JAGALAH TULISAN
Poin Penting dan Maknanya
1. Hidup di Dua Alam, Tanggung Jawab Sama
Di era modern saat ini, kita hidup di dunia nyata dan dunia maya. Karenanya, sikap bertanggung jawab dan cara bersikap kita harus konsisten di kedua tempat itu. Tujuan utama menulis adalah untuk memberikan manfaat—baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Jika tidak bisa memberi manfaat, setidaknya janganlah menyakiti atau berbuat tidak adil kepada sesama.
2. Tulisan Adalah "Lisan Kedua"
Seperti yang dijelaskan Imam Al-Ghazali dalam Bidayah Al-Hidayah, tulisan merupakan salah satu bentuk "lisan" kita. Justru karena itu, kita harus menjaganya dengan sama ketatnya seperti menjaga ucapan kita. Jangan menulis hal-hal yang tidak boleh kita ucapkan, seperti membuka aib orang lain (ghibah), mencaci-maki, atau hal-hal yang tidak baik lainnya.
3. Tulisan Akan Bertahan Selamanya
Syekh Nawawi mengutip puisi Imam Dzunnun Al-Mishri dalam Muroq Al-'ubudiyyah yang menyatakan bahwa setiap penulis pasti akan menghadapi akhir hayat, namun tulisan yang dibuatnya akan tetap ada meskipun waktu berlalu. Karenanya, hendaknya kita hanya menulis hal-hal yang nantinya akan membuat kita merasa senang dan bangga ketika melihatnya di hari Kiamat kelak
ENGLISH
GUARD YOUR WRITING
Key Points and Meanings
1. Living in Two Worlds, Responsibility Must Be Consistent
In today’s modern era, we live in both the real world and the virtual world. Therefore, our sense of responsibility and conduct must be consistent in both places. The main purpose of writing is to bring benefit—for ourselves and for others. If we cannot provide benefit, at the very least we should not harm or act unjustly toward others.
2. Writing Is Our "Second Tongue"
As explained by Imam Al-Ghazali in Bidayah Al-Hidayah, writing is one form of our "tongue." Precisely because of this, we must guard it as strictly as we guard our speech. Do not write things that are impermissible to say, such as revealing others’ flaws or secrets (ghibah), using abusive language, or other harmful content.
3. Writing Will Last Forever
Sheikh Nawawi quoted a poem by Imam Dhunnun Al-Misri in Muroq Al-'ubudiyyah, which states that every writer will eventually face the end of their life, yet their written works will remain even as time passes. Therefore, we should only write things that will bring us joy and pride when we see them on the Day of Judgment
About the Author