Selasa, 10 Februari 2026

HUKUM BUNUH DIRI

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Februari 10, 2026


BUNUH DIRI

- Bunuh diri dilarang dalam Islam: Bunuh diri dianggap sebagai dosa besar karena hidup adalah pemberian Allah, dan manusia tidak punya hak untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
- Dosanya lebih besar dari membunuh: Dalam Islam, dosa bunuh diri dianggap lebih besar daripada membunuh orang lain.
- Kekal di neraka? Terdapat perbedaan pendapat mengenai apakah pelaku bunuh diri akan kekal di neraka. Ada tiga pandangan utama:
1. Jika menghalalkan bunuh diri: Jika seseorang melakukan bunuh diri sambil menganggapnya halal (padahal tahu itu haram), maka ia bisa dianggap kafir dan kekal di neraka.
2. Menetap lama di neraka: Ada yang berpendapat bahwa "kekal" di neraka berarti tinggal di sana dalam waktu yang sangat lama, bukan selamanya.
3. Tidak kekal jika Muslim: Selama orang yang bunuh diri adalah seorang Muslim, ia tidak akan kekal di neraka, meskipun akan berada di sana dalam waktu yang lama sebagai konsekuensi perbuatannya.
- Solusi masalah bukan bunuh diri: Artikel menekankan bahwa bunuh diri bukanlah solusi untuk masalah hidup. Ada banyak cara lain yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah

ENGLISH

SUICIDE
 
- Suicide is forbidden in Islam: Suicide is considered a major sin because life is a gift from Allah, and humans have no right to end their own lives.
- The sin is greater than murder: In Islam, the sin of suicide is considered greater than murdering another person.
- Eternal in hell? There are differing opinions on whether those who commit suicide will be eternally in hell. There are three main views:
 
1. If legalizing suicide: If a person commits suicide while considering it permissible (even though they know it is forbidden), then they can be considered infidels and will be eternally in hell.
2. Residing in hell for a long time: Some argue that "eternal" in hell means living there for a very long time, but not forever.
3. Not eternal if Muslim: As long as the person who commits suicide is a Muslim, they will not be eternally in hell, although they will be there for a long time as a consequence of their actions.
 
- Suicide is not the solution to problems: The article emphasizes that suicide is not the solution to life's problems. There are many other better ways to solve problems

DALIL

إِنَّ مَنْ قَتَل نَفْسَهُ كَانَ إِثْمُهُ أَكْثَرَ مِمَّنْ قَتَل غَيْرَهُ

 

Artinya: Sungguh orang yang melakukan bunuh diri dosanya lebih besar dibanding orang yang membunuh orang lain. (Lihat Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Darus Salasil, juz III, halaman 239)

"Meaning: Indeed, the sin of a person who commits suicide is greater than that of a person who murders another. (See Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Darus Salasil, volume III, page 239)"

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ شَرِبَ سَمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَرَدَّى فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا

Artinya: Barang siapa yang bunuh diri dengan besi, maka besi yang tergenggam di tangannya akan selalu ia arahkan untuk menikam perutnya dalam neraka Jahanam secara terus-menerus dan ia kekal di dalamnya. Barang siapa yang bunuh diri dengan cara meminum racun maka ia akan selalu menghirupnya di neraka jahannam dan ia kekal di dalamnya. Barang siapa yang bunuh diri dengan cara terjun dari atas gunung, maka ia akan selalu terjun ke neraka jahanam dan dia kekal di dalamnya. (HR Muslim)

"Meaning: Whoever commits suicide with iron, then the iron grasped in his hand will always be directed to stab his stomach in hell continuously and he will abide therein eternally. Whoever commits suicide by drinking poison, then he will always sip it in hell and he will abide therein eternally. Whoever commits suicide by jumping from a mountain, then he will always fall into hell and he will abide therein eternally. (Narrated by Muslim)"

وَأَمَّا قَوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَهُوَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا فَقِيلَ فِيهِ أَقْوَالُ أَحَدِهَا أَنَّهُ مَحْمُولٌ عَلَى مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ مُسْتَحِلًّا مَعَ عِلْمِهِ بِالتَّحْرِيمِ فَهَذَا كَافِرٌ وَهَذِهِ عُقُوبَتُهُ

 

Artinya: Adapun sabda Rasulullah SAW; Maka ia kekal selama-lamanya di dalam neraka jahanam’, maka dalam hal ini dikatakan ada beberapa pandangan. Pertama, sabda ini mesti dipahami dalam konteks orang yang mati karena bunuh diri dan menganggap bahwa tindakan bunuh diri adalah halal padahal ia tahu bahwa bunuh diri itu haram. Maka hal ini menjadikannya kafir dan kekal di dalam neraka sebagai siksaan baginya (karena melakukan tindakan bunuh diri, pent). (Lihat: Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin al-Hajjaj, Beirut, Daru Ihya`it Turats Al-‘Arabiy, cet ke-2, 1392, juz II, halaman: 125)

"Meaning: As for the words of the Prophet Muhammad SAW; 'Then he will abide forever in Hell,' in this case, it is said that there are several views. Firstly, this saying must be understood in the context of a person who dies by suicide and considers the act of suicide permissible, even though he knows that suicide is forbidden. Thus, this makes him an infidel and he will abide in Hell as punishment for him (because of committing suicide, explanation). (See: Muhyiddin Sharaf An-Nawawi, Al-Minhaj Sharhu Sahih Muslim bin al-Hajjaj, Beirut, Daru Ihya'it Turath Al-'Arabiy, 2nd edition, 1392, volume II, page: 125)"

وَالثَّانِىُّ أَنَّ الْمُرَادَ بِالْخُلُودِ طُولُ الْمُدَّةِ وَالْاِقَامَةُ الْمُتَطَاوَلَةُ لَا حَقِيقَةَ الدَّوَامِ كَمَا يُقَالُ خَلَّدَ اللهُ مُلْكَ السُّلْطَانِ

 

Artinya: Kedua, apa yang dimaksud dengan kekal di dalam neraka adalah durasi waktu menetap di dalam neraka, bukan kekal dalam arti sesungguhnya, sebagaimana dikatakan ‘khalladallahu mulkas sulthan’ (Semoga Allah kekalkan kekuasaan sultan). (Lihat Muhyiddin Syaraf Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin al-Hajjaj, juz II, halaman 125)

"Meaning: Secondly, what is meant by eternal in hell is the duration of time spent in hell, not eternal in the true sense, as it is said, 'khalladallahu mulkas sulthan' (May Allah perpetuate the sultan's power). (See Muhyiddin Sharaf Nawawi, Al-Minhaj Sharhu Sahih Muslim bin al-Hajjaj, volume II, page 125)"

وَالثَّالِثُ أَنَّ هَذَا جَزَاؤُهُ وَلَكِنْ تَكَرَّم سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَأَخْبَرَ أَنَّهُ لَا يَخْلُدُ فِى النَّارِ مَنْ مَاتَ مُسْلِمًا

 

Artinya: Ketiga, bahwa kekekalan di dalam neraka adalah balasan atas perbuatannya, akan tetapi Allah SWT bermurah hati sehingga kemudian Dia mengabarkan bahwa sesungguhnya orang yang mati dalam keadaan sebagai Muslim tidak kekal di dalam neraka,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin al-Hajjaj, juz II, halaman 125)

"Meaning: Thirdly, that eternity in hell is a recompense for his actions, but Allah SWT is gracious, so He then informs that indeed a person who dies in a state as a Muslim will not be eternal in hell," (See Muhyiddin Sharaf An-Nawawi, Al-Minhaj Sharhu Sahih Muslim bin al-Hajjaj, volume II, page 125)

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top