Jumat, 27 Februari 2026

MAKSUD KEBERKAHAN SAHUR

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Februari 27, 2026


MAKSUD KEBERKAHAN DALAM SAHUR
 
Kanjeng Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Bersahurlah, karena di dalam sahur terdapat berkah"

1. Pendapat Para Ulama dalam Al-Kawakib Ad-Darori
 
Keberkahan sahur dapat diartikan dengan tiga makna utama:
 
- Pahala dan balasan kebaikan yang diperoleh ketika melaksanakan sahur.
- Kekuatan fisik dan semangat yang membuat ibadah puasa lebih ringan dan tidak terasa berat.
- Nilai-nilai yang terkandung dalam sahur itu sendiri, seperti bangun tidur malam, berdzikir, berdoa pada waktu yang mulia—ketika rahmat Allah turun dan do'a lebih mudah terkabul.
 
2. Nilai Utama Keberkahan Sahur Menurut Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani
 
Keberkahan sahur juga mencakup berbagai manfaat penting:
 
- Menjalankan sunnah yang diajarkan oleh Kanjeng Nabi.
- Membedakan diri dari umat ahli Kitab yang tidak melakukan sahur.
- Meningkatkan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa.
- Menambah semangat dan semangat dalam beribadah.
- Mencegah munculnya sikap buruk yang biasanya timbul karena lapar.
- Menjadi kesempatan untuk bersedekah kepada orang yang meminta atau makan bersama saudara lainnya.
- Menjadi waktu yang tepat untuk berdzikir dan berdoa pada saat yang mudah dikabulkan.
- Memudahkan orang yang lupa menetapkan niat puasa sebelum tidur untuk bisa menetapkannya saat sahur

ENGLISH

THE MEANING OF BLESSING IN SAHUR
 
The Prophet Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam said: "Eat suhur (the pre-dawn meal), for indeed there is blessing in suhur."
 
1. Scholars' Views in Al-Kawakib Ad-Darori
 
The blessing of suhur can be understood with three main meanings:
 
- Reward and recompense for good deeds obtained when performing suhur.
- Physical strength and enthusiasm that make the act of fasting lighter and less burdensome.
- Values contained within suhur itself, such as waking up at night, remembering Allah (dhikr), and praying at a noble time—when Allah’s mercy descends and prayers are more readily accepted.
 
2. Principal Values of Suhur's Blessing According to Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani
 
The blessing of suhur also includes various important benefits:
 
- Following the sunnah (prophetic tradition) taught by the Prophet.
- Distinguishing oneself from the People of the Book who do not observe suhur.
- Increasing strength to carry out the act of fasting.
- Boosting energy and enthusiasm in worship.
- Preventing the emergence of bad behavior that usually arises from hunger.
- Providing an opportunity to give alms to those who ask or to eat together with fellow Muslims.
- Serving as an appropriate time for dhikr and prayer at a moment when prayers are likely to be answered.
- Assisting those who forget to set their intention to fast before sleeping to establish it during suhur

DALIL

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Kanjeng nabi Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda "Bersahurlah, karena didalam sahur terdapat berkah"

Prophet Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam said: "Eat suhur, for indeed there is blessing in suhur"

قوله ﴿بركة﴾ قيل المراد بها الأجر والثواب في الفعل والمناسب أن يقرأ السحور بالضم لأنه مصدر بمعنى التسحر وأما السحور بالفتح فهو ما يتسحر به وقيل البركة فيه ما يقوى على الصوم وينشط له ويخفف المشقة فيه وقيل ما يتضمن من الاستيقاظ والذكر والدعاء في ذلك الوقت الشريف وقت نزول الرحمة وقبول الدعاء وما ورد في حق الاستغفار بالأسحار

Kata beliau, “berkah,” dikatakan merujuk pada pahala dan balasan atas perbuatan baik, dan lebih tepat dibaca “sahur” dengan huruf dammah karena merupakan kata benda verbal yang berarti perbuatan makan sahur. Adapun “sahur” dengan huruf fatha, merujuk pada apa yang dimakan saat sahur. Dikatakan juga bahwa berkah di dalamnya adalah apa yang menguatkan seseorang untuk berpuasa, memberi semangat untuk berpuasa, dan meringankan kesulitannya. Dikatakan juga bahwa berkah tersebut meliputi bangun tidur, berzikir, dan berdoa pada waktu yang diberkahi itu, waktu turunnya rahmat dan diterimanya doa, dan apa yang diriwayatkan tentang memohon ampunan di waktu itu

He said, "The term 'blessing' refers to the reward and recompense for good deeds, and it is more appropriate to pronounce 'sahur' with a dammah (vowel sound like 'u') because it is a verbal noun meaning the act of eating suhur. As for 'sahur' pronounced with a fatha (vowel sound like 'a'), it refers to what is eaten during suhur. It is also said that the blessing within it is that which strengthens a person for fasting, gives them enthusiasm for fasting, and eases its difficulty. It is also said that this blessing includes waking up, remembering Allah (dzikir), and praying at that blessed time—when mercy descends and prayers are accepted—as well as what is narrated about seeking forgiveness at that time"

قَوْلُهُ في حديث أنس: (تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً) هُوَ بِفَتْحِ السِّينِ وَبِضَمِّهَا؛ لِأَنَّ الْمُرَادَ بِالْبَرَكَةِ الْأَجْرُ وَالثَّوَابُ فَيُنَاسِبُ الضَّمُّ؛ لِأَنَّهُ مَصْدَرٌ بِمَعْنَى التَّسَحُّرِ، أَوِ الْبَرَكَةُ لِكَوْنِهِ يُقَوِّي عَلَى الصَّوْمِ وَيُنَشِّطُ لَهُ وَيُخَفِّفُ الْمَشَقَّةَ فِيهِ فَيُنَاسِبُ الْفَتْحَ؛ لِأَنَّهُ مَا يُتَسَحَّرُ بِهِ، وَقِيلَ: الْبَرَكَةُ مَا يُتَضَمَّنُ مِنَ الِاسْتِيقَاظِ وَالدُّعَاءِ فِي السَّحَرِ، وَالْأَوْلَى أَنَّ الْبَرَكَةَ فِي السُّحُورِ تَحْصُلُ بِجِهَاتٍ مُتَعَدِّدَةٍ، وَهِيَ اتِّبَاعُ السُّنَّةِ، وَمُخَالَفَةُ أَهْلِ الْكِتَابِ، وَالتَّقَوِّي بِهِ عَلَى الْعِبَادَةِ، وَالزِّيَادَةُ فِي النَّشَاطِ، وَمُدَافَعَةُ سُوءِ الْخُلُقِ الَّذِي يُثِيرُهُ الْجُوعُ، وَالتَّسَبُّبُ بِالصَّدَقَةِ عَلَى مَنْ يَسْأَلُ إِذْ ذَاكَ أَوْ يَجْتَمِعُ مَعَهُ عَلَى الْأَكْلِ، وَالتَّسَبُّبُ لِلذِّكْرِ وَالدُّعَاءِ وَقْتَ مَظِنَّةِ الْإِجَابَةِ، وَتَدَارُكُ نِيَّةِ الصَّوْمِ لِمَنْ أَغْفَلَهَا قَبْلَ أَنْ يَنَامَ

Pernyataan beliau dalam hadits Anas: “Makanlah makanan sahur, karena ada keberkahan dalam makanan sahur” diucapkan dengan huruf Sien disertai fatha dan damma; karena yang dimaksud dengan keberkahan adalah pahala dan balasan, maka damma tepat digunakan; karena Sien adalah kata benda verbal yang berarti makanan sahur, atau keberkahan karena menguatkan seseorang untuk berpuasa, memberi semangat untuk berpuasa, dan mengurangi kesulitan dalam berpuasa, maka fatha tepat digunakan. Karena makanan sahur dimakan saat fajar, dan telah dikatakan: keberkahan adalah apa yang terkandung dalam bangun dan berdoa saat fajar, dan lebih tepat lagi bahwa keberkahan dalam makanan sahur diperoleh dengan beberapa cara, yaitu: mengikuti Sunnah, berbeda pendapat dengan Ahli Kitab, mendapatkan kekuatan untuk beribadah, menambah energi, menjauhi akhlak buruk yang ditimbulkan oleh rasa lapar, dan memberi sedekah. Bagi orang yang meminta pada waktu itu atau sahur bersama saudara nya dan untuk mengingatkan dan waktu terbaik untuk beroda. dan untuk mengganti niat puasa bagi orang yang lalai niat berpuasa sebelum tidur

His statement in the hadith of Anas: 'Eat the pre-dawn meal (suhur), for there is blessing in the pre-dawn meal' is pronounced with the letter Sin accompanied by fatha and damma; because what is meant by blessing is reward and recompense, damma is appropriately used; because Sin is a verbal noun meaning the pre-dawn meal, or blessing as it strengthens a person for fasting, gives encouragement for fasting, and reduces difficulties in fasting, fatha is appropriately used. Since the pre-dawn meal is eaten at dawn, and it has been said: blessing is what is contained in waking up and praying at dawn, and it is more appropriate that the blessing in the pre-dawn meal is obtained in several ways, namely: following the Sunnah, differing in opinion from the People of the Book, gaining strength for worship, increasing energy, staying away from bad morals caused by hunger, and giving alms. For those who ask at that time or have suhur with their brother, and for reminding [others], and [it is] the best time to gather. And to renew the intention of fasting for those who forgot to intend fasting before sleeping

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top