Rabu, 04 Februari 2026

TAK APA² JIKA DI CURIGAI JAHAT

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Februari 04, 2026


TAK APA² TIDAK DI ANGGAP

Poin Penting dan Maknanya:
 
1. Jangan Tinggalkan Kebaikan Karena Takut Riya
Meninggalkan perbuatan baik hanya karena khawatir dianggap orang yang riya (beramal untuk dipuji atau dilihat orang) justru merupakan bentuk riya itu sendiri. Sebagaimana dinukil dari Tafsir Munir Syekh Nawawi Banten, hal ini menunjukkan bahwa niat sudah tidak murni karena lebih terpengaruh oleh pandangan orang lain ketimbang kehendak untuk berbuat baik.
 
2. Lakukan Kebaikan Sekecil Apapun dan Jangan Takut Riya Saat Akan Melakukannya
Kebaikan tidak boleh dianggap remeh meskipun berskala kecil, dan tidak perlu merasa takut akan kemungkinan riya pada saat hendak melaksanakan amal. Yang lebih penting adalah selalu merasa waspada terhadap kemungkinan timbulnya riya setelah berbuat baik serta secara rutin mengevaluasi diri untuk memperbaiki kekurangan niat.
 
3. Meninggalkan Amal Karena Takut Riya Merupakan Tujuan Syaitan
Seperti yang tercantum dalam Ihya' Ulumiddin, menjauhi amal karena khawatir akan kerusakan atau riya adalah bagian dari tipuan syaitan. Syaitan berusaha mengingkari orang untuk tetap ikhlas, namun pada kenyataannya, meninggalkan amal hanya akan menyia-nyiakan baik amal itu sendiri maupun kesempatan untuk membangun niat yang ikhlas

ENGLISH

IT'S OKAY NOT TO BE RECOGNIZED
 
Key Points and Meanings:
 
1. Do Not Abandon Good Deeds Out of Fear of Showing Off (Riya)
Abandoning good deeds merely because one fears being seen as someone who shows off (acting to be praised or noticed by others) is actually a form of showing off itself. As quoted from Tafsir Munir by Sheikh Nawawi of Banten, this indicates that the intention is no longer pure, as one is more influenced by the opinions of others than by the desire to do good.
 
2. Perform Good Deeds No Matter How Small, and Do Not Fear Showing Off (Riya) When About to Do Them
Good deeds should not be taken lightly even if they are small in scale, and there is no need to fear the possibility of showing off when about to carry out an act of worship or good. What is more important is to always be vigilant against the potential emergence of showing off after doing good, and to regularly self-evaluate to improve any shortcomings in one's intention.
 
3. Abandoning Good Deeds Out of Fear of Showing Off (Riya) Is the Devil's Goal
As stated in Ihya' Ulumiddin, avoiding good deeds out of fear of corruption or showing off is part of the devil's deception. The devil tries to prevent people from being sincere, but in reality, abandoning good deeds will only waste both the deed itself and the opportunity to build a sincere intention

DALIL

فإن ترك الخير مخافة أن يقال فيه: إنه مراء، هو عين الرياء

"Sesungguhnya meninggalkan kebaikan karena khawatir dikatakan 'orang yang riya' sebenarnya itu sudah Riya (Beramal karena makhluk atau tidak ikhlas)"

"Indeed, abandoning good deeds because one fears being called 'a person who shows off (riya)' is actually itself a form of showing off (riya) acting for the sake of others or with insincere intention"

فلا ينبغي أن يترك العمل عند خوف الآفة والرياء فإن ذلك منتهى بغية الشيطان منه إذ المقصود أن لا يفوت الإخلاص ومهما ترك العمل فقد ضيع العمل والإخلاص جميعًا

"Tidak seyogyanya seseorang meninggalkan Amal ketika takut Ada kerusakan dan Riya, Karena hal tersebut puncak dari cita-cita syaiton dan tujuan setan (mengiming-imingi) agar tetap ikhlas. Padahal, Sewaktu seseorang meninggalkan Amal maka pasti ia menyia-nyiakan Amal dan ikhlas secara bersamaan"

"One should not abandon acts of worship/good deeds (amal) when fearing corruption [in intention] and showing off (riya), for this is the pinnacle of the devil’s aim and goal [he deceives people by] enticing them to 'stay sincere'. Yet in reality, when someone abandons their deeds, they surely waste both the act itself and the chance for sincerity"

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top