SUNNAH NABI YANG SERING KITA LAKUKAN Tahukah kalian? Ada satu amalan sunnah Rasulullah ﷺ yang sangat sederhana, ringan dilakukan, dan mungkin sudah sering kalian kerjakan sehari-hari namun belum menyadari bahwa ini adalah cara yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, para sahabat menceritakan:
"Kami apabila berjalan menanjak, kami bertakbir (Allahu Akbar). Dan apabila berjalan menurun, kami bertasbih (subhanallah)"
(HR. Shahih Al-Bukhari)
Hal ini juga diperkuat riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma:
"Nabi ﷺ beserta pasukannya, apabila menaiki bukit atau tempat tinggi (tempat tempat harus di daki/menanjak), mereka mengucapkan Allahu Akbar. Dan apabila menuruni lembah atau tempat rendah, mereka mengucapkan Subhanallah."
(HR. Sunan Abu Daud, hadis shahih)
Amalan ini sangat luas penerapannya: saat kalian berjalan kaki menanjak, naik tangga, naik lift, berkendara motor atau mobil melewati jalan menanjak. Bahkan mendaki ucapkanlah Allahu Akbar. Sebaliknya saat melewati turunan atau pulang mendaki, ucapkanlah Subhanallah.
Sangat ringan bukan? Semoga Allah senantiasa memudahkan kita untuk istiqomah mengamalkannya dalam setiap langkah.
📖 Sumber: Kitab Al-Adzkar
ENGLISH
A SUNNAH OF THE PROPHET WE OFTEN DO WITHOUT REALIZING
Did you know? There is one practice from the Sunnah of the Messenger of Allah ﷺ that is extremely simple, easy to do, and perhaps you have already performed it many times in your daily life yet you may not realize that this is a way beloved by Allah and His Messenger.
Narrated by Jabir radhiyallahu ‘anhu, the Companions said:
"When we climbed an uphill path, we would recite Takbir (Allahu Akbar). And when we went downhill, we would recite Tasbih (Subhanallah)."
(Narrated in Sahih Al-Bukhari)
This is further confirmed in the narration from Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma:
"Whenever the Prophet ﷺ and his army climbed a hill or elevated ground, they would recite Allahu Akbar. And whenever they descended into a valley or low ground, they would recite Subhanallah."
(Narrated in Sunan Abu Daud, an authentic hadith)
This practice applies to so many everyday situations: when walking uphill, climbing stairs, taking an elevator, riding a motorcycle or car up a slope even while hiking, say Allahu Akbar. Conversely, when going downhill or descending after a climb, say Subhanallah.
So effortless, isn't it? May Allah always make it easy for us to remain consistent in practicing this with every step we take.
📖 Source: Kitab Al-Adzkar
DALIL
"روينا في صحيح البخاري عن جابر رضي الله عنه قال: كنا إذا صعدنا كبرنا، وإذا نزلنا سبحنا."
Kami telah meriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dari Jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata: 'Kami (para sahabat)
✅apabila berjalan naik (menanjak), kami bertakbir (mengucapkan الله اكبر).
✅Dan apabila kami berjalan turun, kami bertasbih (mengucapkan سبحان الله )
We narrate in Sahih Al-Bukhari from Jabir radhiyallahu 'anhu, who said: 'We (the Companions):
✅ when walking uphill (ascending), we would recite Takbir (saying Allahu Akbar).
✅ and when walking downhill (descending), we would recite Tasbih (saying Subhanallah)
وروينا في سنن أبي داود في الحديث الصحيح الذي قدمناه في باب ما يقول إذا ركب دابته، عن ابن عمر رضي الله عنهما قال:
«كان النبي صلى الله عليه وسلم وجيوشه إذا علوا الثنايا كبروا، وإذا هبطوا سبحوا»."
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan pasukan jalannya (tentaranya)
✅apabila menaiki jalan-jalan bukit yang mendaki (tempat tinggi), mereka bertakbir (mengucapkan الله اكبر).
✅Dan apabila mereka menuruni lembah (tempat rendah), mereka bertasbih (mengucap سبحان الله)'."
The Prophet ﷺ and his army:
✅ when climbing hills or elevated places, they would recite Takbir (saying Allahu Akbar);
✅ and when descending valleys or low places, they would recite Tasbih (saying Subhanallah)
🧗 DZIKIR DAN AMALAN AGAR SELAMAT SAAT MENDAKI GUNUNG
Saat hendak memulai pendakian, ada urutan amalan yang dianjurkan agar senantiasa dilindungi Allah SWT:
Sebelum Mendaki
1. Bacalah Tawassul Masyhur (mengirimkan Al-Fatihah kepada Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ hingga selesai)
2. Lanjutkan dengan tawassul khusus kepada Nabi Ilyas 'alaihissalam (penjaga daratan) serta malaikat penjaga gunung menurut Imam Ibnu Hajar, malaikat ini tidak memiliki nama. Sebaiknya tawassul ini dibaca terpisah, namun boleh juga digabungkan
3. Berdoalah memohon keselamatan, baik secara pribadi dalam hati maupun dipimpin oleh satu orang dan diamini oleh rombongan
4. Sebagai penutup, disarankan membaca: Assalamu 'alaina Wa'ala ibadillahi Assholihin sebagaimana disampaikan Abuya yang dikutip dalam kitab Al-Jamal
Saat Perjalanan
Selama mendaki:
- Ketika menaiki tanjakan, bacalah Takbir (Allahu Akbar)
- Ketika menuruni lereng, bacalah Tasbih (Subhanallah)
Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Majmu' Syarah Muhaddzab (4/395):
"Disunnahkan bagi musafir membaca Takbir saat mendaki tempat tinggi, dan Tasbih saat menuruni lembah atau sejenisnya. Dan dimakruhkan mengeraskan suara (misal teriak. lebih baik bicara santai cuma terdengar teman2) saat membacanya."
Ketentuan ini merujuk pada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Sahabat Jabir radhiyallahu 'anhu:
"Kami apabila mendaki, kami bertakbir; dan apabila menurun, kami bertasbih."
(HR. Al-Bukhari, dikutip dalam Riyadh As-Shalihin 1/304)
Semoga amalan ini membawa keselamatan dan keberkahan di setiap langkah pendakianmu
ENGLISH
🧗 DHIKR & PRACTICES FOR SAFETY WHILE CLIMBING MOUNTAINS
Before starting your climb, follow these recommended practices so that you remain under the protection of Allah SWT throughout the journey:
Before the Climb
1. Recite the Well-Known Tawassul (sending Al-Fatihah to the Messenger of Allah ﷺ, from beginning to end)
2. Follow with a special tawassul to Prophet Ilyas 'alaihissalam (guardian of the land), as well as the mountain-guarding angels — according to Imam Ibn Hajar, these angels have no known names. It is better to recite these tawassuls separately, though combining them is also permissible
3. Pray for safety, either silently in your own heart, or led by one person with the rest of the group saying Amin
4. Conclude by reciting: Assalamu 'alaina Wa'ala ibadillahi Assholihin, as shared by Abuya and cited in the book Al-Jamal
During the Journey
While hiking:
- When ascending slopes, recite Takbir (Allahu Akbar)
- When descending slopes, recite Tasbih (Subhanallah)
Imam An-Nawawi explains in Majmu' Syarah Muhaddzab (4/395):
"It is Sunnah for a traveler to recite Takbir when climbing high ground, and Tasbih when descending valleys or similar places. It is makruh to raise one’s voice (such as shouting; speak gently, loud enough only for those beside you to hear) while reciting these."
This guidance is based on an authentic hadith narrated by Companion Jabir radhiyallahu 'anhu:
"When we climbed, we recited Takbir; and when we descended, we recited Tasbih."
(Narrated by Al-Bukhari, cited in Riyadh As-Shalihin 1/304)
May these practices bring safety and blessings to every step of your climb
DALIL
يُسْتَحَبُّ لِلْمُسَافِرِ أَنْ يُكَبِّرَ إذَا صَعِدَ الثَّنَايَا وَشِبْهَهَا وَيُسَبِّحَ إذَا هَبَطَ الْأَوْدِيَةَ وَنَحْوَهَا وَيُكْرَهُ رَفْعُ الصَّوْتِ بِذَلِكَ
"Disunnahkan bagi orang yang berpergian Agar Membaca Takbir ketika Menanjak dijalan yang meninggi Dan semisalnya Dan Membaca Tasbih ketika turun ke jurang dan semisalnya. Dan dimakruhkan mengeraskan suara ketika Membaca keduanya"
"It is Sunnah for a traveler to recite Takbir when ascending high paths and similar places, and to recite Tasbih when descending into valleys and similar places. It is makruh to raise one's voice while reciting either of these"
عن جابرٍ رضي الله عنه قَالَ: كُنَّا إِذا صعِدْنَا كَبَّرْنَا، وإِذا نَزَلْنَا سبَّحْنا. رواه البخاري.
Diriwayatkan Dari Sahabat Jabir Radiyallohu 'anhu, beliau berkata : "ketika kami mendaki maka kami Membaca Takbir (Allohu Akbar) Dan ketika kami Jalan menurun maka kami Membaca Tasbih (subhanalloh). (HR. Imam Al-bukhori)
Narrated by Companion Jabir radhiyallahu 'anhu, who said:
"When we climbed uphill, we would recite Takbir (Allahu Akbar), and when we went downhill, we would recite Tasbih (Subhanallah)."
(Narrated by Imam Al-Bukhari)
🏔️ HIKMAH AGUNG DICIPTAKANNYA GUNUNG
Gunung bukan sekadar pemandangan indah, melainkan ciptaan Allah SWT yang memegang peran sangat vital bagi kehidupan di muka bumi. Hal ini sudah dijelaskan langsung dalam Al-Qur'an maupun pandangan para ulama.
Allah berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 15:
"Ia (Allah SWT) memancangkan gunung-gunung di bumi agar bumi tidak berguncang bersamamu"
Imam Al-Qurtubi menjelaskan lebih lanjut:
"Saat bumi dihamparkan (sebelum ada gunung), awalnya ia berayun-ayun. Lalu Allah menetapkan dan menstabilkannya dengan keberadaan gunung"
Selain sebagai penyeimbang bumi, ada hikmah besar lainnya:
- Seandainya tidak ada gunung, permukaan bumi akan rata dan licin sepenuhnya. Air lautan pun akan menutupi seluruh daratan (tanpa pulau), sehingga rusaklah tempat hidup tambang, tumbuhan, dan hewan yang telah Allah siapkan.
- Gunung (di seluruh dunia) menjadi sumber air tawar yang mengalir bagi seluruh makhluk. Puncak gunung yang tinggi menghalangi angin, memadatkan uap air menjadi awan, lalu memicu turunnya hujan dan salju yang menyuplai sungai-sungai di daratan.
Dari riwayat Imam Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dikutip dalam kitab Lubab At-Tafasir karya Imam Al-Kirmani, disebutkan pula:
Gunung Abu Qubais yang terletak di sebelah timur Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarramah adalah gunung pertama yang diletakkan Allah di muka bumi (gunung bapak semua gunung karena di ciptakan pertama kali)
Sungguh ciptaan Allah tiada yang sia-sia. Semoga kita semakin mengenal kebesaran-Nya lewat alam semesta ini
ENGLISH
🏔️ THE GREAT WISDOM BEHIND THE CREATION OF MOUNTAINS
Mountains are far more than beautiful scenery; they are a creation of Allah SWT that plays a vital role in sustaining life on Earth. This is clearly explained in the Quran and further clarified by scholars.
Allah SWT says in Surah An-Nahl, verse 15:
"He set firm mountains on the earth, lest it shake with you."
Imam Al-Qurtubi explains further:
"When the earth was first spread out, it swayed and trembled. Then Allah stabilized it by placing mountains upon it."
Beyond anchoring the earth, mountains hold other profound wisdoms:
- If there were no mountains, the entire surface of the earth would be perfectly flat and smooth. The oceans would then cover all land entirely, destroying the habitats Allah has prepared for minerals, plants, and animals.
- Mountains across the world serve as the source of fresh flowing water needed by all living beings. Their towering peaks block winds, condense water vapor into clouds, and trigger rain and snow that feed rivers and springs.
According to a narration from Imam Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma, cited in Imam Al-Kirmani’s book Lubab At-Tafasir:
Mount Abu Qubais located to the east of the Masjidil Haram in Makkah Al-Mukarramah is the very first mountain Allah placed on earth; the “father of all mountains,” created before any other .
Nothing in Allah’s creation is without purpose. May we grow ever more aware of His greatness through the world around us
DALIL
﴿وألقى في الأرض رواسي أن تميد بكم﴾ [النحل: ١٥]
Artinya : "Ia (gusti Alloh) memancangkan gunung-gunung di bumi agar bumi tidak berguncang bersamamu"
Meaning: "He (Allah) set firm mountains upon the earth, so that it may not shake with you"
أَنَّ الْأَرْضَ لَمَّا دُحِيَتْ مَادَتْ، فَأَرْسَاهَا بِالْجِبَالِ
"Sesungguhnya Bumi ketika dihamparkan maka ia berayun-ayun. Kemudian Alloh menetapkan Bumi dengan gunung"
"Indeed, when the earth was first spread out, it swayed and trembled. Then Allah stabilized the earth with mountains"
وقال بعضهم: لو لم تكن الجبال لكان وجه الأرض مستديرا أملس، فكان مياه البحار تغطيها من جميع جهاتها، وتحيط بها إحاطة كرة الهواء بالماء؛ فبطلت الحكمة المودعة في المعادن والنباتات والحيوانات، فاقتضت الحكمة الإلهية وجود الجبال لما ذكرناه من الحكمة.
Sebagain ulama berkata tentang hikmah Alloh menciptakan Gunung, "Seandainya tidak ada Gunung maka muka bumi akan bulat Rata dan licin, kemudian Air lautan akan Naik Dan menenggelamkan Bumi Dari segala Arah serta perputaran udara akan dikelilingi Dan dipenuhi dengan Air. Sehingga Rusaklah hikmah yang diletakkan di Tambang-tambang berharga, Tumbuh-tumbuhan Dan berbagai macam hewan. Oleh karena itu hikmah Al-ilahiyyah yang berupa wujudnya Gunung itu mencocoki sekali dengan hikmah yang telah kami jelaskan"
Some scholars explain the wisdom behind Allah creating mountains:
"If there were no mountains, the surface of the earth would be perfectly round, flat, and smooth. The ocean waters would then rise and submerge the earth from all directions, and the atmosphere would be surrounded and filled entirely with water. Thus, the purpose Allah has placed for precious minerals, plants, and all kinds of animals would be lost. For this reason, the divine wisdom manifest in the existence of mountains perfectly aligns with the purpose we have described"
وقال بعضهم: إن الجبال لوجود الماء العذب السائح على وجه الأرض الذي هو مادة حياة النبات والحيوان؛ وذلك لأن سبب هذا الماء انعقاد البخار في الجو فيصير سحابا، والجبال الشامخة الطوال في المشرق والمغرب والجنوب والشمال تمنع الرياح أن تسوق البحار، بل تجعلها منحصرة حتى يلقحها البرد؛ فيصير مطرا أو ثلجا، فلو فرضت الجبال مرتفعة على وجه الأرض لكانت الأرض كرة لا غور فيها ولا نتوء.
Sebagain ulama berkata "Sesungguhnya Gunung-gunung karena wujudnya air tawar yang mengalir dimuka Bumi yang berupa pokok (kebutuhan primer) Kehidupan tumbuh-tumbuhan Dan hewan. Oleh karena itu sesungguhnya Air Gunung adalah sebab terkumpulnya Asap di udara, yang kemudian menjadi awan. Gunung-gunung yang menjulang tinggi di Arah Timur, barat, utara dan selatan. Semuanya berfungsi menghalangi angin yang menggiring laut. Bahkan Gunung menjadikan angin sebagai gumpalan sehingga bercampur dengan dingin lalu menjadi hujan Dan salju. Maka seandainya gunung diangkat Dari maka Bumi maka bumi menjadi bulat tidak Ada kedalaman dan dataran tinggi
Some scholars have stated:
"Indeed, mountains are the reason for the existence of fresh flowing water on Earth the fundamental necessity for the life of plants and animals. Mountains cause water vapor in the air to gather and form clouds. The towering peaks stretching to the east, west, north, and south act as barriers against winds blowing across the oceans. They also force air currents to rise and cool, turning moisture into rain and snow. If mountains were removed from the Earth, the planet would be left smooth and round, with no depths or high ground at all"
عن ابن عباس رضي الله عنهما: كان أبو قبيس أول جبل وضع على الأرض.
"Bahwa gunung Abu Qubais (gunung yang berada sebelah Timur Masjidil Haram Makkah Al-mukarromah) adalah gunung pertama yang diletakkan dimuka Bumi"
"Mount Abu Qubais the mountain located to the east of Masjidil Haram in Makkah Al-Mukarramah is the very first mountain placed upon the face of the earth."
SUNNAH NABI YANG SERING KITA LAKUKAN Tahukah kalian? Ada satu amalan sunnah Rasulullah ﷺ yang sangat sederhana, ringan dilakukan, dan mungkin sudah sering kalian kerjakan sehari-hari namun belum menyadari bahwa ini adalah cara yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, para sahabat menceritakan:
"Kami apabila berjalan menanjak, kami bertakbir (Allahu Akbar). Dan apabila berjalan menurun, kami bertasbih (subhanallah)"
(HR. Shahih Al-Bukhari)
Hal ini juga diperkuat riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma:
"Nabi ﷺ beserta pasukannya, apabila menaiki bukit atau tempat tinggi (tempat tempat harus di daki/menanjak), mereka mengucapkan Allahu Akbar. Dan apabila menuruni lembah atau tempat rendah, mereka mengucapkan Subhanallah."
(HR. Sunan Abu Daud, hadis shahih)
Amalan ini sangat luas penerapannya: saat kalian berjalan kaki menanjak, naik tangga, naik lift, berkendara motor atau mobil melewati jalan menanjak. Bahkan mendaki ucapkanlah Allahu Akbar. Sebaliknya saat melewati turunan atau pulang mendaki, ucapkanlah Subhanallah.
Sangat ringan bukan? Semoga Allah senantiasa memudahkan kita untuk istiqomah mengamalkannya dalam setiap langkah.
📖 Sumber: Kitab Al-Adzkar
ENGLISH
A SUNNAH OF THE PROPHET WE OFTEN DO WITHOUT REALIZING
Did you know? There is one practice from the Sunnah of the Messenger of Allah ﷺ that is extremely simple, easy to do, and perhaps you have already performed it many times in your daily life yet you may not realize that this is a way beloved by Allah and His Messenger.
Narrated by Jabir radhiyallahu ‘anhu, the Companions said:
"When we climbed an uphill path, we would recite Takbir (Allahu Akbar). And when we went downhill, we would recite Tasbih (Subhanallah)."
(Narrated in Sahih Al-Bukhari)
This is further confirmed in the narration from Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma:
"Whenever the Prophet ﷺ and his army climbed a hill or elevated ground, they would recite Allahu Akbar. And whenever they descended into a valley or low ground, they would recite Subhanallah."
(Narrated in Sunan Abu Daud, an authentic hadith)
This practice applies to so many everyday situations: when walking uphill, climbing stairs, taking an elevator, riding a motorcycle or car up a slope even while hiking, say Allahu Akbar. Conversely, when going downhill or descending after a climb, say Subhanallah.
So effortless, isn't it? May Allah always make it easy for us to remain consistent in practicing this with every step we take.
📖 Source: Kitab Al-Adzkar
DALIL
"روينا في صحيح البخاري عن جابر رضي الله عنه قال: كنا إذا صعدنا كبرنا، وإذا نزلنا سبحنا."
Kami telah meriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dari Jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata: 'Kami (para sahabat)
✅apabila berjalan naik (menanjak), kami bertakbir (mengucapkan الله اكبر).
✅Dan apabila kami berjalan turun, kami bertasbih (mengucapkan سبحان الله )
We narrate in Sahih Al-Bukhari from Jabir radhiyallahu 'anhu, who said: 'We (the Companions):
✅ when walking uphill (ascending), we would recite Takbir (saying Allahu Akbar).
✅ and when walking downhill (descending), we would recite Tasbih (saying Subhanallah)
وروينا في سنن أبي داود في الحديث الصحيح الذي قدمناه في باب ما يقول إذا ركب دابته، عن ابن عمر رضي الله عنهما قال:
«كان النبي صلى الله عليه وسلم وجيوشه إذا علوا الثنايا كبروا، وإذا هبطوا سبحوا»."
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan pasukan jalannya (tentaranya)
✅apabila menaiki jalan-jalan bukit yang mendaki (tempat tinggi), mereka bertakbir (mengucapkan الله اكبر).
✅Dan apabila mereka menuruni lembah (tempat rendah), mereka bertasbih (mengucap سبحان الله)'."
The Prophet ﷺ and his army:
✅ when climbing hills or elevated places, they would recite Takbir (saying Allahu Akbar);
✅ and when descending valleys or low places, they would recite Tasbih (saying Subhanallah)
🧗 DZIKIR DAN AMALAN AGAR SELAMAT SAAT MENDAKI GUNUNG
Saat hendak memulai pendakian, ada urutan amalan yang dianjurkan agar senantiasa dilindungi Allah SWT:
Sebelum Mendaki
1. Bacalah Tawassul Masyhur (mengirimkan Al-Fatihah kepada Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ hingga selesai)
2. Lanjutkan dengan tawassul khusus kepada Nabi Ilyas 'alaihissalam (penjaga daratan) serta malaikat penjaga gunung menurut Imam Ibnu Hajar, malaikat ini tidak memiliki nama. Sebaiknya tawassul ini dibaca terpisah, namun boleh juga digabungkan
3. Berdoalah memohon keselamatan, baik secara pribadi dalam hati maupun dipimpin oleh satu orang dan diamini oleh rombongan
4. Sebagai penutup, disarankan membaca: Assalamu 'alaina Wa'ala ibadillahi Assholihin sebagaimana disampaikan Abuya yang dikutip dalam kitab Al-Jamal
Saat Perjalanan
Selama mendaki:
- Ketika menaiki tanjakan, bacalah Takbir (Allahu Akbar)
- Ketika menuruni lereng, bacalah Tasbih (Subhanallah)
Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Majmu' Syarah Muhaddzab (4/395):
"Disunnahkan bagi musafir membaca Takbir saat mendaki tempat tinggi, dan Tasbih saat menuruni lembah atau sejenisnya. Dan dimakruhkan mengeraskan suara (misal teriak. lebih baik bicara santai cuma terdengar teman2) saat membacanya."
Ketentuan ini merujuk pada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Sahabat Jabir radhiyallahu 'anhu:
"Kami apabila mendaki, kami bertakbir; dan apabila menurun, kami bertasbih."
(HR. Al-Bukhari, dikutip dalam Riyadh As-Shalihin 1/304)
Semoga amalan ini membawa keselamatan dan keberkahan di setiap langkah pendakianmu
ENGLISH
🧗 DHIKR & PRACTICES FOR SAFETY WHILE CLIMBING MOUNTAINS
Before starting your climb, follow these recommended practices so that you remain under the protection of Allah SWT throughout the journey:
Before the Climb
1. Recite the Well-Known Tawassul (sending Al-Fatihah to the Messenger of Allah ﷺ, from beginning to end)
2. Follow with a special tawassul to Prophet Ilyas 'alaihissalam (guardian of the land), as well as the mountain-guarding angels — according to Imam Ibn Hajar, these angels have no known names. It is better to recite these tawassuls separately, though combining them is also permissible
3. Pray for safety, either silently in your own heart, or led by one person with the rest of the group saying Amin
4. Conclude by reciting: Assalamu 'alaina Wa'ala ibadillahi Assholihin, as shared by Abuya and cited in the book Al-Jamal
During the Journey
While hiking:
- When ascending slopes, recite Takbir (Allahu Akbar)
- When descending slopes, recite Tasbih (Subhanallah)
Imam An-Nawawi explains in Majmu' Syarah Muhaddzab (4/395):
"It is Sunnah for a traveler to recite Takbir when climbing high ground, and Tasbih when descending valleys or similar places. It is makruh to raise one’s voice (such as shouting; speak gently, loud enough only for those beside you to hear) while reciting these."
This guidance is based on an authentic hadith narrated by Companion Jabir radhiyallahu 'anhu:
"When we climbed, we recited Takbir; and when we descended, we recited Tasbih."
(Narrated by Al-Bukhari, cited in Riyadh As-Shalihin 1/304)
May these practices bring safety and blessings to every step of your climb
DALIL
يُسْتَحَبُّ لِلْمُسَافِرِ أَنْ يُكَبِّرَ إذَا صَعِدَ الثَّنَايَا وَشِبْهَهَا وَيُسَبِّحَ إذَا هَبَطَ الْأَوْدِيَةَ وَنَحْوَهَا وَيُكْرَهُ رَفْعُ الصَّوْتِ بِذَلِكَ
"Disunnahkan bagi orang yang berpergian Agar Membaca Takbir ketika Menanjak dijalan yang meninggi Dan semisalnya Dan Membaca Tasbih ketika turun ke jurang dan semisalnya. Dan dimakruhkan mengeraskan suara ketika Membaca keduanya"
"It is Sunnah for a traveler to recite Takbir when ascending high paths and similar places, and to recite Tasbih when descending into valleys and similar places. It is makruh to raise one's voice while reciting either of these"
عن جابرٍ رضي الله عنه قَالَ: كُنَّا إِذا صعِدْنَا كَبَّرْنَا، وإِذا نَزَلْنَا سبَّحْنا. رواه البخاري.
Diriwayatkan Dari Sahabat Jabir Radiyallohu 'anhu, beliau berkata : "ketika kami mendaki maka kami Membaca Takbir (Allohu Akbar) Dan ketika kami Jalan menurun maka kami Membaca Tasbih (subhanalloh). (HR. Imam Al-bukhori)
Narrated by Companion Jabir radhiyallahu 'anhu, who said:
"When we climbed uphill, we would recite Takbir (Allahu Akbar), and when we went downhill, we would recite Tasbih (Subhanallah)."
(Narrated by Imam Al-Bukhari)
🏔️ HIKMAH AGUNG DICIPTAKANNYA GUNUNG
Gunung bukan sekadar pemandangan indah, melainkan ciptaan Allah SWT yang memegang peran sangat vital bagi kehidupan di muka bumi. Hal ini sudah dijelaskan langsung dalam Al-Qur'an maupun pandangan para ulama.
Allah berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 15:
"Ia (Allah SWT) memancangkan gunung-gunung di bumi agar bumi tidak berguncang bersamamu"
Imam Al-Qurtubi menjelaskan lebih lanjut:
"Saat bumi dihamparkan (sebelum ada gunung), awalnya ia berayun-ayun. Lalu Allah menetapkan dan menstabilkannya dengan keberadaan gunung"
Selain sebagai penyeimbang bumi, ada hikmah besar lainnya:
- Seandainya tidak ada gunung, permukaan bumi akan rata dan licin sepenuhnya. Air lautan pun akan menutupi seluruh daratan (tanpa pulau), sehingga rusaklah tempat hidup tambang, tumbuhan, dan hewan yang telah Allah siapkan.
- Gunung (di seluruh dunia) menjadi sumber air tawar yang mengalir bagi seluruh makhluk. Puncak gunung yang tinggi menghalangi angin, memadatkan uap air menjadi awan, lalu memicu turunnya hujan dan salju yang menyuplai sungai-sungai di daratan.
Dari riwayat Imam Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dikutip dalam kitab Lubab At-Tafasir karya Imam Al-Kirmani, disebutkan pula:
Gunung Abu Qubais yang terletak di sebelah timur Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarramah adalah gunung pertama yang diletakkan Allah di muka bumi (gunung bapak semua gunung karena di ciptakan pertama kali)
Sungguh ciptaan Allah tiada yang sia-sia. Semoga kita semakin mengenal kebesaran-Nya lewat alam semesta ini
ENGLISH
🏔️ THE GREAT WISDOM BEHIND THE CREATION OF MOUNTAINS
Mountains are far more than beautiful scenery; they are a creation of Allah SWT that plays a vital role in sustaining life on Earth. This is clearly explained in the Quran and further clarified by scholars.
Allah SWT says in Surah An-Nahl, verse 15:
"He set firm mountains on the earth, lest it shake with you."
Imam Al-Qurtubi explains further:
"When the earth was first spread out, it swayed and trembled. Then Allah stabilized it by placing mountains upon it."
Beyond anchoring the earth, mountains hold other profound wisdoms:
- If there were no mountains, the entire surface of the earth would be perfectly flat and smooth. The oceans would then cover all land entirely, destroying the habitats Allah has prepared for minerals, plants, and animals.
- Mountains across the world serve as the source of fresh flowing water needed by all living beings. Their towering peaks block winds, condense water vapor into clouds, and trigger rain and snow that feed rivers and springs.
According to a narration from Imam Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma, cited in Imam Al-Kirmani’s book Lubab At-Tafasir:
Mount Abu Qubais located to the east of the Masjidil Haram in Makkah Al-Mukarramah is the very first mountain Allah placed on earth; the “father of all mountains,” created before any other .
Nothing in Allah’s creation is without purpose. May we grow ever more aware of His greatness through the world around us
DALIL
﴿وألقى في الأرض رواسي أن تميد بكم﴾ [النحل: ١٥]
Artinya : "Ia (gusti Alloh) memancangkan gunung-gunung di bumi agar bumi tidak berguncang bersamamu"
Meaning: "He (Allah) set firm mountains upon the earth, so that it may not shake with you"
أَنَّ الْأَرْضَ لَمَّا دُحِيَتْ مَادَتْ، فَأَرْسَاهَا بِالْجِبَالِ
"Sesungguhnya Bumi ketika dihamparkan maka ia berayun-ayun. Kemudian Alloh menetapkan Bumi dengan gunung"
"Indeed, when the earth was first spread out, it swayed and trembled. Then Allah stabilized the earth with mountains"
وقال بعضهم: لو لم تكن الجبال لكان وجه الأرض مستديرا أملس، فكان مياه البحار تغطيها من جميع جهاتها، وتحيط بها إحاطة كرة الهواء بالماء؛ فبطلت الحكمة المودعة في المعادن والنباتات والحيوانات، فاقتضت الحكمة الإلهية وجود الجبال لما ذكرناه من الحكمة.
Sebagain ulama berkata tentang hikmah Alloh menciptakan Gunung, "Seandainya tidak ada Gunung maka muka bumi akan bulat Rata dan licin, kemudian Air lautan akan Naik Dan menenggelamkan Bumi Dari segala Arah serta perputaran udara akan dikelilingi Dan dipenuhi dengan Air. Sehingga Rusaklah hikmah yang diletakkan di Tambang-tambang berharga, Tumbuh-tumbuhan Dan berbagai macam hewan. Oleh karena itu hikmah Al-ilahiyyah yang berupa wujudnya Gunung itu mencocoki sekali dengan hikmah yang telah kami jelaskan"
Some scholars explain the wisdom behind Allah creating mountains:
"If there were no mountains, the surface of the earth would be perfectly round, flat, and smooth. The ocean waters would then rise and submerge the earth from all directions, and the atmosphere would be surrounded and filled entirely with water. Thus, the purpose Allah has placed for precious minerals, plants, and all kinds of animals would be lost. For this reason, the divine wisdom manifest in the existence of mountains perfectly aligns with the purpose we have described"
وقال بعضهم: إن الجبال لوجود الماء العذب السائح على وجه الأرض الذي هو مادة حياة النبات والحيوان؛ وذلك لأن سبب هذا الماء انعقاد البخار في الجو فيصير سحابا، والجبال الشامخة الطوال في المشرق والمغرب والجنوب والشمال تمنع الرياح أن تسوق البحار، بل تجعلها منحصرة حتى يلقحها البرد؛ فيصير مطرا أو ثلجا، فلو فرضت الجبال مرتفعة على وجه الأرض لكانت الأرض كرة لا غور فيها ولا نتوء.
Sebagain ulama berkata "Sesungguhnya Gunung-gunung karena wujudnya air tawar yang mengalir dimuka Bumi yang berupa pokok (kebutuhan primer) Kehidupan tumbuh-tumbuhan Dan hewan. Oleh karena itu sesungguhnya Air Gunung adalah sebab terkumpulnya Asap di udara, yang kemudian menjadi awan. Gunung-gunung yang menjulang tinggi di Arah Timur, barat, utara dan selatan. Semuanya berfungsi menghalangi angin yang menggiring laut. Bahkan Gunung menjadikan angin sebagai gumpalan sehingga bercampur dengan dingin lalu menjadi hujan Dan salju. Maka seandainya gunung diangkat Dari maka Bumi maka bumi menjadi bulat tidak Ada kedalaman dan dataran tinggi
Some scholars have stated:
"Indeed, mountains are the reason for the existence of fresh flowing water on Earth the fundamental necessity for the life of plants and animals. Mountains cause water vapor in the air to gather and form clouds. The towering peaks stretching to the east, west, north, and south act as barriers against winds blowing across the oceans. They also force air currents to rise and cool, turning moisture into rain and snow. If mountains were removed from the Earth, the planet would be left smooth and round, with no depths or high ground at all"
عن ابن عباس رضي الله عنهما: كان أبو قبيس أول جبل وضع على الأرض.
"Bahwa gunung Abu Qubais (gunung yang berada sebelah Timur Masjidil Haram Makkah Al-mukarromah) adalah gunung pertama yang diletakkan dimuka Bumi"
"Mount Abu Qubais the mountain located to the east of Masjidil Haram in Makkah Al-Mukarramah is the very first mountain placed upon the face of the earth."