ARIF MASYHUR DAN MASTUR
Sejak zaman dahulu, kedudukan orang yang Arif billah (mengenal Allah) terbagi menjadi dua keadaan: ada yang masyhur (terkenal dan dikenal luas oleh masyarakat), namun ada pula yang mastur (tersembunyi dan tidak viral).
Hal ini tergambar dalam peristiwa Isra Wal Mi'raj, ketika Rasulullah SAW bertemu dua sosok manusia yang jasadnya masih utuh. Salah satunya terbuka, dan yang lainnya tertutup
Malaikat Jibril menjelaskan soal jasad:
- Yang terbuka/keturunan nabi saw: Adalah keturunan beliau kelak yang menjadi Wali besar dan terkenal, yaitu Syekh Abdul Qodir Al-Jilani.
- Yang tertutup: Juga seorang Wali Allah yang memiliki kedudukan sangat tinggi (Quthub), yaitu Uwais Al-Qoroni, namun namanya tidak banyak dikenal orang.
Hingga kini, kebesaran Syekh Abdul Qodir Al-Jilani terbukti sangat masyhur. Banyak orang mengamalkan ajarannya, bertawasul, membaca manaqib, dan berziarah ke makamnya
ENGLISH
ARIF MASYHUR AND MASTUR
Since ancient times, the status of those who are Arif billah (those who truly know Allah) has been divided into two states: some are masyhur (famous and widely known by the people), while others are mastur (hidden and not viral).
This is illustrated in the event of Isra Wal Mi'raj, when the Prophet Muhammad ﷺ encountered two human figures whose bodies remained intact. One was open/exposed, while the other was covered.
Angel Jibril explained:
- The one that was open: He is one of your descendants who will become a great and famous Wali (Saint of Allah), namely Syekh Abdul Qodir Al-Jilani.
- The one that was covered: He is also a great Wali of Allah with the highest rank (Quthub), namely Uwais Al-Qoroni, however, not many people know about him.
Until today, the greatness of Syekh Abdul Qodir Al-Jilani is indeed very famous. Many people practice his teachings, make tawasul, read his manaqib (biography of virtues), and visit his shrine
DALIL
المشهور ببركة المستور
"Orang-orang yang masyhur sebab keberkahan Orang-orang yang mastur"
"The famous ones exist because of the blessings of the hidden ones"
About the Author