JADILAH MENJADI PENGHUTANG YANG BAIK
Hutang bukan sekadar masalah uang, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat.
1. Jadilah Penghutang yang Bertanggung Jawab
- Utamakan pelunasan tepat waktu.
- Jika sedang mengalami kesulitan ekonomi, jangan menghilang atau kabur saat ada hutang
- Jangan pernah berniat untuk tidak membayar.
- Janji Allah: Barangsiapa memiliki niat sungguh-sungguh untuk melunasi hutang, maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya."Tidaklah seorang hamba yang memiliki niat (sungguh-sungguh) dalam melunasi hutangnya, melainkan ia akan mendapatkan pertolongan dari Allah." (HR. Ahmad)
2. Bahaya Menunda Pembayaran Saat Mampu
- Mengulur-ulur pembayaran padahal sudah mampu adalah perbuatan dzalim.
- Setiap waktu yang dilewati dengan penundaan tersebut akan tercatat sebagai dosa yang terus mengalir."Orang yang menunda pembayaran hutang padahal ia mampu, maka Allah mencatat dosa baginya di setiap waktu yang berlalu." (Kitab Kasyifatus Saja)
ENGLISH
BE A GOOD DEBTOR
Debt is not merely a financial matter, but a trust (amanah) for which we will be held accountable in the Hereafter.
1. Be a Responsible Debtor
- Prioritize paying off your debts on time.
- If you are facing financial difficulties, do not disappear or cut off contact.
- Never intend to avoid paying what you owe.
- Allah’s Promise: Whoever has a sincere intention to repay their debt, Allah will grant them assistance.
"There is no servant who has the intention (of being sincere) in repaying his debt, except that Allah will provide him with help." (Narrated by Ahmad)
2. The Danger of Delaying Payment When Able
- Deliberately postponing payment even though you are able to pay is an act of injustice (dzulm).
- Every moment that passes with this delay will be recorded as a continuous sin.
"Whoever delays paying his debt while he has the ability to pay, Allah records a sin for him with every passing moment"
DALIL
مَا مِنْ عَبْدٍ كَانَتْ لَهُ نِيَّةٌ فِي أَدَاءِ دَيْنِهِ إِلَّا كَانَ لَهُ مِنَ اللَّهِ عَوْنٌ
"Tidaklah seorang hamba yang memiliki niat (sungguh-sungguh) dalam melunasi hutangnya, melainkan ia akan mendapatkan pertolongan dari Allah." (HR. Ahmad dari Aisyah RA)
"There is no servant who has the firm intention of repaying his debt, except that Allah will grant him assistance." (Narrated by Ahmad, from Aisha RA)
مَا مِنْ غَرِيْمٍ يُلْوِيْ غَرِيْمَهُ أَيْ يُمَاطِلُهُ وَ يَسُوْفُ بِهِ وَ هُوَ قَادِرٌ إِلَّا كَتَبَ اللهُ عَلَيْهِ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ إِثْمًا
"Orang yang berhutang, yang menangguhkan pembayaran hutangnya, yakni mengulur-ulur dan menunda-nunda, padahal ia telah mampu, maka Allah mencatat baginya di setiap putaran waktu sebagai dosa"
"Whoever borrows and then delays repayment, putting it off and postponing it even though he is able to pay, then Allah records a sin for him with every passing moment"
About the Author