DAWAM WUDHU
Apa Itu Dawam Wudhu?
Dawam wudhu berarti melanggengkan keadaan suci dengan wudhu, bukan hanya melakukan wudhu ketika akan sholat saja. Bahkan setelah ada hadats, disunnahkan untuk berwudhu meskipun belum masuk waktu sholat dan tidak berniat sholat. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi ﷺ yang menyatakan, "Dan tidak menjaga pada wudhu terkecuali orang beriman yang sempurna" – yang dimaksudkan di sini adalah menjaga keadaan suci secara terus-menerus.
Kisah Inspiratif
ada seorang Kiyai yang menjaga wudhu hingga kurang lebih 7 jam selama perjalanan dari Indonesia ke bandara Jeddah, yang menjadi contoh nyata tentang kemampuan untuk mendawamkan wudhu.
Keutamaannya yang Sangat Mulia
Berdasarkan penjelasan para ulama, orang yang mendawamkan wudhu akan mendapatkan keutamaan sebagai berikut:
- Malaikat senang bersamanya
- Pena pahala selalu basah karena terus menerus mencatat amal baiknya
- Anggota tubuh dan jasadnya selalu bertasbih kepada Allah SWT
- Tidak akan ketinggalan takbiratul ihram ketika sholat berjamaah bersama imam
- Dijaga oleh malaikat dari gangguan jin dan manusia ketika tidur
- Sakaratul maut menjadi mudah ketika ajal tiba
- Diberikan perlindungan dari Allah SWT selama dalam keadaan suci
- Bahkan, jika wafat dalam keadaan suci, dicatat baginya mati dalam keadaan syahid sesuai sabda Nabi ﷺ kepada sahabat Anas bin Malik.
Para ulama juga menyebutkan bahwa mendawamkan wudhu termasuk ciri-ciri seorang wali Allah
ENGLISH
DAWAM WUDHU
What is Dawam Wudhu?
Dawam wudhu means maintaining a state of ritual purity through wudhu, not just performing wudhu only when about to pray. Even after experiencing minor ritual impurity (hadats), it is recommended to perform wudhu even if prayer time has not yet arrived and one does not intend to pray. This aligns with the saying of the Prophet ﷺ: "None guard their wudhu except the perfect believer" – which refers to maintaining a state of purity continuously.
Inspirational Story
There was a Kiyai (respected Islamic scholar/teacher) who maintained his wudhu for approximately 7 hours during a journey from Indonesia to Jeddah Airport, serving as a real example of the ability to practice dawam wudhu.
Its Highly Noble Virtues
Based on explanations from Islamic scholars, those who practice dawam wudhu will receive the following virtues:
- Angels are pleased to be in his company
- The pen recording his rewards remains moist, as it continuously notes his good deeds
- His body parts and limbs constantly glorify Allah SWT (perform tasbih)
- He will not miss the opening takbir (takbiratul ihram) when praying in congregation with the imam
- He is guarded by angels from disturbances by jinn and humans while sleeping
- The pangs of death (sakaratul maut) become easy when his time comes
- He is granted protection by Allah SWT as long as he remains in a state of purity
- Furthermore, if he passes away while in a state of purity, it is recorded for him that he died as a martyr, in accordance with the saying of the Prophet ﷺ to his companion Anas bin Malik.
Scholars also state that practicing dawam wudhu is one of the characteristics of a saint of Allah (wali Allah)
DALIL
(الثَّانِيَةَ عَشَرَ) فِيهِ اسْتِحْبَابُ دَوَامِ الطَّهَارَةِ، وَأَنَّهُ يُسْتَحَبُّ الْوُضُوءُ عَقِبَ الْحَدَثِ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ وَقْتُ صَلَاةٍ وَلَمْ يُرِدْ الصَّلَاةَ، وَهُوَ الْمُرَادُ بِقَوْلِهِ - ﷺ - «وَلَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إلَّا مُؤْمِنٌ» فَالظَّاهِرُ أَنَّ الْمُرَادَ مِنْهُ دَوَامُ الْوُضُوءِ لَا الْوُضُوءُ الْوَاجِبُ فَقَطْ عِنْدَ الصَّلَاةِ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ
"Dalam Hadits Bilal disunnahkan dawam keadaan suci, Dan sesungguhnya disunnahkan wudhu setelah datang hadats walaupun belum masuk waktu sholat dan tidak menghendaki untuk sholat. Penjelasan ini diambil maksud dari Dawuhan kanjeng nabi :Dan tidak menjaga pada wudhu terkecuali orang beriman yang sempurna. Karena secara dhohir makna dari Dawuhan kanjeng nabi adalah dawam wudhu, bukan wudhu wajib saja ketika hendak sholat. Wallohu a'lam
"In the hadith narrated by Bilal, maintaining a state of ritual purity (dawam wudhu) is recommended. Moreover, performing wudhu after experiencing minor ritual impurity (hadats) is recommended even if prayer time has not yet arrived and one does not intend to pray. This explanation is derived from the instruction of the Prophet ﷺ: "None guard their wudhu except the perfect believer". Because the apparent meaning of the Prophet’s instruction refers to maintaining a continuous state of purity (dawam wudhu), not just performing the obligatory wudhu only when about to pray. Allah knows best (Wallahu a'lam)"
وخرج الآجري «عن أنس بن مالك قال: قال رسول الله ﷺ: يا أنس إن استطعت أن تكون أبدًا على وضوء فافعل.فإن ملك الموت إذا قبض روح العبد وهو على وضوء كتبت له شهادة»
Imam Al-Ajuri meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin malik, ia berkata : Rasulullah pernah bersabda "Wahai anas, jika engkau mampu selamanya dirimu dalam keadaan wudhu Maka lakukalah, karena malaikat maut ketika mencabut ruh hamba, Dan dia dalam keadaan punya wudhu Maka dicatat baginya mati dalam keadaan syahid"
"Imam Al-Ajuri narrated a hadith from the companion Anas bin Malik, who said: The Messenger of Allah ﷺ stated, "O Anas, if you are able to remain in a state of wudhu perpetually, then do so. For when the Angel of Death takes the soul of a servant who is in a state of wudhu, it is recorded for him that he died as a martyr"
وقال بعض العارفين من داوم على الوضوء أكرمه الله تعالى بسبعة خصال: أن ترغب الملائكة في صحبته، ولا يزال القلم رطباً من كتب ثوابه، وتسبح أعضاؤه وجوارحه، ولا تفوته التكبيرة الأولى أي: مع الإمام. وإذا نام بعث الله إليه ملائكة يحفظونه من شر الثقلين، ويسهل الله عليه سكرات الموت، ويكون في أمان الله عز وجل ما دام على وضوء
Sebagian ahli makrifat berkata "Barangsiapa yang dawam wudhu maka Alloh ta'ala muliakan dengan tujuh perkara :
1. Malaikat suka menemaninya
2. Qolam tidak henti-henti basah menulis pahalanya.
3. Anggota tubuhnya bertasbih
4. Tidak tertinggal takbirotul ihram imam (ketika sholat berjamaah)
5. Apabila dia tidur maka Alloh kirim malaikat yang menjaganya dari keburukan jin dan manusia
6. Alloh mudahkan dalam sakaratulmaut
7. Mendapatkan Aman dari Alloh selama dawam wudhu
"Some Sufi masters (people with spiritual knowledge) said, *"Whoever maintains a continuous state of wudhu (dawam wudhu) will be honored by Allah the Almighty with seven virtues:
1. Angels are pleased to accompany him
2. The pen (recording his deeds) remains perpetually moist, writing down his rewards
3. His body parts and limbs glorify Allah (perform tasbih)
4. He does not miss the opening takbir (takbiratul ihram) led by the imam (when praying in congregation)
5. When he sleeps, Allah sends angels to guard him from the mischief of jinn and humans
6. Allah eases the pangs of death (sakaratul maut) for him
7. He receives protection from Allah as long as he maintains his state of wudhu"
About the Author