Kamis, 02 April 2026

FAKTA BULAN DALAM ISLAM 2

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  April 02, 2026


FAKTA BULAN 2

Bulan dan Matahari sebagai Tanda Kebesaran Allah
 
- Matahari dan bulan adalah tanda kebesaran, kekuasaan, dan kesempurnaan Allah SWT.
- Matahari bersinar terang, sedangkan bulan memberikan cahaya yang nyaman.
- Keduanya diciptakan dengan fungsi berbeda untuk melengkapi satu sama lain dan sebagai petunjuk perhitungan waktu.
 
Hikmah Cahaya Bulan yang Bertambah dan Berkurang
 
- Matahari cahayanya tetap setiap hari karena diperintah bersujud kepada Allah setiap malam.
- Bulan cahayanya berubah-ubah karena hanya diperintah bersujud pada malam tanggal 14.
- Awal bulan: Cahaya bertambah terang karena bulan merasa bahagia menunggu waktu sujud.
- Tanggal 14-15: Cahaya paling terang (purnama) karena saat itulah ia melaksanakan sujud.
- Akhir bulan: Cahaya berkurang dan menghilang karena bulan bersedih karena waktunya sujud telah berlalu.
 
Pelajaran bagi Manusia
 
- Semua makhluk di langit dan bumi tunduk dan patuh (bersujud) kepada Allah.
- Makhluk lain sangat taat dan merasakan bahagia saat beribadah serta sedih jika menjauh dari-Nya.
- Berbeda dengan manusia, seringkali menganggap ibadah hanya kewajiban biasa tanpa rasa cinta dan kerinduan kepada Allah

ENGLISH

MOON FACTS 2
 
The Sun and Moon as Signs of Allah's Greatness
 
- The sun and moon are signs of Allah's greatness, power, and perfection.
- The sun shines brightly, while the moon provides a comforting light.
- Both were created with different functions to complement each other and serve as a guide for calculating time.
 
The Wisdom Behind the Moon's Waxing and Waning Light
 
- The sun's light remains constant every day because it is commanded to prostrate (submit) to Allah every night.
- The moon's light changes because it is only commanded to prostrate specifically on the night of the 14th.
- Beginning of the month: The light grows brighter because the moon feels happy waiting for the time to prostrate.
- Dates 14-15: The light is at its brightest (full moon) because this is when it performs the prostration.
- End of the month: The light decreases and disappears because the moon feels sad that the time for prostration has passed.
 
Lessons for Humans
 
- All creatures in the heavens and earth submit and obey (prostrate) to Allah.
- Other creatures are very obedient; they feel happiness when worshipping and sadness when they are far from Him.
- This is different from humans, who often regard worship merely as an obligation without feeling love and longing for Allah

DALIL

وَمِن آيَاتِهِ الَّيلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمسُ وَالقَمَرُ (فصلت: 37)

 Artinya, “Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah ialah malam, siang, matahari dan bulan.” (QS Fussilat: 37)

Meaning: “And among His Signs are the night and the day, and the sun and the moon.” (Surah Fussilat: 37)

هُوَ الَّذِى جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَآءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ، مَا خَلَقَ اللهُ ذَلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ، يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ. (يونس: 5)

Artinya, “Allah adalah Dzat yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dia yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kalian mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS Yunus: 5)

Meaning: “It is He who made the sun a shining light and the moon a reflected light and determined for it phases that you might know the number of years and the method of calculation. Allah did not create this except in truth. He explains the signs in detail for those who have knowledge.” (Surah Yunus: 5)

وَالْحِكْمَةُ فِي كَوْنِ الشَّمْسِ لَا تَزِيْدُ وَلَا تَنْقُصُ، وَكَوْنُ الْقَمَرِ يَزِيْدُ وَيَنْقُصُ أَنَّ الشَّمْسَ قَبْلَ طُلُوْعِهَا تُؤْمَرُ بِالسُّجُوْدِ كُلَّ لَيْلَةٍ فَلَا تَزِيْدُ وَلَا يَنْقُصُ، وَالْقَمَرُ يُؤْمَرُ بِالسُّجُوْدِ لَيْلَةَ أَرْبَعَةَ عَشَرَ فَيَزْدَادُ فِي أَوَّلِ الشَّهْرِ فَرْحًا لِذَلِكَ، ثُمَّ يَنْقُصُ اِلَى أَخِرِ الشَّهْرِ حُزْنًا عَلَى ذَلِكَ

Artinya, “Adapun hikmah sinar matahari tidak pernah bertambah dan tidak pernah berkurang, dan cahaya bulan selalu bertambah dan berkurang, adalah bahwa sebelum matahari terbit, ia diperintah (oleh Allah) untuk melakukan sujud kepada-Nya setiap malam. Karenanya, sinar matahari tidak pernah bertambah, tidak (pula) berkurang; sedangkan bulan diperintah untuk melakukan sujud hanya pada malam tanggal 14, karenanya cahayanya akan selalu bertambah sejak awal bulan, karena bahagia dengan sujudnya, namun selanjutnya cahayanya berkurang sampai akhir bulan, karena bersedih dengan (jauhnya dari perintah sujud itu).” (Ibrahim al-Baijuri, Hâsyiyyatul Baijuri alâ Ibni Qâsim al-Ghazi, [Beirut-Syiria, Dârul Fikr: 1997], juz I, halaman 237)

Meaning: “As for the wisdom behind the sun’s light never increasing or decreasing, and the moon’s light always waxing and waning, it is because before the sun rises, it is commanded (by Allah) to prostrate to Him every night. Therefore, its light never increases nor decreases. Whereas the moon is commanded to prostrate only on the night of the 14th. Hence, its light increases from the beginning of the month out of happiness for its prostration, but then it decreases until the end of the month because it is saddened by being distant from that command.” (Ibrahim al-Baijuri, Hâsyiyyatul Baijuri alâ Ibni Qâsim al-Ghazi, [Beirut-Syria, Dârul Fikr: 1997], Vol. I, page 237)

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top