Kamis, 08 Januari 2026

KATA² ABAH NUR 8

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Januari 08, 2026


BULAN ROJAB: BULAN YANG SARAT DENGAN KEISTIMEWAAN PERISTIWA ISRA' DAN MI'RAJ

Bulan Rojab merupakan salah satu bulan suci dalam kalender Hijriyah yang memiliki makna sangat mendalam bagi umat Islam seluruh dunia. Di dalam bulan yang mulia ini, terjadi sebuah peristiwa luar biasa dan penuh keajaiban yang dikenal dengan nama Isra' dan Mi'raj. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah agama Islam, karena pada saat itu Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam diangkat oleh kehendak Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk bertemu langsung dengan-Nya.
 
Perjalanan Isra' dimulai ketika Rasulullah diutus dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina dalam sekejap mata, menggunakan hewan surgawi bernama Buraq. Setelah sampai di Masjidil Aqsha, beliau kemudian melanjutkan perjalanan Mi'raj menuju alam gaib, melalui berbagai tingkatan langit hingga akhirnya mencapai Sidratil Muntaha untuk bertemu dengan Allah Ta'ala. Pada momen yang penuh berkah itu, Allah memberikan wahyu tentang kewajiban melaksanakan sholat wajib lima waktu. Perintah ini bukan hanya menjadi kewajiban bagi Nabi Muhammad SAW sendiri, tetapi juga menjadi keberkahan dan kemuliaan yang luar biasa bagi seluruh umatnya hingga akhir zaman, karena kita diberikan kesempatan dan kemudahan untuk melakukan ibadah sholat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
 
Menurut ajaran agama Islam, keyakinan terhadap terjadinya peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan bagian dari rukun iman yang harus diyakini oleh setiap muslim. Oleh karena itu, orang yang secara sengaja tidak mempercayai atau menolak terjadinya peristiwa agung ini bisa terjatuh dalam hukum kafir, karena hal tersebut termasuk dalam bentuk kekufuran terhadap salah satu mukjizat utama yang diberikan kepada Rasulullah SAW sebagai bukti kebenaran risalah-Nya.
 
Sebagai umat yang beriman, kita dianjurkan untuk memanfaatkan keistimewaan bulan Rojab dengan sebaik-baiknya, melalui berbagai amalan baik seperti memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan berbuat kebaikan kepada sesama. Selain itu, kita juga harus berharap agar bisa mendapatkan berkah tidak hanya di bulan Rojab semasa ini, tetapi juga di bulan Sya'ban yang akan datang – bulan di mana dipercaya terdapat malam pembebasan dari siksa neraka dan malam penentuan rejeki – serta bisa menyambut bulan Ramadhan dengan keadaan yang baik, baik secara jasmani maupun rohani. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan keberkahan untuk menjalani setiap bulan suci dengan penuh keimanan dan ketakwaan. Amiiin 🤲🤲
 
 POIN PENTING
 
1. Bulan Rojab menjadi saksi peristiwa luar biasa Isra' dan Mi'raj yang dialami oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
2. Pada peristiwa tersebut, Allah Ta'ala memberikan perintah sholat wajib lima waktu yang menjadi keberkahan bagi seluruh umat Islam.
3. Keyakinan terhadap Isra' dan Mi'raj merupakan bagian dari rukun iman, dan penolakan terhadapnya dapat menyebabkan seseorang terjatuh dalam hukum kafir.
4. Diharapkan seluruh umat Islam mendapatkan berkah di bulan Rojab, Sya'ban, serta dapat menyambut bulan Ramadhan dengan baik

ENGLISH 

MONTH OF RAJAB: A MONTH FILLED WITH THE SIGNIFICANCE OF THE ISRA' AND MI'RAJ EVENT
 
Rajab is one of the sacred months in the Hijri calendar that holds profound meaning for Muslims around the world. In this noble month, an extraordinary and miraculous event known as Isra' and Mi'raj took place. This event is a pivotal moment in Islamic history, as the Prophet Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam was elevated by the will of Allah Subhanahu wa Ta'ala to meet Him directly.
 
The Isra' journey began when the Prophet was sent from Masjid al-Haram in Makkah to Masjid al-Aqsa in Palestine in the blink of an eye, using a celestial creature named Buraq. Upon arriving at Masjid al-Aqsa, he then continued the Mi'raj journey to the unseen realm, passing through various levels of heaven until finally reaching Sidrat al-Muntaha to meet Allah Subhanahu wa Ta'ala. During this blessed moment, Allah revealed the obligation to perform the five daily obligatory prayers. This commandment was not only a duty for Prophet Muhammad SAW himself but also an extraordinary blessing and honor for all his followers until the end of time, as we are given the opportunity and ease to perform the prayer as a means of drawing closer to the Creator.
 
According to Islamic teachings, belief in the occurrence of the Isra' and Mi'raj is part of the pillars of faith that every Muslim must uphold. Therefore, those who deliberately do not believe in or reject this great event may fall under the ruling of disbelief, as it constitutes a form of denial of one of the main miracles bestowed upon Prophet Muhammad SAW as proof of the truth of his prophethood.
 
As believers, we are encouraged to make the most of the significance of the month of Rajab through various good deeds, such as increasing acts of worship, reading the Qur'an, praying, and doing good to others. Additionally, we should also hope to receive blessings not only in this current month of Rajab but also in the upcoming month of Sha'ban – a month believed to contain the night of deliverance from hellfire and the night of determining sustenance – and to welcome the month of Ramadan in good condition, both physically and spiritually. May we all be granted strength and blessings to live through each sacred month with full faith and piety. Ameen 🤲🤲
 
KEY POINTS
 
1. The month of Rajab witnessed the extraordinary event of Isra' and Mi'raj experienced by the Prophet Muhammad SAW.
2. During this event, Allah Subhanahu wa Ta'ala revealed the obligation of the five daily obligatory prayers, which became a blessing for all Muslims.
3. Belief in Isra' and Mi'raj is part of the pillars of faith, and rejection of it can lead to a person falling under the ruling of disbelief.
4. It is hoped that all Muslims will receive blessings in the months of Rajab, Sha'ban, and be able to welcome Ramadan well

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top