KENAPA BABI HARAM. KAMBING HALAL
1. Keharaman Babi dalam Islam
Daging babi diharamkan dalam ajaran Islam, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an (surat al-Baqarah ayat 173) dan hadits Nabi Muhammad saw. Meskipun demikian, banyak orang kini bertanya tentang alasan di balik keharamannya selain dasar agama.
2. Argumentasi Umum yang Perlu Ditinjau
Beberapa alasan yang sering dikemukakan adalah adanya cacing berbahaya pada daging babi yang tidak mati meskipun dimasak, serta pola hidup babi yang dianggap tidak bersih. Namun, kemajuan teknologi dan pengelolaan peternakan yang higienis dapat mengatasi kekhawatiran ini, sehingga diperlukan argumen lain untuk merasionalisasikan keharamannya.
3. Alasan Berdasarkan Sifat dan Akhlak
Selain karena kenajisannya, babi dianggap memiliki sifat-sifat buruk seperti kesenangan yang kuat pada hal-haram dan tidak memiliki rasa cemburu. Ajaran Islam menyatakan bahwa makanan akan memengaruhi tubuh dan akhlak orang yang memakannya, sehingga sifat buruk babi dapat menular dan mengubah perilaku manusia. Hal ini juga didukung oleh penjelasan Imam Ibnu Hajar al-Haitami.
4. Contoh Dampak pada Komunitas Kaum Frank
Komunitas kaum Frank yang terbiasa makan babi dikatakan cenderung melanggar larangan agama mereka dan tidak memiliki rasa cemburu terhadap pasangan.
5. Perbandingan dengan Kambing
Kambing tidak memiliki sifat buruk yang separah babi. Meskipun kambing juga memiliki kekurangan, manfaatnya sebagai sumber energi tubuh jauh lebih besar dibandingkan bahayanya, sehingga dagingnya diizinkan (halal)
ENGLISH
WHY PORK IS FORBIDDEN, GOAT IS PERMITTED (HALAL)
Key Points:
1. The Forbidden Status of Pork in Islam
Pork is forbidden in Islamic teachings, as stated in the Qur'an (Surah Al-Baqarah, verse 173) and the hadiths of the Prophet Muhammad peace be upon him. Even so, many people now ask about the reasons behind its prohibition beyond religious texts.
2. Common Arguments That Need Reconsideration
Some commonly cited reasons include the presence of harmful parasites in pork that do not die even when cooked, and pigs being considered unclean in their habits. However, technological advancements and hygienic farming practices can address these concerns, so additional arguments are needed to explain the prohibition.
3. Reasons Based on Character and Morality
Besides being impure, pigs are believed to have negative traits such as a strong inclination toward forbidden things and a lack of jealousy. Islamic teachings state that food affects the body and morality of those who consume it, so the negative traits of pigs can be transmitted and alter human behavior. This is also supported by explanations from Imam Ibn Hajar al-Haitami.
4. Example of Impact on the Frankish Community
The Frankish community, which was accustomed to eating pork, is said to have tended to violate the prohibitions of their religion (Christianity) and showed no jealousy toward their partners.
5. Comparison with Goats
Goats do not have such severe negative traits as pigs. Although goats also have shortcomings, their benefits as a source of bodily energy are far greater than any potential harm, so their meat is permitted (halal)
DALIL
قَالَ الْعُلَمَاءُ : وَلِأَنَّ الْغِذَاءَ يَصِيرُ جَوْهَرًا مِنْ بَدَنِ الْمُتَغَذِّي فَلَا بُدَّ وَأَنْ يَحْصُلَ لِلْمُتَغَذِّي أَخْلَاقٌ وَصِفَاتٌ مِنْ جِنْسِ مَا كَانَ حَاصِلًا مِنْ الْغِذَاءِ ، وَالْخِنْزِيرُ مَطْبُوعٌ عَلَى أَخْلَاقٍ ذَمِيمَةٍ جِدًّا مِنْهَا الْحِرْصُ الْفَاحِشُ وَالرَّغْبَةُ الشَّدِيدَةُ فِي الْمَنْهِيَّاتِ وَعَدَمُ الْغَيْرَةِ فَحُرِّمَ أَكْلُهُ عَلَى الْإِنْسَانِ لِئَلَّا يَتَكَيَّفَ بِتِلْكَ الْكَيْفِيَّةِ الْقَبِيحَةِ
Artinya, “Ulama berkata: ‘Dan mengonsumsi babi hukumya haram karena makakan akan menjadi jauhar (zat) pada tubuh orang yang memakannya, lalu ia pasti akan terpengaruh oleh akhlak dan sifat apa yang dimakannya. Padahal babi diciptakan sejak awal denga nmempunyai sifat-sifat yang sangat tercela, di antaranya kesenangan dan ketertarikan yang sangat kuat pada hal-hal yang dilarang dan tidak adaya rasa ghairah atau kecemburuan padanya. Karenanya orang diharamkan memakanya agar sifat-sifat buruk babi itu tidak tumbuh pada dirinya’. (Ibnu Hajar al-Haitami, Az-Zawajir ‘anil Iqtirafil Kabair, juz II, halaman 68)
It means, "The scholars said: 'And consuming pork is forbidden because food becomes a substance (jauhar) in the body of the one who eats it, so they will surely be influenced by the morals and traits of what they eat. Yet pigs were created from the beginning with highly reprehensible traits, including a strong pleasure and inclination toward forbidden things, and a lack of passion or jealousy. Therefore, people are forbidden from eating it so that the negative traits of pigs do not develop within them.' (Ibn Hajar al-Haitami, Az-Zawajir ‘anil Iqtirafil Kabair, Volume II, page 68)"
About the Author