- makam di masnid
- makan
- makan minum
- makanan
- makna bertasbih
- makna dzikir
- maknani
- makrifat
- makrifat dan ilmu agama
- maksiat
- malaikat
- malu
- manfaat keahlian
- manfaat melaksanakan maulid nabi
- manfaat sholat
- manipulatif
- masa depan
- masa muda
- masalah
- masjid
- mati
- mati syahid
- maulid nabi
- mayit
- mbah kholil Bangkalan
- melaksanakan kewajiban
- memakan daging mentah
- memamerkan kebaikan
- Membunuh
- memikirkan duniawi vs akhirat
- memilih ilmu yang tepat
- memilih teman
- memotong kuku
- memperbaiki diri
- mencari ilmu
- mencium tangan
- mendaki
- Meng agungkan guru
- mengajak kebaikan
- mengingkari janji
- menikah
- menjaga alam
- menjaga diri
- menjalankan amal se mampu mu
- menjawab salam non muslim
- menuntut ilmu
- MENYAMAK
- metode
- mondok
- mualaf
- muhammadiah
- muharram
- murid dan guru
- musafor tidak berpuasa
- musyawarah
- nabi
- nabi adam
- nabi idris
- nabi isa
- nabi Khidir
- nabi muhammad
- nahwu
- najis
- nama rasul
- nasehat
- NASEHAT 1
- nasehat 2
- nasehat 3
- nasib
- ngaji
- niat baik dan buruk
- niat puasa
- nyambik
- obat hati
- obat sakit mata
- olahraga
- ongak
- orang salih
- orang tua
- ortu
- pakaian
- panjang Pendeknya belajar
- pelajaran
- pencari tuhan
- pendakian
- pendakian gunung dan perenungan hidup
- pendakwah
- penderitaan
- pengorbanan harta demi ilmu
- penjahat
- penyembelihan hewan yang ada janin nya
- perang
- perban
- perdamaian
- perempuan
- perjalanan
- perkembangan zaman
- pertemanan
- pesugihan
- pintu surga
- pra cum
- puasa
- puasa atlet
- pujaan
- qiyas
- qodho
- qunut
- qur'an
- qurban
- rajab
- ramadhan
- rejeki
- rendah hati
- ridha kedua orang tua
- rofak
- rokok
- ruh dan salam
- ruh dan suara
- rumah tangga
- saat ada yang berdoa
- sabar
- sabar oke
- sahabat nabi
- sahur
- sakit
- salah
- salam
- salam lintas agama
- salih salihah
- sanad
- santai aja nika doa mu tak kunjung terkabul
- santri
- sebab² kemalasan
- sedekah
- sehat
- sejarah
- Sejarah sihir
- semangka
- Semir
- sepak bola
- sesajen
- setan
- sholat
- sholat gerhana bulan dan matahari
- sholat hajat
- sholat jenazah
- sholat saat sulit menemukan debu atau air
- sholawat
- Sidratul Muntaha
- silaturahmi
- sirep
- soal amal
- solusi
- sombong
- sombong dan maksiat
- sopan santun
- suami
- suap
- suara wanita
- sujud syukur
- sukses
- sumpah
- sunnah sholat
- suntik
- surah yasin
- Sutra Dan Emas
- sya'ban
- syaikh nawawi
- Syaikh nawawi al bantani
- syarat wajib nya sholat
- syawal
- syiah
- tahajud
- tak sesuai harapan
- takdir
- tali persaudaraan
- tamak
- tanda² hamba rindu nabi Muhammad
- tangan kiri
- tarawih dan rowatib
- tarikat
- tasbih
- tauhid
- tawadhu
- tayamum
- teman
- tentang hidup sebenarnya
- tex
- thr
- tinggalkan yang tidak jelas
- traveling
- tulisan
- tutorial islami saat mendaki
- tv
- ulama
- universe
- walad
- wali
- wirid
- wudhu
- wudhu batal
- ziarah kubur
- zuhud


