Jumat, 19 Juni 2026

KISAH RASULULLAH MEMBACA KITAB IHYA SECARA GHAIB

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Juni 19, 2026




ASAL USUL TASYAKURAN KITAB IHYA ULUMUDDIN

 

Simbah KH. Idris Marzuki pernah menceritakan sejarah menarik mengenai asal mula diadakannya tasyakuran atau khataman Kitab Ihya Ulumuddin.

 

 

 

Si Penentang yang Bermimpi

 

Dahulu kala, ada seorang tokoh atau ulama yang sangat keras penentangannya (fanatik membenci) terhadap kitab karya Imam Al-Ghazali ini. Ia berniat kuat untuk memusnahkan kitab tersebut dari peredaran masyarakat.

 

Namun, malam sebelum rencana pemusnahan itu dilaksanakan, beliau bermimpi bertemu langsung dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keempat Khulafaur Rasyidin: Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

 

Dalam mimpi itu, beliau juga melihat Imam Al-Ghazali datang menghadap untuk mempresentasikan kitabnya agar dinilai oleh Rasulullah dan para sahabat.

 

 

 

Kitab Ihya Diterima dan Dihargai

 

Kanjeng Nabi SAW menerima, membaca, dan memberikan apresiasi bahwa Kitab Ihya ini adalah benar dan baik. Hal senada juga disampaikan oleh Sayyidina Abu Bakar dan sahabat lainnya.

 

Kemudian Sayyidina Umar bertanya:

"Lantas siapa yang sebenarnya salah, dan apa hukumannya?"

 

Akhirnya diputuskan bahwa tokoh penentang itulah yang bersalah. Rasulullah SAW kemudian memerintahkan Sayyidina Umar untuk "menjilid" (memukul/cambuk) tokoh tersebut.

 

 

 

Terbangun dengan Bekas di Punggung

 

Seketika itu juga tokoh tersebut terbangun dari tidurnya. Betapa kagetnya ia, ternyata di punggungnya terdapat bekas jilidan/memar sebagaimana yang dialaminya dalam mimpi.

 

Dengan segera, beliau membatalkan niatnya untuk memusnahkan kitab tersebut. Ia pun memohon maaf kepada Imam Al-Ghazali.

 

Sebagai bentuk taubat dan syukur, keesokan harinya justru beliau mengadakan Tasyakuran Kitab Ihya secara besar-besaran. Sejak itulah tradisi ini terus dilestarikan.

 

 

 

📚 Sumber: Ceramah Yai Idris Lirboyo


ENGLISH 


THE ORIGIN OF THE TASYAKURAN (THANKSGIVING) CEREMONY FOR THE BOOK IHYA ULUMUDDIN

 

Simbah KH. Idris Marzuki once narrated an interesting history regarding the origin of holding a Tasyakuran or completion ceremony for the book Ihya Ulumuddin.

 

 

 

The Opponent Who Had a Dream

 

Long ago, there was a prominent figure or scholar who was extremely opposed (fanatically hateful) towards this book written by Imam Al-Ghazali. He had a strong intention to destroy and eliminate the book from society.

 

However, on the night before the planned destruction was to take place, he had a dream. In the dream, he met directly with Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, along with the four Rightly Guided Caliphs: Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, and Ali bin Abi Thalib.

 

In that dream, he also saw Imam Al-Ghazali coming forward to present his book so that it could be evaluated by the Prophet and the Companions.

 

 

 

The Book Ihya Was Accepted and Praised

 

The Prophet SAW received, read, and expressed appreciation that the Book Ihya was indeed true and good. Similar approval was given by Sayyidina Abu Bakar and the other Companions.

 

Then Sayyidina Umar asked:

 

"Then who is actually wrong, and what is their punishment?"

 

Finally, it was decided that the opposing scholar was the one in the wrong. The Prophet SAW then commanded Sayyidina Umar to "strike" (whip/hit) the man.

 

 

 

Woke Up With Marks on His Back

 

Immediately, the man woke up from his sleep. He was shocked to find real bruises and marks of being beaten on his back, exactly as he had experienced in the dream.

 

Without delay, he canceled his intention to destroy the book. He even asked forgiveness from Imam Al-Ghazali.

 

As a form of repentance and gratitude, the very next day he instead held a grand Tasyakuran (Thanksgiving Ceremony) for the Book Ihya. Since then, this tradition has been preserved and continued until today.

 

 

 

📚 Source: Lecture by Yai Idris Lirboyo

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top