1. Tidak Mungkin Mengambil Hukum Langsung dari Al-Qur'an dan Hadits Tanpa Landasan Ilmu
Barangsiapa mengaku beramal langsung dengan Kitab dan Sunnah namun tidak mengikuti salah satu madzhab, maka pendiriannya tidak dapat diterima. Hal ini karena memahami dalil syar'i membutuhkan kedalaman ilmu yang tidak semua orang memilikinya.
2. Statusnya Salah dan Menyesatkan
Orang yang bertindak demikian dikategorikan sebagai orang yang salah jalan, sesat, dan berpotensi menyesatkan orang lain.
3. Kondisi Zaman yang Semakin Sulit
Hal ini semakin ditekankan di zaman sekarang, di mana ketaatan mulai luntur dan banyak berkembang pemahaman yang salah serta ajaran yang tidak benar.
4. Kualitas Diri yang Jauh Berbeda
Tidak mungkin seseorang menyamakan derajat dirinya dengan para Imam Madzhab. Padahal, dalam hal ilmu, amal kebajikan, keadilan, dan kedalaman analisis, kemampuan kita jauh di bawah mereka
ENGLISH
THE IMPORTANCE OF FOLLOWING A SCHOOL (TAQLID)
1. It is Impossible to Derive Rulings Directly from the Quran and Hadith Without Proper Knowledge
Whoever claims to practice directly upon the Book and the Sunnah without following any of the established schools of thought (Madhahib), their stance is unacceptable. This is because understanding religious evidences requires profound knowledge that not everyone possesses.
2. His Stance is Incorrect and Misleading
A person who acts in this way is considered to be misguided, in error, and has the potential to mislead others as well.
3. The Condition of the Current Era
This matter is even more critical today, an era where disobedience has become widespread and false ideologies are prevalent.
4. The Vast Difference in Knowledge and Status
It is impossible for an individual to equate themselves with the great Imams. In terms of knowledge, righteous deeds, justice, and analytical depth, our capabilities are far inferior to theirs
DALIL
ومن لم يقلد واحداً منهم، وقال: أنا أعمل بالكتاب والسنة مدّعيا فهم الأحكام منهما، فلا يسلم له، بل هو مخطئ ضال مُضل، سيما في هذا الزمان الذي عمَّ فيه الفسق وكثرت فيه الدعوى الباطلة، لأنه استظهر على أئمة الدِّين وهو دونهم في العلم والعمل والعدالة والاطلاع
Dan barang siapa tidak mengikuti salah satu dari mereka (imam/ahli agama), dan berkata: Aku berpegangan pada Kitab dan Sunnah, mengklaim memahami hukum-hukum dari keduanya, maka dia tidak aman dari keduanya (sesta/salah paham), melainkan dia keliru, sesat dan menyesatkan, terutama di zaman sekarang ini di mana kemaksiatan telah meluas dan klaim-klaim palsu telah meningkat, karena dia telah menganggap dirinya lebih unggul daripada para imam agama, padahal dia lebih rendah dari mereka dalam pengetahuan, tindakan, keadilan dan kesadaran
And whoever does not follow one of them (the scholars/Imams of religion) and says: 'I hold onto the Book and the Sunnah,' claiming to understand the rulings from both, then he is not safe from error and misunderstanding. Rather, he is mistaken, misguided, and misleading others—especially in this day and age where disobedience has become widespread and false claims have increased. This is because he has considered himself superior to the Imams of religion, even though he is far below them in knowledge, action, justice, and understanding
About the Author