Kamis, 05 Februari 2026

MEMAMERKAN KEBAIKAN ATAU MENYAMARKAN KEBAIKAN

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Februari 05, 2026


MEMAMERKAN KEBAIKAN ATAU MENYAMARKAN NYA
 
Pertanyaan Dasar: Kapan menyamarkan dan kapan menampakan kebaikan lebih utama dilakukan?
 
Dasar Pertimbangan: Perbandingan antara keduanya bergantung pada potensi adanya riya (memamerkan kebaikan untuk pujian atau pengakuan orang lain) dalam hati pelaku amal. Bukan tentang baik atau buruknya beramal, melainkan mana yang lebih utama berdasarkan kondisi hati.
 
Kesimpulan Berdasarkan Pendapat Syaikh Muhammad bin Isa Al-Hakim At-Tirmidzi (dalam Tafsir Munir 1/376):
 
- Lebih utama menyamarkan kebaikan: Jika seseorang merasa khawatir akan munculnya riya dalam dirinya, agar amalnya tetap terjaga dari kerusakan dan tidak menjadi batal.
- Lebih utama menampakan kebaikan: Jika hati sudah bersih dan keyakinannya kuat sehingga terbebas dari risiko riya, karena hal ini dapat memberikan manfaat berupa teladan dan pemicu bagi orang lain untuk mengikuti kebaikan tersebut.
 
Catatan Penting: Perbedaan pandangan terkait hal ini memang terjadi di kalangan ulama, namun fokus pembahasan adalah pada mana yang lebih utama, bukan pada larangan atau paksaan untuk beramal atau tidak

ENGLISH 

DISPLAYING GOOD DEEDS OR DISGUISE THEM
 
Fundamental Question: When is it more important to conceal good deeds, and when is it more important to display them?
 
Basis for Consideration: The comparison between the two depends on the potential presence of riya (displaying good deeds for praise or recognition from others) in the heart of the doer. It is not about whether doing good is right or wrong, but rather which option is more important based on the condition of one’s heart.
 
Conclusion Based on the Opinion of Sheikh Muhammad bin Isa Al-Hakim At-Tirmidzi (in Tafsir Munir 1/376):
 
- Concealing good deeds is more important: If a person is concerned that riya may arise within them, to protect their good deeds from being corrupted and rendered invalid.
- Displaying good deeds is more important: If the heart is pure and one’s faith is strong enough to be free from the risk of riya, as this can provide benefit by serving as an example and motivation for others to follow such good deeds.
 
Important Note: Differences of opinion on this matter do exist among scholars, but the focus of the discussion is on which option is more important, not on prohibiting or forcing one to do good or refrain from it

DALIL 

قال الشيخ محمد بن عيسى الحكيم الترمذي: إن كان خائفا على نفسه من الرياء فالأولى إخفاء العمل صونا لعمله عن البطلان، وإن كان قد بلغ في الصفاء وقوة اليقين إلى حيث صار آمنا عن شائبة الرياء كان الأولى في حقه الإظهار لتحصل فائدة الاقتداء به

As-syaikh muhammad bin Isa Al-hakim At-tirmidzi telah berkata "jikalau seseorang takut dirinya melakukan Riya maka yang lebih utama menyamarkan amalnya untuk menjaga amalnya dari kerusakan, Dan jika seseorang hatinya bersih dan kuat yakinnya terjauhkan dari Riya maka yang lebih utama baginya menampakan amal kebaikan tersebut Agar ia diikuti oleh orang lain"

Sheikh Muhammad bin Isa Al-Hakim At-Tirmidzi stated: "If a person fears that they may commit riya (ostentation), then it is more important to conceal their deeds to protect them from corruption. And if a person’s heart is pure and their faith is strong, so that they are free from riya, then it is more important for them to display their good deeds so that others may follow them"

About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top