Minggu, 28 Juni 2026

YANG LEBIH BAHAYA DARI KEBODOHAN

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Juni 28, 2026




PALING BAHAYA DARI KETIDAKTAHUAN

 

Menurut para ulama, ada satu kondisi yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar ketidaktahuan. Bahaya terbesar adalah ketika seseorang tidak tahu, namun ia tidak sadar bahwa dirinya sebenarnya tidak tahu.

 

Sebagaimana tertulis jelas dalam kitab Ihya ‘Ulumiddin (jilid 4 halaman 369):

 

Dahulu, Imam Sahal At-Tusturi pernah ditanya:

"Wahai Aba Muhammad, tahukah engkau ada sesuatu yang lebih berbahaya daripada kebodohan?"

 

Beliau menjawab:

"Tentu ada. Yang lebih bahaya daripada kebodohan adalah kebodohan atas kebodohan itu sendiri (jahil karena tidak tahu bahwa dirinya jahil)."

 

Mengapa ini sangat berbahaya?

Karena kondisi ini menutup pintu ilmu dan belajar secara total. Jika seseorang merasa dirinya sudah paling tahu dan paling benar padahal sebenarnya tidak, lalu bagaimana mungkin ia mau belajar? Mustahil.

 

 

 

Kera yang Mengira Dirinya Purnama

 

Syekh Yusuf An-Nabhani mengungkapkan hal ini dengan bahasa yang sangat indah namun menyindir dalam karyanya Ar-Roiyyat Ash-Shughro. Ia menggambarkan sosok yang keliru namun merasa paling benar:

 

"Padahal ia bodoh dalam memahami agama dan ilmunya, namun memandang dirinya lebih tinggi derajatnya daripada para imam besar."

 

Lalu beliau menambahkan syair yang sangat masyhur:

 

"Banyak sekali bentuk kebodohan yang ada, namun yang paling buruk adalah seperti seekor kera yang melihat bayangannya sendiri dan mengira itu adalah bulan purnama yang indah."


ENGLISH 

THE MOST DANGEROUS THING ABOUT IGNORANCE

 

According to the scholars, there is a condition far more dangerous than simple ignorance. The greatest danger is when a person does not know, yet they are completely unaware that they actually do not know.

 

As clearly stated in the book Ihya ‘Ulumiddin (Vol. 4, page 369):

 

Imam Sahal At-Tusturi was once asked:

 

"O Aba Muhammad, do you know of anything more dangerous than ignorance?"

 

He replied:

 

"Yes, indeed. What is more dangerous than ignorance is ignorance about ignorance itself—being unaware that one is actually ignorant."

 

Why is this so dangerous?

 

Because this condition completely closes the door to knowledge and learning. If someone thinks they already know everything and are absolutely right, when in reality they are not, then how can they ever be willing to learn? It is impossible.

 

 

 

The Monkey Who Thought It Was The Full Moon

 

Sheikh Yusuf An-Nabhani expressed this beautifully yet critically in his work Ar-Roiyyat Ash-Shughro. He describes the person who is mistaken but thinks they are superior:

 

"Despite being ignorant in understanding religion and its sciences, he considers himself to be of higher rank than the great Imams."

 

He then added this famous verse of poetry:

 

"There are many forms of foolishness, but the ugliest of them all is a monkey looking at its reflection and thinking it is the beautiful full moon."

DALIL 


قِيلَ يَا أبا محمد هَلْ تَعْرِفُ شَيْئًا أَشَدَّ مِنَ الْجَهْلِ قَالَ نَعَمْ الْجَهْلُ بِالْجَهْلِ وَهُوَ كَمَا قَالَ لِأَنَّ الْجَهْلَ بِالْجَهْلِ يَسُدُّ بِالْكُلِّيَّةِ بَابَ التَّعَلُّمِ فمن يظن بالكلية بِنَفْسِهِ أَنَّهُ عَالِمٌ فَكَيْفَ يَتَعَلَّمُ.


Imam Sahal At-tusturi pernah ditanya "Wahai Aba muhammad, Apakah engkau tahu akan sesuatu yang paling bahaya daripada kebodohan?". Beliau menjawab "Benar saya mengetahuinya, Sesuatu yang paling bahaya dari kebodohan adalah kebodohan dalam kebodohan (kurang lebih seperti ini yang didawuhkan beliau)". Alasannya karena Bodoh didalam kebodohan itu menutup secara total pintu belajar, Dengan demikian Barangsiapa yang menduga secara keseluruhan didalam dirinya bahwa ia tahu (Padahal kenyataannya tidak demikian) Maka bagaimana dia mau belajar? 


Imam Sahal At-Tusturi was once asked: 'O Aba Muhammad, do you know of anything more dangerous than ignorance?' He replied: 'Yes, indeed I know. What is more dangerous than ignorance is ignorance within ignorance (or something to that effect as he conveyed it). The reason is because this state of being ignorant of one's own ignorance completely closes the door to learning. Consequently, whoever assumes that he already knows everything (when in reality he does not), then how can he ever be willing to learn?


وَمَع جهله في ديننا وعلومه يرى نفسه أعلى أئمته قدرا


"Seseorang dengan kebodohan dalam urusan agama dan ilmunya (Terkadang) memandang dirinya lebih tinggi dari pada para imam yang derajatnya luhur"

"Despite being ignorant in matters of religion and its knowledge, he considers himself to be of higher rank than the great scholars whose status is exalted"

فنون جنون الجاهلين كثيرة # وَأَقْبَحُها قرد يرى نفسه بدرا


"Beragam keindahan kebodohan sangatlah lumrah, Namun ada yang lebih indah, ialah seekor kera yang melihat dirinya sebagai Purnama"


"The forms of ignorance are many, yet the most absurd of all is a monkey that sees itself as the full moon"



Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top