Sabtu, 18 Juli 2026

CARA RUMAH AMAN. DULU ALLAH MENUNDA ADZAB FIRAUN

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Juli 18, 2026


TULISLAH BISMILLAH DI PINTU RUMAHMU, AGAR MENDAPAT PERLINDUNGAN
 
Diriwayatkan oleh ulama besar Imam Fakhruddin Ar-Razi: Sebelum Firaun mengaku sebagai tuhan, ia pernah membangun sebuah istana megah dan memerintahkan agar kalimat "Bismillahirrahmanirrahim" ditulis di pintu gerbang luarnya.
 
Bertahun-tahun kemudian, ketika Firaun mulai sombong dan mengaku dirinya tuhan semesta alam, Allah mengutus Nabi Musa Alaihis Salam untuk mengajaknya beriman. Namun Firaun menolak dengan keras. Maka Nabi Musa pun berdoa:
 
"Ya Tuhanku, mengapa Engkau menunda hukuman baginya? Padahal aku tidak melihat sedikit pun kebaikan pada dirinya."
 
Allah SWT menjawab:
 
"Wahai Musa, engkau hanya melihat kekafirannya lalu ingin membinasakannya. Sedangkan Aku melihat tulisan 'Bismillah' yang pernah ia pajang di pintu gerbangnya."
 
Dari kisah ini tersirat makna yang dalam: Barangsiapa menulis kalimat Bismillah di pintu luar rumahnya, ia akan terjaga dari bahaya dan kehancuran meskipun ia seorang yang kafir.
 
Jika sekadar tulisan di pintu saja mampu mendatangkan perlindungan dan keberkahan, betapa besarnya perlindungan bagi seorang mukmin yang mengukir kalimat Bismillah di dalam hatinya sejak muda hingga akhir hayat? Pasti ia akan selamat dari kehancuran di dunia dan akhirat.
 
Sumber: Kitab Khozinatul Asrar halaman 92–93

ENGLISH

WRITE BISMILLAH ON YOUR DOOR, AND RECEIVE PROTECTION
 
It is narrated by the great scholar Imam Fakhruddin Ar-Razi: Before Pharaoh claimed to be a god, he once built a magnificent palace and ordered the phrase "Bismillahirrahmanirrahim" to be inscribed on its outer gate.
 
Years later, when Pharaoh grew arrogant and declared himself the lord of all creation, Allah sent Prophet Musa (peace be upon him) to call him to faith. Yet Pharaoh refused firmly. Then Prophet Musa prayed:
 
"My Lord, why do You delay punishment for him? I see no good in him at all."
 
Allah SWT replied:
 
"O Musa, you see only his disbelief and wish for his destruction. But I see the inscription of 'Bismillah' he once placed upon his gate."
 
This story carries a profound meaning: Whoever writes the phrase Bismillah on the outer door of their home will be kept safe from harm and ruin even if they are an unbeliever.
 
If merely writing these words on a door can bring such protection and blessing, how much greater is the safeguard for a believer who engraves Bismillah deep in their heart from youth until their final breath? Surely they will be saved from ruin in this world and the Hereafter.
 
Source: Kitab Khozinatul Asrar, pages 92–93

DALIL

يَا مُوسَى أَنْتَ تَنْظُرُ إِلَى كُفْرِهِ وَتُرِيدُ إِهْلَاكَهُ، وَأَنَا أَنْظُرُ إِلَى مَا كَتَبَهُ عَلَى بَابِهِ
"Wahai Musa, kamu hanya melihat kepada kekafirannya lalu ingin membinasakannya. Sementara Aku melihat kepada tulisan (Bismillah) yang ia pajang di pintu gerbangnya"

"O Musa, you see only his disbelief and wish for his destruction, while I behold the inscription of 'Bismillah' he placed upon his gate"

وَرُوِيَ أَنَّ فِرْعَوْنَ قَبْلَ ادِّعَاءِ الْأُلُوهِيَّةِ بَنَى قَصْراً وَأَمَرَ أَنْ يُكْتَبَ عَلَيْهِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ عَلَى بَابِهِ الْخَارِجِ، فَلَمَّا ادَّعَى الرُّبُوبِيَّةَ أَرْسَلَ اللَّهُ إِلَيْهِ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ يَدْعُوهُ إِلَى الْإِيمَانِ فَلَمْ يَقْبَلْ، فَقَالَ: إِلَهِي لِمَا أَمْهَلْتَهُ لَا أَدْرِي بِهِ خَيْراً؟ فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا مُوسَى أَنْتَ تَنْظُرُ إِلَى كُفْرِهِ وَتُرِيدُ إِهْلَاكَهُ، وَأَنَا أَنْظُرُ إِلَى مَا كَتَبَهُ عَلَى بَابِهِ، وَفِيهِ إِشَارَةٌ إِلَى أَنَّ مَنْ كَتَبَ هَذِهِ الْكَلِمَةَ عَلَى بَابِ دَارِهِ الْخَارِجِيِّ صَارَ آمِناً مِنَ الْهَلَاكِ وَإِنْ كَانَ كَافِراً، فَالَّذِي كُتِبَ عَلَى سُوَيْدَاءِ قَلْبِهِ مِنْ أَوَّلِ عُمْرِهِ إِلَى آخِرِهِ كَيْفَ لَا يَكُونُ آمِناً مِنْ هَلَاكِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ؟ كَذَا ذَكَرَهُ الْإِمَامُ فَخْرُ الدِّينِ الرَّازِيُّ

Diriwayatkan bahwa Firaun, sebelum mengaku sebagai Tuhan, membangun sebuah istana dan memerintahkan agar lafadz basmallah ditulis di pintu luarnya. Ketika ia mengaku sebagai Tuhan, Allah mengutus Musa (nabi musa) agar mengajak firaun ber taubat, tetapi ia tidak menerimanya. Maka ia berkata: Ya Tuhanku, mengapa Engkau menunda adzab firaun?. padahal dia udah tidak ada obat (tidak ada tanda2 bertaubat). Kemudian Allah Yang Maha Kuasa berfirman: “Wahai Musa, engkau melihat kekafirannya dan ingin membinasakannya, sedangkan Aku melihat apa yang ia tulis di pintunya, yang menunjukkan bahwa siapa pun (manusia) yang menulis kata ini di pintu luar rumahnya akan aman dari kehancuran, meskipun ia seorang kafir. Jadi bagaimana mungkin seseorang yang telah menuliskannya di lubuk hatinya (selalu mengingat tuhan) sejak awal hidupnya hingga akhir hayatnya tidak aman dari kehancuran dunia?” Dan akhirat? Inilah yang disebutkan oleh Imam Fakhr al-Din al-Razi.

It is narrated that before Pharaoh claimed to be God, he built a palace and ordered the phrase Bismillah to be inscribed on its outer gate. Later, when he declared himself to be God, Allah sent Prophet Musa to call him to repentance but he refused. So Prophet Musa prayed: “My Lord, why do You delay punishing Pharaoh? There is no hope left for him; he shows no sign of turning back.” Then Almighty Allah replied: “O Musa, you see only his disbelief and wish for his destruction, while I see what he wrote upon his gate. This shows that whoever writes this phrase on the outer door of their home will be kept safe from ruin even if they are an unbeliever. So how could one who has engraved it deep within their heart (always remembering Allah) from the very beginning of life until its end not be protected from ruin in this world and the Hereafter?” This account was recorded by Imam Fakhr al-Din al-Razi

TEXT PRAYER

إِلَهِي لِمَا أَمْهَلْتَهُ لَا أَدْرِي بِهِ خَيْراً؟

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top