Assalamualaikum! Blog ini berisi pelajaran agama Islam dengan bahasa yang mudah dipahami. Ada terjemahan bahasa Inggrisnya juga, lho! Yuk, belajar Islam sambil ngasah bahasa Inggris! Assalamualaikum! This blog contains Islamic lessons in easy-to-understand language. There's also an English translation! Let's learn Islam while improving your English!
Sabtu, 16 Mei 2026
NAHWU 2
Jumat, 15 Mei 2026
SOAL NASEHAT
Kamis, 14 Mei 2026
MEMAHAMI KULLU DSB
Dalam mempelajari ilmu Nahwu dan Sharaf, seringkali kita menjumpai kata-kata yang memiliki tulisan atau bunyi yang mirip namun memiliki makna dan fungsi tata bahasa yang sangat berbeda. Salah satu materi dasar yang penting untuk dikuasai adalah pembahasan mengenai Kullu DSB.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai berbagai cara membaca dan maknanya, beserta analisis gramatikalnya:
1. Dibaca: Kullu (كُلُّ) / Kulla / Kulli
- Arti: Setiap atau Semua.
- Analisis Nahwu: Berfungsi sebagai Isim Mudhaf, yaitu isim yang dihubungkan dengan kata atau isim lainnya yang berada tepat setelahnya.
2. Dibaca: Kal... (كَالْـ)
- Arti: Seperti... / Bagaikan... (biasanya diikuti oleh isim yang bertanda Alif Lam / definited).
- Analisis Nahwu: Merupakan gabungan dari Harf Jar Kaf (huruf jar yang bermakna seperti) dan Alif Lam (alamat kata tertentu/definite article).
3. Dibaca: Ka... (كَـ) - Hanya di Awal Kata
- Arti: Seperti... / Bagaikan... (diikuti oleh isim yang tidak bertanda Alif Lam / indefinite).
- Contoh: كَمَاءٍ (Ka-maa-in) = Seperti air.
4. Dibaca: ...ka (كَ) - Hanya di Akhir Kata
- Arti: -mu / Kamu (khusus untuk laki-laki tunggal).
- Contoh: كِتَابُكَ (Kitabuka) = Buku kamu / Buku engkau.
- Analisis Nahwu: Berfungsi sebagai Isim Dhamir Muttashil (kata ganti orang yang melekat pada kata sebelumnya).
Latihan: Uji Pemahaman Anda
Cobalah tebak arti dari dua kata di bawah ini berdasarkan cara bacanya:
1. قَلَمُكَ (Qalamuka)
2. كَالْقَمَرِ (Kal-qamari)
ENGLISH
UNDERSTANDING KULLU ETC
In the study of Nahwu (Syntax) and Sharaf (Morphology), we often encounter words that look or sound similar but carry completely different meanings and grammatical functions. One of the fundamental topics that must be mastered is the explanation of Kullu DSB.
Below is a complete explanation of the various readings, meanings, and grammatical analyses:
1. Read as: Kullu (كُلُّ) / Kulla / Kulli
- Meaning: Every or All.
- Nahwu Analysis: Functions as Isim Mudhaf (a noun that is annexed/connected to another noun that comes immediately after it).
2. Read as: Kal... (كَالْـ)
- Meaning: Like... / As... / Similar to... (usually followed by a noun marked with Alif Lam / definite).
- Nahwu Analysis: A combination of Harf Jar Kaf (a preposition meaning "like") and Alif Lam (the definite article).
3. Read as: Ka... (كَـ) – Only at the Beginning of a Word
- Meaning: Like... / As... (followed by a noun without Alif Lam / indefinite).
- Example: كَمَاءٍ (Ka-maa-in) = Like water.
4. Read as: ...ka (كَ) – Only at the End of a Word
- Meaning: Your (specifically for one male person).
- Example: كِتَابُكَ (Kitabuka) = Your book.
- Nahwu Analysis: Functions as Isim Dhamir Muttashil (an attached pronoun).
Exercise: Test Your Understanding
Try to guess the meaning of the two words below based on their pronunciation:
1. قَلَمُكَ (Qalamuka)
2. كَالْقَمَرِ (Kal-qamari)
NAHWU 1
MEMAHAMI KULLU DSB
Dalam mempelajari ilmu Nahwu dan Sharaf, seringkali kita menjumpai kata-kata yang memiliki tulisan atau bunyi yang mirip namun memiliki makna dan fungsi tata bahasa yang sangat berbeda. Salah satu materi dasar yang penting untuk dikuasai adalah pembahasan mengenai Kullu DSB.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai berbagai cara membaca dan maknanya, beserta analisis gramatikalnya:
1. Dibaca: Kullu (كُلُّ) / Kulla / Kulli
- Arti: Setiap atau Semua.
- Analisis Nahwu: Berfungsi sebagai Isim Mudhaf, yaitu isim yang dihubungkan dengan kata atau isim lainnya yang berada tepat setelahnya.
2. Dibaca: Kal... (كَالْـ)
- Arti: Seperti... / Bagaikan... (biasanya diikuti oleh isim yang bertanda Alif Lam / definited).
- Analisis Nahwu: Merupakan gabungan dari Harf Jar Kaf (huruf jar yang bermakna seperti) dan Alif Lam (alamat kata tertentu/definite article).
3. Dibaca: Ka... (كَـ) - Hanya di Awal Kata
- Arti: Seperti... / Bagaikan... (diikuti oleh isim yang tidak bertanda Alif Lam / indefinite).
- Contoh: كَمَاءٍ (Ka-maa-in) = Seperti air.
4. Dibaca: ...ka (كَ) - Hanya di Akhir Kata
- Arti: -mu / Kamu (khusus untuk laki-laki tunggal).
- Contoh: كِتَابُكَ (Kitabuka) = Buku kamu / Buku engkau.
- Analisis Nahwu: Berfungsi sebagai Isim Dhamir Muttashil (kata ganti orang yang melekat pada kata sebelumnya).
Latihan: Uji Pemahaman Anda
Cobalah tebak arti dari dua kata di bawah ini berdasarkan cara bacanya:
1. قَلَمُكَ (Qalamuka)
2. كَالْقَمَرِ (Kal-qamari)
ENGLISH
UNDERSTANDING KULLU ETC
In the study of Nahwu (Syntax) and Sharaf (Morphology), we often encounter words that look or sound similar but carry completely different meanings and grammatical functions. One of the fundamental topics that must be mastered is the explanation of Kullu DSB.
Below is a complete explanation of the various readings, meanings, and grammatical analyses:
1. Read as: Kullu (كُلُّ) / Kulla / Kulli
- Meaning: Every or All.
- Nahwu Analysis: Functions as Isim Mudhaf (a noun that is annexed/connected to another noun that comes immediately after it).
2. Read as: Kal... (كَالْـ)
- Meaning: Like... / As... / Similar to... (usually followed by a noun marked with Alif Lam / definite).
- Nahwu Analysis: A combination of Harf Jar Kaf (a preposition meaning "like") and Alif Lam (the definite article).
3. Read as: Ka... (كَـ) – Only at the Beginning of a Word
- Meaning: Like... / As... (followed by a noun without Alif Lam / indefinite).
- Example: كَمَاءٍ (Ka-maa-in) = Like water.
4. Read as: ...ka (كَ) – Only at the End of a Word
- Meaning: Your (specifically for one male person).
- Example: كِتَابُكَ (Kitabuka) = Your book.
- Nahwu Analysis: Functions as Isim Dhamir Muttashil (an attached pronoun).
Exercise: Test Your Understanding
Try to guess the meaning of the two words below based on their pronunciation:
1. قَلَمُكَ (Qalamuka)
2. كَالْقَمَرِ (Kal-qamari)
Rabu, 13 Mei 2026
ILMU YANG SEBENARNYA BERMANFAAT ADALAH INI DIA
HUKUM ZIARAH KUBUR NON-MUSLIM:
Pengertian Ziarah Kubur
- Kegiatan mengunjungi makam untuk mendoakan arwah, menghormati jasa, dan sebagai refleksi spiritual serta pengingat akan kematian.
Hukum Ziarah Kubur Non-Muslim
- Hukum dasarnya adalah mubah atau diperbolehkan.
- Berbeda dengan ziarah kubur orang Muslim yang hukumnya sunah, ziarah ke makam non-Muslim tidak disunahkan, namun boleh dilakukan.
Syarat dan Tujuan
- Diperbolehkan selama tujuannya adalah untuk mengambil i’tibar (pelajaran), mengingat kematian, dan mempersiapkan diri untuk alam akhirat.
- Jika tujuannya semata-mata untuk mengambil pelajaran dan mengingat mati, menurut sebagian ulama hukumnya bisa menjadi sunah atau mandub.
Prinsip Tambahan
- Jika menziarahi non-Muslim setelah meninggal saja diperbolehkan, maka menziarahi atau menjenguk mereka ketika masih hidup jauh lebih utama dan lebih baik.
Sumber: Kitab Fathul Wahhab, Syarh Muslim, Hasyiyah As-Syirwani, dan Hasyiyaul Bujairami
ENGLISH
THE RULING ON VISITING THE GRAVES OF NON-MUSLIMS
Definition of Visiting Graves
- An activity of visiting graves to pray for the deceased, honor their services, and serve as spiritual reflection as well as a reminder of death.
The Ruling on Visiting the Graves of Non-Muslims
- The basic ruling is Mubah (permissible/allowed).
- Unlike visiting the graves of Muslims, which is Sunnah (recommended), visiting non-Muslim graves is not Sunnah, but it is permitted to do so.
Conditions and Intentions
- It is allowed as long as the purpose is to take I’tibar (lessons/wisdom), remember death, and prepare for the afterlife.
- If the intention is purely to learn a lesson and remember death, according to some scholars, the ruling can become Sunnah or Mandub (recommended).
Additional Principle
- If visiting non-Muslims after they have passed away is permissible, then visiting or checking on them while they are still alive is far more prioritized and better.
Sources: Kitab Fathul Wahhab, Syarh Muslim, Hasyiyah As-Syirwani, and Hasyiyaul Bujairami
DALIL
أَمَّا زِيَارَةُ قُبُورِ الْكُفَّارِ فَمُبَاحَةٌ --زكريا الأنصاري، فتح الوهاب، بيروت-دار الكتب العلمية، 1418هـ، ج، 1، ص. 176
Artinya: Bahwa berziarah ke kuburan orang-orang kafir itu mubah (diperbolehkan) (Zakariya al-Anshari, Fathul Wahhab, Bairut-Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, 1418 H, juz, 1, halaman 176)
Meaning: Verily, visiting the graves of the disbelievers is Mubah (permissible/allowed) (Zakariya al-Anshari, Fathul Wahhab, Beirut-Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, 1418 H, Vol. 1, Page 176)
إِذَا جَازَتْ زِيَارَتُهُمْ بَعْدَ الْوَفَاةِ فَفِي الْحَيَاةِ أَوْلَى (محي الدين شرف النووي، شرح النووي، على صحيح مسلم، بيروت-دار إحياء التراث العربي، الطبعة الثانية، 1392 هـ، ج، 8، ص. 45)
Artinya: Jika boleh menziarahi mereka (non-Muslim) setelah meninggal dunia, maka menziarahi mereka ketika masih hidup itu lebih utama (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, Syarhun Nawawi ala Shahihi Muslim, Bairut-Daru Ihya`it Turats al-‘Arabi, cet ke-II, 1392 H, juz, VIII, halaman 45)
Meaning: If it is permissible to visit them (non-Muslims) after they have passed away, then visiting them while they are still alive is even more prioritized/better. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, Syarhun Nawawi ala Shahihi Muslim, Beirut-Daru Ihya’it Turats al-‘Arabi, 2nd Edition, 1392 H, Vol. VIII, Page 45)
وإنَّما تُسَنُّ الزِّيارَةُ لِلِاعْتِبارِ والتَّرَحُّمِ والدُّعاءِ أخْذًا مِن قَوْلِ الزَّرْكَشِيّ إنّ نَدْبَ الزِّيارَةِ مُقَيَّدٌ بِقَصْدِ الِاعْتِبارِ أوْ التَّرَحُّمِ والِاسْتِغْفارِ أوْ التِّلاوَةِ والدُّعاءِ ونَحْوِهِ ويَكُونُ المَيِّتُ مُسْلِمًا أيْ ولَوْ أجْنَبِيًّا لا يَعْرِفُهُ لَكِنَّها فِيمَن يَعْرِفُهُ آكَدُ فَلا تُسَنُّ زِيارَةُ الكافِرِ بَلْ تُباحُ كَما فِي المَجْمُوعِ
Artinya: Sejatinya ziarah kubur disunahkan karena tujuan mengambil pelajaran atas kematian seseorang, mengasihi dan berdoa. Hal tersebut sebagaimana yang dipahami dari keterangan Imam Az-Zarkasyi. Selain itu, kesunahan ziarah juga disyaratkan kepada mayit yang beragama Islam, meskipun orang tersebut bukan kerabat atau bahkan tidak dikenalinya. Hanya saja ziarah ke orang yang dikenali hukumnya lebih dianjurkan. Maka dari itu tidak sunah berziarah ke kuburan orang non-Muslim. Namun hukumnya mubah (Imam As-Syirwani, Hasiyatus Syirwani ‘ala Tuhfatil Muhtaj, juz III, halaman 300)
Meaning: Essentially, visiting graves is Sunnah (recommended) with the intention of taking a lesson from someone's death, showing compassion, and praying for them. This is understood from the explanation of Imam Az-Zarkasyi.
Furthermore, the recommendation of visiting graves is specifically for deceased Muslims, even if the person is not a relative or is a stranger. However, visiting someone known is more highly recommended. Therefore, visiting the graves of non-Muslims is not Sunnah, yet it is permissible (Mubah) (Imam As-Syirwani, Hasiyatus Syirwani ‘ala Tuhfatil Muhtaj, Volume III, page 300)
أمّا زِيارَةُ قُبُورِ الكُفّارِ فَمُباحَةٌ، وقِيلَ مُحَرَّمَةٌ، شَرْحُ المَنهَجِ نَعَمْ إنْ كانَتْ الزِّيارَةُ بِقَصْدِ الِاعْتِبارِ وتَذَكُّرِ المَوْتِ كانَتْ مَندُوبَةً مُطْلَقًا إطْفِيحِيٌّ
Artinya: Adapun ziarah ke kuburan orang-orang non-Muslim hukumnya diperbolehkan (mubah). Sedangkan menurut pendapat yang lemah hukumnya haram. Namun, jika ziarah ke kuburan nonmuslim disertai tujuan mengambil pelajaran atas kematian seseorang atau untuk mengingat kematian, maka hukumnya adalah sunah secara mutlak (Sulaiman Al-Bujairami, Hasyiyaul Bujairami ‘alal Khatib, juz II, halaman 301)
Meaning: As for visiting the graves of non-Muslims, the ruling is permissible (mubah). Meanwhile, according to a weak opinion, the ruling is forbidden (haram). However, if the visit is intended to take a lesson from the person's death or to remember death itself, then the ruling is absolutely recommended (sunnah) (Sulaiman Al-Bujairami,
Hasyiyaul Bujairami ‘alal Khatib, Volume II, page 301)
ZIARAH KE NON MUSLIM
HUKUM ZIARAH KUBUR NON-MUSLIM:
Pengertian Ziarah Kubur
- Kegiatan mengunjungi makam untuk mendoakan arwah, menghormati jasa, dan sebagai refleksi spiritual serta pengingat akan kematian.
Hukum Ziarah Kubur Non-Muslim
- Hukum dasarnya adalah mubah atau diperbolehkan.
- Berbeda dengan ziarah kubur orang Muslim yang hukumnya sunah, ziarah ke makam non-Muslim tidak disunahkan, namun boleh dilakukan.
Syarat dan Tujuan
- Diperbolehkan selama tujuannya adalah untuk mengambil i’tibar (pelajaran), mengingat kematian, dan mempersiapkan diri untuk alam akhirat.
- Jika tujuannya semata-mata untuk mengambil pelajaran dan mengingat mati, menurut sebagian ulama hukumnya bisa menjadi sunah atau mandub.
Prinsip Tambahan
- Jika menziarahi non-Muslim setelah meninggal saja diperbolehkan, maka menziarahi atau menjenguk mereka ketika masih hidup jauh lebih utama dan lebih baik.
Sumber: Kitab Fathul Wahhab, Syarh Muslim, Hasyiyah As-Syirwani, dan Hasyiyaul Bujairami
ENGLISH
THE RULING ON VISITING THE GRAVES OF NON-MUSLIMS
Definition of Visiting Graves
- An activity of visiting graves to pray for the deceased, honor their services, and serve as spiritual reflection as well as a reminder of death.
The Ruling on Visiting the Graves of Non-Muslims
- The basic ruling is Mubah (permissible/allowed).
- Unlike visiting the graves of Muslims, which is Sunnah (recommended), visiting non-Muslim graves is not Sunnah, but it is permitted to do so.
Conditions and Intentions
- It is allowed as long as the purpose is to take I’tibar (lessons/wisdom), remember death, and prepare for the afterlife.
- If the intention is purely to learn a lesson and remember death, according to some scholars, the ruling can become Sunnah or Mandub (recommended).
Additional Principle
- If visiting non-Muslims after they have passed away is permissible, then visiting or checking on them while they are still alive is far more prioritized and better.
Sources: Kitab Fathul Wahhab, Syarh Muslim, Hasyiyah As-Syirwani, and Hasyiyaul Bujairami
DALIL
أَمَّا زِيَارَةُ قُبُورِ الْكُفَّارِ فَمُبَاحَةٌ --زكريا الأنصاري، فتح الوهاب، بيروت-دار الكتب العلمية، 1418هـ، ج، 1، ص. 176
Artinya: Bahwa berziarah ke kuburan orang-orang kafir itu mubah (diperbolehkan) (Zakariya al-Anshari, Fathul Wahhab, Bairut-Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, 1418 H, juz, 1, halaman 176)
Meaning: Verily, visiting the graves of the disbelievers is Mubah (permissible/allowed) (Zakariya al-Anshari, Fathul Wahhab, Beirut-Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, 1418 H, Vol. 1, Page 176)
إِذَا جَازَتْ زِيَارَتُهُمْ بَعْدَ الْوَفَاةِ فَفِي الْحَيَاةِ أَوْلَى (محي الدين شرف النووي، شرح النووي، على صحيح مسلم، بيروت-دار إحياء التراث العربي، الطبعة الثانية، 1392 هـ، ج، 8، ص. 45)
Artinya: Jika boleh menziarahi mereka (non-Muslim) setelah meninggal dunia, maka menziarahi mereka ketika masih hidup itu lebih utama (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, Syarhun Nawawi ala Shahihi Muslim, Bairut-Daru Ihya`it Turats al-‘Arabi, cet ke-II, 1392 H, juz, VIII, halaman 45)
Meaning: If it is permissible to visit them (non-Muslims) after they have passed away, then visiting them while they are still alive is even more prioritized/better. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, Syarhun Nawawi ala Shahihi Muslim, Beirut-Daru Ihya’it Turats al-‘Arabi, 2nd Edition, 1392 H, Vol. VIII, Page 45)
وإنَّما تُسَنُّ الزِّيارَةُ لِلِاعْتِبارِ والتَّرَحُّمِ والدُّعاءِ أخْذًا مِن قَوْلِ الزَّرْكَشِيّ إنّ نَدْبَ الزِّيارَةِ مُقَيَّدٌ بِقَصْدِ الِاعْتِبارِ أوْ التَّرَحُّمِ والِاسْتِغْفارِ أوْ التِّلاوَةِ والدُّعاءِ ونَحْوِهِ ويَكُونُ المَيِّتُ مُسْلِمًا أيْ ولَوْ أجْنَبِيًّا لا يَعْرِفُهُ لَكِنَّها فِيمَن يَعْرِفُهُ آكَدُ فَلا تُسَنُّ زِيارَةُ الكافِرِ بَلْ تُباحُ كَما فِي المَجْمُوعِ
Artinya: Sejatinya ziarah kubur disunahkan karena tujuan mengambil pelajaran atas kematian seseorang, mengasihi dan berdoa. Hal tersebut sebagaimana yang dipahami dari keterangan Imam Az-Zarkasyi. Selain itu, kesunahan ziarah juga disyaratkan kepada mayit yang beragama Islam, meskipun orang tersebut bukan kerabat atau bahkan tidak dikenalinya. Hanya saja ziarah ke orang yang dikenali hukumnya lebih dianjurkan. Maka dari itu tidak sunah berziarah ke kuburan orang non-Muslim. Namun hukumnya mubah (Imam As-Syirwani, Hasiyatus Syirwani ‘ala Tuhfatil Muhtaj, juz III, halaman 300)
Meaning: Essentially, visiting graves is Sunnah (recommended) with the intention of taking a lesson from someone's death, showing compassion, and praying for them. This is understood from the explanation of Imam Az-Zarkasyi.
Furthermore, the recommendation of visiting graves is specifically for deceased Muslims, even if the person is not a relative or is a stranger. However, visiting someone known is more highly recommended. Therefore, visiting the graves of non-Muslims is not Sunnah, yet it is permissible (Mubah) (Imam As-Syirwani, Hasiyatus Syirwani ‘ala Tuhfatil Muhtaj, Volume III, page 300)
أمّا زِيارَةُ قُبُورِ الكُفّارِ فَمُباحَةٌ، وقِيلَ مُحَرَّمَةٌ، شَرْحُ المَنهَجِ نَعَمْ إنْ كانَتْ الزِّيارَةُ بِقَصْدِ الِاعْتِبارِ وتَذَكُّرِ المَوْتِ كانَتْ مَندُوبَةً مُطْلَقًا إطْفِيحِيٌّ
Artinya: Adapun ziarah ke kuburan orang-orang non-Muslim hukumnya diperbolehkan (mubah). Sedangkan menurut pendapat yang lemah hukumnya haram. Namun, jika ziarah ke kuburan nonmuslim disertai tujuan mengambil pelajaran atas kematian seseorang atau untuk mengingat kematian, maka hukumnya adalah sunah secara mutlak (Sulaiman Al-Bujairami, Hasyiyaul Bujairami ‘alal Khatib, juz II, halaman 301)
Meaning: As for visiting the graves of non-Muslims, the ruling is permissible (mubah). Meanwhile, according to a weak opinion, the ruling is forbidden (haram). However, if the visit is intended to take a lesson from the person's death or to remember death itself, then the ruling is absolutely recommended (sunnah) (Sulaiman Al-Bujairami,
Hasyiyaul Bujairami ‘alal Khatib, Volume II, page 301)
Selasa, 12 Mei 2026
HATI PALING DI CINTAI ALLAH TA'ALA
SHOLAT DENGAN PERBAN
Senin, 11 Mei 2026
SAKTI BUKAN TANDA WALI
Poin Penting:
1. Standar Ukuran Wali
Kewalian itu dinilai bukan dari kemampuan supranatural, melainkan dari keteguhan dalam mengamalkan syariat dan sunnah. Seorang wali yang sebenarnya adalah mereka yang istiqamah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
2. Kesaktian Bukan Jaminan Kelebihan
Orang-orang yang disebutkan dalam sejarah (seperti Bal'am, Firaun, Qarun, dan Musailamah) memiliki kekuatan luar biasa, namun mereka bukanlah wali
3. Ujian di Akhir Zaman
Di akhir zaman, orang-orang yang memamerkan kesaktian akan semakin banyak. Hal ini terjadi karena minat masyarakat yang cenderung lebih mudah terpesona oleh hal-hal yang bersifat gaib dan instan, daripada mempelajari ilmu syariat.
4. Ciri Guru yang Sebenarnya
Para ulama dan guru kita di pesantren tidak pernah memamerkan kesaktian, bukan berarti mereka tidak hebat. Justru kehebatan mereka terletak pada kesabaran, mengamalkan dan keteladanan dalam mengajarkan agama.
5. Peringatan Imam Syafi'i
Imam Syafi'i rahimahullah mengingatkan:"Jika kalian melihat seseorang bisa berjalan di atas air atau terbang di udara, janganlah kalian terpedaya, sampai kalian melihat apakah perilakunya sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah atau tidak."
Oleh karena itu, menjadi prinsip kita untuk lebih berhati-hati. Menjauhi orang yang mengaku sakti atau bertingkah aneh bukanlah tindakan sombong, melainkan upaya menjaga keimanan agar tidak goyah
ENGLISH
SPIRITUAL POWER IS NOT THE SIGN OF A TRUE SAINT
Key Points:
1. The True Measure of Sainthood
Being a righteous servant of God (Wali) is not measured by supernatural abilities or miracles. The true standard is consistency in following the divine laws (Syariat) and the teachings of the Prophets. A true saint is one who is steadfast in obeying God's commands and avoiding what is forbidden.
2. Power Does Not Guarantee Goodness
Historical figures such as Bal'am, Pharaoh, Qarun, and Musailamah possessed extraordinary power. However, because they deviated from the truth, they were not considered righteous or holy.
3. A Test of the End Times
In the end times, people who claim to have special powers will increase in number. This happens because society is often more attracted to the mysterious, magical, and instant results, rather than learning and practicing true religious knowledge.
4. The Mark of a True Teacher
Our religious scholars and teachers do not show off supernatural powers. This does not mean they are not great; rather, their greatness lies in their patience, good character, and dedication in teaching the right path.
5. The Advice of Imam Al-Shafi'i
Imam Al-Shafi'i (may Allah have mercy on him) warned:
"If you see someone walking on water or flying in the air, do not be fooled by them. First, check if their actions and behavior are truly in accordance with the Holy Scripture and the Prophetic traditions."
Therefore, we must be very careful. Keeping a distance from those who claim to have magical powers or act strangely is not arrogance. It is simply a way to protect our faith and keep it strong
DALIL
إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَمْشِي عَلَى الْمَاءِ وَيَطِيرُ فِي الْهَوَاءِ ، فَلَا تَغْتَرُّوا بِهِ حَتَّى تَعْرِضُوا أَمْرَهُ عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
(البداية والنهاية:١٣ /٢٥١)
Jika kalian melihat orang berjalan di atas air atau terbang di udara, jangan tertipu, sampai kalian melihat prilakunya berdasarkan Al-Quran dan Sunnah
If you see someone walking on water or flying in the air, do not be deceived until you see whether their conduct is in accordance with the Quran and Sunnah
SAKTI BUKAN BERARTI WALI
SAKTI BUKAN TANDA WALI
Poin Penting:
1. Standar Ukuran Wali
Kewalian itu dinilai bukan dari kemampuan supranatural, melainkan dari keteguhan dalam mengamalkan syariat dan sunnah. Seorang wali yang sebenarnya adalah mereka yang istiqamah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
2. Kesaktian Bukan Jaminan Kelebihan
Orang-orang yang disebutkan dalam sejarah (seperti Bal'am, Firaun, Qarun, dan Musailamah) memiliki kekuatan luar biasa, namun mereka bukanlah wali
3. Ujian di Akhir Zaman
Di akhir zaman, orang-orang yang memamerkan kesaktian akan semakin banyak. Hal ini terjadi karena minat masyarakat yang cenderung lebih mudah terpesona oleh hal-hal yang bersifat gaib dan instan, daripada mempelajari ilmu syariat.
4. Ciri Guru yang Sebenarnya
Para ulama dan guru kita di pesantren tidak pernah memamerkan kesaktian, bukan berarti mereka tidak hebat. Justru kehebatan mereka terletak pada kesabaran, mengamalkan dan keteladanan dalam mengajarkan agama.
5. Peringatan Imam Syafi'i
Imam Syafi'i rahimahullah mengingatkan:"Jika kalian melihat seseorang bisa berjalan di atas air atau terbang di udara, janganlah kalian terpedaya, sampai kalian melihat apakah perilakunya sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah atau tidak."
Oleh karena itu, menjadi prinsip kita untuk lebih berhati-hati. Menjauhi orang yang mengaku sakti atau bertingkah aneh bukanlah tindakan sombong, melainkan upaya menjaga keimanan agar tidak goyah
ENGLISH
SPIRITUAL POWER IS NOT THE SIGN OF A TRUE SAINT
Key Points:
1. The True Measure of Sainthood
Being a righteous servant of God (Wali) is not measured by supernatural abilities or miracles. The true standard is consistency in following the divine laws (Syariat) and the teachings of the Prophets. A true saint is one who is steadfast in obeying God's commands and avoiding what is forbidden.
2. Power Does Not Guarantee Goodness
Historical figures such as Bal'am, Pharaoh, Qarun, and Musailamah possessed extraordinary power. However, because they deviated from the truth, they were not considered righteous or holy.
3. A Test of the End Times
In the end times, people who claim to have special powers will increase in number. This happens because society is often more attracted to the mysterious, magical, and instant results, rather than learning and practicing true religious knowledge.
4. The Mark of a True Teacher
Our religious scholars and teachers do not show off supernatural powers. This does not mean they are not great; rather, their greatness lies in their patience, good character, and dedication in teaching the right path.
5. The Advice of Imam Al-Shafi'i
Imam Al-Shafi'i (may Allah have mercy on him) warned:
"If you see someone walking on water or flying in the air, do not be fooled by them. First, check if their actions and behavior are truly in accordance with the Holy Scripture and the Prophetic traditions."
Therefore, we must be very careful. Keeping a distance from those who claim to have magical powers or act strangely is not arrogance. It is simply a way to protect our faith and keep it strong
DALIL
إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَمْشِي عَلَى الْمَاءِ وَيَطِيرُ فِي الْهَوَاءِ ، فَلَا تَغْتَرُّوا بِهِ حَتَّى تَعْرِضُوا أَمْرَهُ عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
(البداية والنهاية:١٣ /٢٥١)
Jika kalian melihat orang berjalan di atas air atau terbang di udara, jangan tertipu, sampai kalian melihat prilakunya berdasarkan Al-Quran dan Sunnah
If you see someone walking on water or flying in the air, do not be deceived until you see whether their conduct is in accordance with the Quran and Sunnah
HEWAN TERTABRAK. HALAL KAH?
Rabu, 06 Mei 2026
BELAJAR HIDUP DARI NGOPI
Selasa, 05 Mei 2026
MALAIKAT MUNKAR NAKIR
Senin, 04 Mei 2026
SABAR ITU ADA 3
MENDATANGI MAJELIS TANPA FAHAM
Minggu, 03 Mei 2026
HUKUM MAKAN KADAL GURUN
Sabtu, 02 Mei 2026
CARA MENDAPATKAN RIDHO ORANG TUA YANG UDAH WAFAT
NABI SAW UDAH PERNAH MENDENGAR RAMALAN SYAIKH ABDUL QADIR
Jumat, 01 Mei 2026
TANDA2 KIAMAT YANG TIDAK KITA SADARI
Category
- 3 doa mendaki gunung
- adab di atas ilmu
- adab jalanan
- adab memelihara kucing
- adab mudik dsb
- adab santri saat libur pesantren
- ahli ilmu selain tidak boleh sombong juga harus
- ahli ilmu vs ahli dzikir
- air
- air yang bisa di pakai bersuci
- air zam²
- al quran
- Al Quran
- alam
- alasan Allah tak terlihat
- allah
- amal
- amalan
- amil
- anak
- anak nakal
- Arti Sholawat Muhammadun
- arwah
- awet muda
- babi haram
- bacaan
- bacaan cepat
- badal
- bahtsul masail
- barang temuan
- batal puasa
- begal
- bekerja
- bela diri
- belajar
- berbuka
- bergantung pada Allah
- berkah
- berkembang
- bermusyawarah
- berpelukan
- bersatu
- bersholawat lah kepala Baginda nabi Muhammad
- bertindak
- bidah
- bismillah juga di larang
- bisul
- bocil
- boikot
- buah
- buka puasa
- bulan
- bulu hewan
- bumi
- bunuh diri
- buraq
- cara agar hajat terkabul
- cara cepat menghafal
- cara melestarikan alam menurut islam
- cara memilih guru
- cara menasehati
- cara mendapatkan ilmu
- cara mengenal allah
- cara mengurangi makan
- cara sehat
- cinta
- cinta tanah air
- contoh najis berpindah dari tempat nya (istinjak)
- darah muslim haram
- dawuh gus kautsar 1
- doa
- Doa
- doa ahli surga
- duniawi
- dupa
- dzikir
- egoisme
- emosi
- etika merawat hewan
- fadlu ain
- fadlu kifayah fardlu ain
- fakir miskin
- fakir vs menerima
- fardhu kifayah
- firasat
- fitnah
- gelang
- gerhana
- ghosop
- gunakan selalu Bismillahirrahmanirrahim
- gunung
- guru
- guru dan pelatih
- guru dan teman
- gus
- hadis nabi
- haflah
- hak Allah
- hal yang membuat berbohong di perbolehkan
- hari libur
- hari raya
- haters
- hati
- hewan
- hindari sesuatu yang menimbulkan prasangka buruk
- hormat
- hormati gus
- hujan
- hukum berdoa saat shujud sholat
- hukum daging tupai
- hukum gambar
- hukum guitar
- hukum hiu dan paus
- Hukum Jadi Kontener
- hukum jual beli subscribe dsb
- hukum liburan
- hukum main sepak bola menurut salah seorang ulama
- hukum makan dan minum sambil berdiri
- hukum makan gajah
- hukum makan semut
- hukum maman ayam dengan minyak babi
- hukum memakan buah saat mendaki
- Hukum Memakan Daging Mentah
- hukum membungkuk
- hukum membunuh katak
- hukum membunuh nyamuk
- hukum menjilat lembaran al quran
- hukum merokok
- hukum musik
- hukum musik 2
- hukum suap menyuap
- hukum tahlilan
- hukum wudhu pakai air sungai
- hutang
- iana
- ibadah
- iblis
- ijazah
- ilmu
- irab
- istinjak
- Istiqamah
- jalan²
- jamaah
- jangan berteman dengan ini
- jenazah
- jerawat
- jika ini terlewat wudhu tidak sah
- jin
- jin dan wirid
- jodoh
- jual beli
- jual beli online
- jualan
- jumat
- kata kata kasar
- kata kata sunan gunung jati
- kata2
- kata² hari ini
- kaya
- keadilan
- kebaikan
- kebencian
- kedekatan dengan tuhan
- Kegunaan mata sesungguhnya
- kehamilan
- kehidupan
- kejahatan
- kemarahan
- kemenangan
- kencing
- kesabaran dalam belajar
- ketuhanan
- khidmat
- kiamat
- kitab
- kiyai
- kiyai harus kaya
- kotoran hewan
- kuburan
- lagu
- lailatul qadar
- lailatul qodar
- langit
- lebaran
- liburan
- lomba
- lupa
- macam² air
- madzab
- maim game bisa haram jika
- majelis
- makam di masnid
- makan minum
- makanan
- makna bertasbih
- makna dzikir
- maknani
- makrifat
- makrifat dan ilmu agama
- maksiat
- malaikat
- malu
- manfaat keahlian
- manfaat melaksanakan maulid nabi
- manfaat sholat
- manipulatif
- masa depan
- masalah
- masjid
- mati
- mati syahid
- mayit
- mbah kholil Bangkalan
- melaksanakan kewajiban
- memakan daging mentah
- memamerkan kebaikan
- Membunuh
- memikirkan duniawi vs akhirat
- memilih ilmu yang tepat
- memilih teman
- memotong kuku
- memperbaiki diri
- mencari ilmu
- mencium tangan
- mendaki
- Meng agungkan guru
- mengajak kebaikan
- mengingkari janji
- menikah
- menjaga alam
- menjaga diri
- menjalankan amal se mampu mu
- menjawab salam non muslim
- menuntut ilmu
- MENYAMAK
- mondok
- mualaf
- muhammadiah
- murid dan guru
- musafor tidak berpuasa
- musyawarah
- nabi adam
- nabi idris
- nabi isa
- nabi Khidir
- nabi muhammad
- nahwu
- najis
- nama rasul
- nasehat
- NASEHAT 1
- nasehat 2
- nasehat 3
- nasib
- ngaji
- niat baik dan buruk
- niat puasa
- nyambik
- obat hati
- obat sakit mata
- olahraga
- ongak
- orang salih
- orang tua
- ortu
- pakaian
- panjang Pendeknya belajar
- pencari tuhan
- pendakian
- pendakian gunung dan perenungan hidup
- pendakwah
- penderitaan
- pengorbanan harta demi ilmu
- penjahat
- penyembelihan hewan yang ada janin nya
- perang
- perban
- perdamaian
- perempuan
- perkembangan zaman
- pesugihan
- pintu surga
- pra cum
- puasa
- puasa atlet
- pujaan
- qiyas
- qodho
- qunut
- qur'an
- rajab
- ramadhan
- rejeki
- ridha kedua orang tua
- rofak
- rokok
- ruh dan salam
- ruh dan suara
- saat ada yang berdoa
- sabar
- sabar oke
- sahabat nabi
- sahur
- sakit
- salah
- salam
- salam lintas agama
- salih salihah
- sanad
- santai aja nika doa mu tak kunjung terkabul
- santri
- sebab² kemalasan
- sedekah
- sehat
- sejarah
- Sejarah sihir
- semangka
- Semir
- sepak bola
- sesajen
- setan
- sholat
- sholat gerhana bulan dan matahari
- sholat hajat
- sholat jenazah
- sholat saat sulit menemukan debu atau air
- sholawat
- Sidratul Muntaha
- silaturahmi
- sirep
- soal amal
- sombong
- sombong dan maksiat
- sopan santun
- suami
- suap
- suara wanita
- sujud syukur
- sukses
- sumpah
- sunnah sholat
- suntik
- surah yasin
- Sutra Dan Emas
- sya'ban
- syaikh nawawi
- Syaikh nawawi al bantani
- syarat wajib nya sholat
- syawal
- syiah
- tahajud
- tak sesuai harapan
- takdir
- tali persaudaraan
- tamak
- tanda² hamba rindu nabi Muhammad
- tangan kiri
- tarawih dan rowatib
- tarikat
- tayamum
- tentang hidup sebenarnya
- tex
- thr
- tinggalkan yang tidak jelas
- traveling
- tutorial islami saat mendaki
- tv
- ulama
- universe
- wudhu
- wudhu batal
- ziarah kubur
- zuhud
Cari Blog Ini
Mengenai Saya
Fanspage Fb Kami
Saluran Wa Kami
Tags
- 3 doa mendaki gunung
- adab di atas ilmu
- adab jalanan
- adab memelihara kucing
- adab mudik dsb
- adab santri saat libur pesantren
- ahli ilmu selain tidak boleh sombong juga harus
- ahli ilmu vs ahli dzikir
- air
- air yang bisa di pakai bersuci
- air zam²
- al quran
- Al Quran
- alam
- alasan Allah tak terlihat
- allah
- amal
- amalan
- amil
- anak
- anak nakal
- Arti Sholawat Muhammadun
- arwah
- awet muda
- babi haram
- bacaan
- bacaan cepat
- badal
- bahtsul masail
- barang temuan
- batal puasa
- begal
- bekerja
- bela diri
- belajar
- berbuka
- bergantung pada Allah
- berkah
- berkembang
- bermusyawarah
- berpelukan
- bersatu
- bersholawat lah kepala Baginda nabi Muhammad
- bertindak
- bidah
- bismillah juga di larang
- bisul
- bocil
- boikot
- buah
- buka puasa
- bulan
- bulu hewan
- bumi
- bunuh diri
- buraq
- cara agar hajat terkabul
- cara cepat menghafal
- cara melestarikan alam menurut islam
- cara memilih guru
- cara menasehati
- cara mendapatkan ilmu
- cara mengenal allah
- cara mengurangi makan
- cara sehat
- cinta
- cinta tanah air
- contoh najis berpindah dari tempat nya (istinjak)
- darah muslim haram
- dawuh gus kautsar 1
- doa
- Doa
- doa ahli surga
- duniawi
- dupa
- dzikir
- egoisme
- emosi
- etika merawat hewan
- fadlu ain
- fadlu kifayah fardlu ain
- fakir miskin
- fakir vs menerima
- fardhu kifayah
- firasat
- fitnah
- gelang
- gerhana
- ghosop
- gunakan selalu Bismillahirrahmanirrahim
- gunung
- guru
- guru dan pelatih
- guru dan teman
- gus
- hadis nabi
- haflah
- hak Allah
- hal yang membuat berbohong di perbolehkan
- hari libur
- hari raya
- haters
- hati
- hewan
- hindari sesuatu yang menimbulkan prasangka buruk
- hormat
- hormati gus
- hujan
- hukum berdoa saat shujud sholat
- hukum daging tupai
- hukum gambar
- hukum guitar
- hukum hiu dan paus
- Hukum Jadi Kontener
- hukum jual beli subscribe dsb
- hukum liburan
- hukum main sepak bola menurut salah seorang ulama
- hukum makan dan minum sambil berdiri
- hukum makan gajah
- hukum makan semut
- hukum maman ayam dengan minyak babi
- hukum memakan buah saat mendaki
- Hukum Memakan Daging Mentah
- hukum membungkuk
- hukum membunuh katak
- hukum membunuh nyamuk
- hukum menjilat lembaran al quran
- hukum merokok
- hukum musik
- hukum musik 2
- hukum suap menyuap
- hukum tahlilan
- hukum wudhu pakai air sungai
- hutang
- iana
- ibadah
- iblis
- ijazah
- ilmu
- irab
- istinjak
- Istiqamah
- jalan²
- jamaah
- jangan berteman dengan ini
- jenazah
- jerawat
- jika ini terlewat wudhu tidak sah
- jin
- jin dan wirid
- jodoh
- jual beli
- jual beli online
- jualan
- jumat
- kata kata kasar
- kata kata sunan gunung jati
- kata2
- kata² hari ini
- kaya
- keadilan
- kebaikan
- kebencian
- kedekatan dengan tuhan
- Kegunaan mata sesungguhnya
- kehamilan
- kehidupan
- kejahatan
- kemarahan
- kemenangan
- kencing
- kesabaran dalam belajar
- ketuhanan
- khidmat
- kiamat
- kitab
- kiyai
- kiyai harus kaya
- kotoran hewan
- kuburan
- lagu
- lailatul qadar
- lailatul qodar
- langit
- lebaran
- liburan
- lomba
- lupa
- macam² air
- madzab
- maim game bisa haram jika
- majelis
- makam di masnid
- makan minum
- makanan
- makna bertasbih
- makna dzikir
- maknani
- makrifat
- makrifat dan ilmu agama
- maksiat
- malaikat
- malu
- manfaat keahlian
- manfaat melaksanakan maulid nabi
- manfaat sholat
- manipulatif
- masa depan
- masalah
- masjid
- mati
- mati syahid
- mayit
- mbah kholil Bangkalan
- melaksanakan kewajiban
- memakan daging mentah
- memamerkan kebaikan
- Membunuh
- memikirkan duniawi vs akhirat
- memilih ilmu yang tepat
- memilih teman
- memotong kuku
- memperbaiki diri
- mencari ilmu
- mencium tangan
- mendaki
- Meng agungkan guru
- mengajak kebaikan
- mengingkari janji
- menikah
- menjaga alam
- menjaga diri
- menjalankan amal se mampu mu
- menjawab salam non muslim
- menuntut ilmu
- MENYAMAK
- mondok
- mualaf
- muhammadiah
- murid dan guru
- musafor tidak berpuasa
- musyawarah
- nabi adam
- nabi idris
- nabi isa
- nabi Khidir
- nabi muhammad
- nahwu
- najis
- nama rasul
- nasehat
- NASEHAT 1
- nasehat 2
- nasehat 3
- nasib
- ngaji
- niat baik dan buruk
- niat puasa
- nyambik
- obat hati
- obat sakit mata
- olahraga
- ongak
- orang salih
- orang tua
- ortu
- pakaian
- panjang Pendeknya belajar
- pencari tuhan
- pendakian
- pendakian gunung dan perenungan hidup
- pendakwah
- penderitaan
- pengorbanan harta demi ilmu
- penjahat
- penyembelihan hewan yang ada janin nya
- perang
- perban
- perdamaian
- perempuan
- perkembangan zaman
- pesugihan
- pintu surga
- pra cum
- puasa
- puasa atlet
- pujaan
- qiyas
- qodho
- qunut
- qur'an
- rajab
- ramadhan
- rejeki
- ridha kedua orang tua
- rofak
- rokok
- ruh dan salam
- ruh dan suara
- saat ada yang berdoa
- sabar
- sabar oke
- sahabat nabi
- sahur
- sakit
- salah
- salam
- salam lintas agama
- salih salihah
- sanad
- santai aja nika doa mu tak kunjung terkabul
- santri
- sebab² kemalasan
- sedekah
- sehat
- sejarah
- Sejarah sihir
- semangka
- Semir
- sepak bola
- sesajen
- setan
- sholat
- sholat gerhana bulan dan matahari
- sholat hajat
- sholat jenazah
- sholat saat sulit menemukan debu atau air
- sholawat
- Sidratul Muntaha
- silaturahmi
- sirep
- soal amal
- sombong
- sombong dan maksiat
- sopan santun
- suami
- suap
- suara wanita
- sujud syukur
- sukses
- sumpah
- sunnah sholat
- suntik
- surah yasin
- Sutra Dan Emas
- sya'ban
- syaikh nawawi
- Syaikh nawawi al bantani
- syarat wajib nya sholat
- syawal
- syiah
- tahajud
- tak sesuai harapan
- takdir
- tali persaudaraan
- tamak
- tanda² hamba rindu nabi Muhammad
- tangan kiri
- tarawih dan rowatib
- tarikat
- tayamum
- tentang hidup sebenarnya
- tex
- thr
- tinggalkan yang tidak jelas
- traveling
- tutorial islami saat mendaki
- tv
- ulama
- universe
- wudhu
- wudhu batal
- ziarah kubur
- zuhud



