Senin, 09 Maret 2026

MEMUTUS TALI SILATURAHMI

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Maret 09, 2026


BAHAYA MEMUTUS TALI SILATURAHMI

1. Identitas Kitab
- Judul: At-Tibyan fî Nahyi ‘an Muqatha’atil Arham wal Aqarib wal Ikhwan (Penjelasan tentang larangan memutus hubungan mahram, kerabat, dan persaudaraan)
- Penulis: KH Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama)
- Selesai ditulis: Senin, 20 Syawal 1360 H di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang
- Tebal: 17 halaman
- Penerbit: Maktabah Turats Islami (Ponpes Tebuireng)
- Tahun: 1418 H
2. Definisi dan Larangan Memutus Silaturahim
- Silaturahim adalah ibadah utama, sedangkan memutusnya adalah dosa tercela dan keji.
- Memutus silaturahim yang diharamkan adalah memutus tali persaudaraan yang telah dibina, baik dalam hal harta, surat, atau saling mengunjungi.
- Tanpa udzur syar’i (alasan yang dibolehkan agama), hal ini termasuk dosa besar karena dapat menyebabkan kegelisahan, sakit hati, kebencian, dan saling menjauh. Tindakan yang benar adalah segera menyambungkannya kembali.
3. Kategori yang Wajib Disambungkan Silaturahim
- Yang paling wajib adalah dengan orang mahram (haram dinikahi), seperti saudara kandung, ayah, ibu, kakek, nenek, paman, dan bibi.
- Bagi keluarga bukan mahram seperti sepupu, tidak sampai pada level wajib.
4. Argumentasi Berdasarkan Al-Qur’an
- QS. an-Nisa’ (4): 1: Memerintahkan untuk bertakwa kepada Allah dan menjaga hubungan kekeluargaan, karena Allah selalu mengawasi setiap perbuatan.
- QS. Muhammad (47): 22-24: Orang yang memutus silaturahim dan berbuat kerusakan akan dilaknat Allah, ditulikan pendengaran, dan dibutakan penglihatan.
- QS. ar-Ra’d (13): 25: Orang yang melanggar perjanjian Allah, memutus apa yang diperintahkan untuk disambungkan, dan berbuat kerusakan akan mendapat laknat dan tempat kediaman buruk.
- QS. al-Baqarah (2): 26-27: Orang yang demikian termasuk orang fasik dan rugi, dan ada riwayat bahwa mereka dilaknat di tiga tempat dalam Al-Qur’an.
5. Argumentasi Berdasarkan Hadits
- Tiga orang yang tidak bisa masuk surga: peminum khamr, pemutus silaturahim, dan pembela sihir.
- Sifat rahim digantung di ‘Arsy; orang yang menyambung rahim akan disambung kasih sayang Allah, sedangkan yang memutusnya akan diputus kasih sayang-Nya.
6. Pesan Akhir Kitab
- Perbedaan pendapat antar sahabat, imam mazhab, dan ulama tidak menjadikan mereka saling membenci, melainkan menjadi rahmat karena mereka tetap saling mencintai, bersaudara, dan mengutamakan satu sama lain

ENGLISH

DANGERS OF CUTTING TIES OF SILATURAHIM
 
1. Book Identity
 
- Title: At-Tibyan fî Nahyi ‘an Muqatha’atil Arham wal Aqarib wal Ikhwan (Explanation of the Prohibition of Cutting Ties with Mahram, Relatives, and Brothers/Sisters in Faith)
- Author: KH Hasyim Asy’ari (Founder of Nahdlatul Ulama)
- Completed on: Monday, 20 Syawal 1360 H (Hijri year), at Tebuireng Islamic Boarding School, Jombang
- Number of pages: 17 pages
- Publisher: Maktabah Turats Islami (Tebuireng Islamic Boarding School)
- Year of publication: 1418 H (Hijri year)
 
2. Definition and Prohibition of Cutting Silaturahim
 
- Silaturahim is a primary act of worship, while cutting it off is a despicable sin and abominable wrongdoing.
- The prohibited act of cutting silaturahim refers to severing bonds of fellowship that have been established, whether related to matters of wealth, correspondence, or mutual visits.
- Without udzur syar’i (religiously permissible reasons), this constitutes a major sin because it can cause distress, heartache, animosity, and estrangement. The correct action is to immediately reconnect the ties.
 
3. Categories of Relationships That Must Be Maintained Through Silaturahim
 
- The most obligatory relationships are with mahram (individuals one is prohibited from marrying), such as biological siblings, father, mother, grandparents (paternal and maternal), great-grandparents, uncles, and aunts.
- For non-mahram relatives like cousins, maintaining the ties is not at the obligatory level.
 
4. Arguments Based on the Qur'an
 
- Surah an-Nisa’ (4): 1 – Commands people to be mindful of Allah and maintain family ties, as Allah always watches over all actions.
- Surah Muhammad (47): 22-24 – Those who cut silaturahim and commit mischief will be cursed by Allah, rendered deaf, and blinded.
- Surah ar-Ra’d (13): 25 – Those who break their covenant with Allah, sever what Allah has commanded to be connected, and spread mischief on earth will be cursed and face a wretched abode.
- Surah al-Baqarah (2): 26-27 – Such people are considered transgressors and losers, and there is a narration stating they are cursed in three places in the Qur'an.
 
5. Arguments Based on Hadith
 
- Three groups of people who will not enter paradise: those who habitually consume alcohol (khamr), those who cut silaturahim, and those who endorse sorcery.
- The quality of rahim (affection/kinship) is hung from the ‘Arsy (Allah’s throne); those who maintain kinship ties will have Allah maintain His affection for them, while those who cut the ties will have Allah cut off His affection from them.
 
6. Final Message of the Book
 
- Differences of opinion among the Companions, imams of the schools of jurisprudence, and scholars did not lead them to mutual hatred; instead, it became a source of divine mercy because they continued to love one another, treat each other as siblings, and prioritize each other

DALIL

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءًۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا


Artinya: “Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. an-Nisa: 1)

Meaning: "O mankind, fear your Lord who created you from a single soul (Adam), and from it He created its mate (hawa). From the two of them, Allah has spread forth many men and women. Fear Allah by Whose name you ask one another for help, and (preserve) family ties. Indeed, Allah is ever watchful over you." (Qur'an, Surah an-Nisa: 1)

فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ ۝٢٢ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فَاَصَمَّهُمْ وَاَعْمٰٓى اَبْصَارَهُمْ ۝٢٣ اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا ۝٢٤

Artinya: “Apakah seandainya berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Lalu, Dia menulikan (pendengaran) dan membutakan penglihatan mereka. Tidakkah mereka merenungkan Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci?” (QS. Muhammad: 22-24)

Meaning: "If you should have power, would you spread corruption on earth and sever your family ties? It is they (those who cut the bonds of silaturahim) who are cursed by Allah. Then He renders them deaf (to guidance) and blinds their sight (due to excessive emotion). Do they not reflect on the Qur'an, or has their hearts been sealed?" (Qur'an, Surah Muhammad: 22-24)

وَالَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْ ۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۙ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوْۤءُ الدَّارِ


Artinya: “Orang-orang yang melanggar perjanjian (dengan) Allah setelah diteguhkan, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan (seperti silaturahmi), dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itulah orang-orang yang mendapat laknat dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam).” (QS. ar-Ra’du: 25)

Meaning: "Those who break their covenant with Allah after it has been confirmed, sever what Allah has commanded to be connected (such as silaturahim), and spread corruption on earth (by defying Allah’s commands); it is they who are cursed, and for them is a wretched abode (Hell Jahanam)." (Qur'an, Surah ar-Ra’d: 25)

وَمَا يُضِلُّ بِهٖٓ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَۙ ۝٢٦ الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ ۝٢٧


Artinya: “Namun, tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu, selain orang-orang fasik, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan (silaturahmi), dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. al-Baqarah: 26-27)

Meaning: "Yet, none are misled by such (parables) except the transgressors – those who break their covenant with Allah after it has been confirmed, sever what Allah has commanded to be connected (silaturahim), and spread corruption on earth. It is they who are the losers (who will regret it in the Hereafter)." (Qur'an, Surah al-Baqarah: 26-27)

ثَلَاثَةٌ لَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ خَمْرٍ وَقَاطِعُ رَحِمٍ وَمُصَدِّقٌ بِالسِّحْرِ


Artinya: “Tiga orang yang tidak bisa masuk syurga, yaitu orang yang melanggengkan meminum khamr/ arak, orang yang memutus silaturahim dan orang yang membenarkan sihir”

Meaning: "Three types of people will not enter paradise: those who habitually consume khamr/liquor, those who cut off the bonds of silaturahim, and those who endorse sorcery."

الرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ، تَقُولُ: مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللهُ، وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللهُ


Artinya: “Sifat rahim itu digantungkan di ‘Arsy. Ia berkata : “Orang yang menyambungkan aku, maka Allah ta’ala menyambungkan (kasih SayangNya) dengan orang itu, dan orang yang memutuskan aku, maka Allah ta’ala pun memutuskan (kasih sayangNya) dengan orang itu”

Meaning: "The quality of rahim is hung from the ‘Arsy (Allah’s throne). It says: “Whoever connects me (by removing animosity toward people), Allah the Almighty will connect His love with them; and whoever cuts me off, Allah the Almighty will also cut off His love from them"

About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top