Sabtu, 13 Juni 2026

SUJUD SAHWI

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Juni 13, 2026




SUJUD SAHWI

Pengertian

 

- Sujud sahwi merupakan sujud yang dilakukan jika seseorang melupakan sunnah ab’ad dalam shalat.

- Letaknya sebelum salam dan dikerjakan dua kali sebagaimana sujud biasa.

- Dilakukan pula apabila seseorang bimbang atau ragu-ragu tentang jumlah bilangan rakaat pada shalatnya, ia kemudian harus menetapkan yang paling sedikit dan hendaklah melakukan sujud sahwi.

 

Yang termasuk Sunnah Ab'ad

 

- Membaca tasyahud awal.

- Membaca shalawat pada tasyahud awal.

- Membaca shalawat atas keluarga Nabi Saw pada tasyahud akhir.

- Membaca qunut pada shalat Subuh serta shalat witir dalam pertengahan bulan Ramadhan hingga akhir bulan Ramadhan.

 

Lafadz Sujud Sahwi

 

- سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْ

- Subhana man laa yanaamu walaa yashu.

- - Artinya, “Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.”

 

Sebab Kesunnahan (5 Sebab)

 

- Meninggalkan sunnah ab’ad.

- Lupa melakukan sesuatu yang akan batal jika dilakukan dengan sengaja.

- Memindah rukun qauli (ucapan) yang tidak sampai membatalkan.

- Ragu dalam meninggalkan sunnah ab’ad, apakah telah melakukan atau belum.

- Melakukan suatu perbuatan dengan adanya kemungkinan hal tersebut tergolong tambahan.

 

Hukum Berdasarkan Yang Dilupakan

 

- Jika yang dilupakannya tersebut adalah fardlu, maka tidak cukup diganti dengan sujud sahwi. Jika orang telah ingat ketika ia sedang shalat, haruslah cepat-cepat ia melaksanakannya; atau ingat setelah salam, sedang jarak waktunya masih sebentar, maka wajiblah ia menunaikannya apa yang terlupakan, lalu sujud sahwi.

- Jika yang dilupakan itu sunat ab’ ad, maka tidak perlu diulangi, yakni kita meneruskan shalat itu hingga selesai, dan sebelum salam kita disunnahkan mengerjakan sujud sahwi.

- Jika yang terlupakan itu sunnah hai'at, maka tidak perlu diulangi apa yang dilupakan itu, dan tidak perlu sujud sahwi


ENGLISH 


SUJUD SAHWI


(Prostration of Forgetfulness)

 

Definition

 

- Sujud Sahwi refers to two additional prostrations performed during prayer to make up for unintentional mistakes or forgetfulness.


- It is performed before saying the final greeting (Taslim/Salam) to conclude the prayer.


- It is also done when a person is doubtful or uncertain about the number of prayer cycles (Raka'at) they have completed. In this case, they should proceed based on the number they are certain of (the lower count) and then perform Sujud Sahwi.

 

Actions that Require Sujud Sahwi (Sunnah Ab'ad)

 

These are recommended acts that, if forgotten, require Sujud Sahwi:

 

- Reciting the intermediate testimony (Tasyahud Awal).


- Sending blessings upon the Prophet during the intermediate testimony.


- Sending blessings upon the Prophet's family during the final testimony.


- Reciting the special supplication (Qunut) during the Dawn prayer (Subuh) and the optional night prayers (Witir), specifically during the second half of the holy month of Ramadan until its end.

 

Recitation during Sujud Sahwi

 

- Arabic:

- سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْ

- Transliteration:

Subhana man laa yanaamu walaa yashu.


- Meaning:

"Glory be to the One Who never sleeps and never forgets."

 

Reasons for Performing Sujud Sahwi (5 Reasons)

 

1. Omitting one of the recommended acts mentioned above.


2. Forgetting an action that would invalidate the prayer if done intentionally (but since it was accidental, it is fixed by Sujud Sahwi).


3. Changing the order of spoken words without breaking the prayer.


4. Doubting whether a recommended act was actually performed or not.


5. Doing an extra action out of uncertainty whether it was needed or not.

 

Rulings Based on What was Forgotten

 

- If a mandatory act (Fardlu) was forgotten: Sujud Sahwi alone is not enough.


- If remembered during the prayer, go back and do it immediately.


- If remembered shortly after finishing, repeat the missed part and then do Sujud Sahwi.


- If a recommended act (Sunnah Ab'ad) was forgotten: No need to repeat it. Just continue the prayer until completion, but perform Sujud Sahwi before the final greeting.


- If a matter of form/etiquette (Sunnah Hai'at) was forgotten: No need to repeat it, and no Sujud Sahwi is required


DALIL


‎وأسبابه خمسة ، أحدها ترك بعض .ثانيها : سهو ما يبطل عمده فقط . ثالثها : نقل قولي غير مبطل . رابعها : الشك في ترك بعض معين هل فعله أم لا ؟ خامسها : إيقاع الفعل مع التردد في زيادته 


 

“Sebab kesunnahan melakukan sujud sahwi ada lima. Yaitu meninggalkan sunnah ab’ad, lupa melakukan sesuatu yang akan batal jika dilakukan dengan sengaja, memindah rukun qauli (ucapan) yang tidak sampai membatalkan, ragu dalam meninggalkan sunnah ab’ad, apakah telah melakukan atau belum dan yang terakhir melakukan suatu perbuatan dengan adanya kemungkinan hal tersebut tergolong tambahan” (Syekh Sulaiman al-Bujairami, Hasyiyah al-Bujairami, juz 4, hal. 495)

"The reasons for the recommendation to perform Sujud Sahwi are five. Namely: omitting a Sunnah Ab'ad (emphasized Sunnah act), forgetting to do something that would invalidate the prayer if done intentionally, altering the verbal pillars (recitations) in a way that does not invalidate the prayer, being in doubt regarding the omission of a Sunnah Ab'ad—whether one has performed it or not—and lastly, performing an action while uncertain whether it counts as an addition"

 

(Sheikh Sulaiman al-Bujairami, Hasyiyah al-Bujairami, Volume 4, Page 495)

‎إذا شك أحدكم فلم يدر أصلى ثلاثا أم أربعا فليلق الشك وليبن على اليقين وليسجد سجدتين قبل السلام ، فإن كانت صلاته تامة كانت الركعة ، والسجدتان نافلة له ، وإن كانت ناقصة كانت الركعة تماما للصلاة ، والسجدتان يرغمان أنف الشيطان 



“Ketika kalian ragu, tidak ingat apakah telah melakukan shalat tiga rakaat atau empat rakaat maka buanglah rasa ragu itu dan lanjutkanlah pada hal yang diyakini (hitungan tiga rakaat) dan hendaklah melakukan sujud dua kali sebelum salam. Jika shalat tersebut sempurna maka tambahan satu rakaat dihitung (pahala) baginya dan dua sujud merupakan kesunnahan baginya, jika ternyata shalatnya memang kurang satu, maka tambahan satu rakaat menyempurnakan shalatnya dan dua sujud itu untuk melawan kehendak syaitan.” (HR. Abu Daud)


"When one of you doubts and does not know whether he has prayed three or four rak'ahs, let him cast aside the doubt and base his action upon what he is certain of (counting it as three rak'ahs), then let him perform two prostrations before the final salutation. If his prayer was indeed complete, then this additional rak'ah will be counted as a reward for him, and the two prostrations as an optional act of worship. But if it was indeed lacking one rak'ah, then that addition will complete his prayer, and the two prostrations serve to humiliate and defeat the plots of Satan."

 

(Narrated by Abu Dawood)



Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top