Sidratul Muntaha: Tempat Istimewa dalam Perjalanan Isra’-Mi’raj Nabi Muhammad saw
Sidratul Muntaha adalah salah satu keagungan Allah yang diperlihatkan khusus kepada Nabi Muhammad saw pada malam Isra’-Mi’raj. Berikut adalah poin pentingnya berdasarkan penjelasan di atas:
1. Keistimewaan yang Eksklusif
Hanya Nabi Muhammad saw yang diperkenankan memasuki Sidratul Muntaha. Bahkan malaikat Jibril as, yang menjadi pendamping dalam perjalanan tersebut, tidak bisa melewati tempat ini.
2. Penyebutan dalam Al-Qur’an
Istilah "sidr" atau "sidrah" muncul dalam empat ayat Al-Qur’an dengan makna yang berbeda-beda:
- Surat Saba’ [34]:16 dan surat al-Waqi’ah [56]:28 menyebutkannya sebagai pohon bidara (satu di antaranya tidak berduri).
- Surat an-Najm [53]:14 dan 16 menyebutkan "Sidratul Muntaha" secara eksplisit, dengan hakikat pohon tersebut hanya diketahui oleh Allah.
3. Gambaran Fisik dan Lingkungannya
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan, Sidratul Muntaha memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Berada di dekat surga dan di atas langit ketujuh, sebelah kanan ‘Arasy.
- Dikelilingi oleh cahaya yang agung.
- Daunnya seperti kuping gajah, buahnya seperti kendi besar, dahan-dahannya terbuat dari mutiara, yaqut, dan zabarjad.
- Dari akarnya keluar empat sungai: dua berada di dalam surga, sedangkan dua yang lain adalah sungai Nil dan Eufrat.
4. Makna Nama "Sidratul Muntaha"
Nama ini diberikan karena:
- Tempat pohon merupakan puncak segala sesuatu yang naik dari bumi dan turun dari langit.
- Menjadi tempat terakhir perjalanan arwah para syuhada yang selalu mendapatkan karunia rezeki dari Allah.
- Setiap daunnya ditempati malaikat yang senantiasa berzikir kepada Allah, menjadikannya puncak ketinggian yang hanya diketahui oleh Nabi Muhammad saw.
5. Peristiwa Penting yang Terjadi di Sana
Selama berada di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad saw mengalami beberapa peristiwa penting:
- Melihat malaikat Jibril as dalam bentuk aslinya yang memiliki enam sayap dengan bulu yang mengibaskan butiran yaqut dan permata.
- Mengucapkan salam yang kemudian menjadi bacaan tahiyat dalam shalat umat Islam hingga sekarang.
- Diberikan pilihan antara minuman susu dan khamr, lalu memilih susu yang menandakan umatnya ditempatkan sesuai fitrah.
- Menerima perintah awal untuk melaksanakan shalat 50 waktu sehari, yang kemudian dikurangi menjadi 5 waktu setelah diusulkan oleh Nabi Musa as, namun tetap memiliki keutamaan yang sama dengan 50 waktu shalat
ENGLISH
SIDRATUL MUNTAHA
Sidratul Muntaha: A Special Place in the Isra’-Mi’raj Journey of Prophet Muhammad saw
Sidratul Muntaha is one of the greatness of Allah that was specially shown to Prophet Muhammad saw on the night of Isra’-Mi’raj. Here are the key points based on the explanation above:
1. Exclusive Exclusivity
Only Prophet Muhammad saw was permitted to enter Sidratul Muntaha. Even the angel Jibril as, who accompanied him on the journey, could not pass this place.
2. Mentions in the Qur’an
The term "sidr" or "sidrah" appears in four verses of the Qur’an with different meanings:
- Surah Saba’ [34]:16 and Surah al-Waqi’ah [56]:28 refer to it as a lote tree (one of which is thornless).
- Surah an-Najm [53]:14 and 16 explicitly mention "Sidratul Muntaha", and only Allah knows the true nature of this tree.
3. Physical Description and Surroundings
Based on the narrated hadith, Sidratul Muntaha has the following characteristics:
- Located near Paradise and above the seventh heaven, to the right of the ‘Arasy.
- Surrounded by great light.
- Its leaves are like elephant ears, its fruits like large jugs, and its branches are made of pearls, rubies, and emeralds.
- Four rivers flow from its roots: two are in Paradise, while the other two are the Nile and Euphrates rivers.
4. Meaning of the Name "Sidratul Muntaha"
This name was given because:
- The place of the tree is the peak of all things that ascend from the earth and descend from the heavens.
- It is the final resting place for the souls of martyrs who always receive sustenance from Allah.
- Each of its leaves is occupied by angels who constantly remember Allah, making it the highest peak known only to Prophet Muhammad saw.
5. Important Events That Occurred There
While at Sidratul Muntaha, Prophet Muhammad saw experienced several important events:
- Seeing the angel Jibril as in his original form, which has six wings with feathers that scatter particles of rubies and gems.
- Conveying greetings that later became the tahiyat recitation in Islamic prayers until today.
- Being given a choice between drinking milk and khamr (alcoholic drink), then choosing milk which signifies that his ummah (community) is placed according to their natural disposition.
- Receiving the initial command to perform 50 daily prayers, which was later reduced to 5 prayers after being suggested by Prophet Musa as, yet still retaining the same merit as 50 prayers
DALIL
لَمَّا عُرِجَ بِي إِلَى السَّمَاءِ رُفِعْتُ إِلَى سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى، فَرَأَيْتُ عِنْدَهَا نُورًا عَظِيمًا، وَإِذَا وَرَقُهَا مِثْلُ آذَانِ الْفُيُولِ، وَإِذَا نَبْقُهَا مِثْلُ قِلَالِ هَجَرَ، وَإِذَا أَرْبَعَةُ أَنْهَارٍ يَخْرُجُ مِنْ أَصْلِهَا نَهَرَانِ ظَاهِرَانِ وَنَهْرَانِ بَاطِنَانِ فَقُلْتُ: مَا هَذَا يَا جِبْرِيلُ؟ قَالَ: أَمَا الْبَاطِنَانِ فَنَهَرَانِ فِي الْجَنَّةِ، وَأَمَّا الظَّاهِرَانِ فَالنِّيلُ وَالْفُرَاتُ
“Ketika dimi’rajkan ke langit, aku dinaikkan ke Sidratul Muntaha. Kemudian, aku melihat cahaya yang agung. Daun-daun Sidratul Muntaha itu seperti kuping-kuping gajah dan buah-buahnya seperti kendi besar. Di sana ada empat sungai yang dari akarnya keluar dua sungai luar dan dua sungai dalam. Saat itu, aku bertanya, ‘Apa ini, Jibril?’ Ia menjawab, ‘Dua sungai dalam adalah dua sungai di surga, sedangkan dua sungai luar adalah sungai Nil dan Eufrat,’” (HR Ahmad)
"When I was taken on the Night Journey (Isra and Mi'raj) to heaven, I was elevated to Sidratul Muntaha. Then, I saw a magnificent light. The leaves of Sidratul Muntaha are like elephant ears and its fruits are like large water jars. There, four rivers emerge from its roots—two outer rivers and two inner rivers. At that time, I asked, 'What are these, Jibril?' He replied, 'The two inner rivers are two rivers in paradise, while the two outer rivers are the Nile and the Euphrates,'" (Narrated by Ahmad)
إني لم أجاوز هذا الموضع، ولم يؤمر أحد بالمجاوزة عن هذا الموضع غيرك
“Aku tidak bisa melewati tempat ini. Tidak ada satu pun yang diperintah melewati tempat ini kecuali engkau.”
"I cannot pass through this place. No one has been commanded to pass through this place except you"
About the Author