ADAB MAKAN DAN MINUM MENURUT SYEKH ABDUL MALIK
Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan adalah salah satu murid kesayangan Syekh Abdul Malik. Beliau pernah menceritakan kebiasaan indah gurunya tersebut:
"Ketika hendak makan dan minum, Syekh Abdul Malik selalu memastikan penampilannya rapi. Beliau minimal mengenakan baju koko atau kaos berlengan panjang serta sarung. Dan apabila ada nasi yang jatuh, selama masih bersih dan tidak membahayakan (tidak madhorot), beliau akan mengambil dan memakannya."
Mengetahui adab yang begitu tinggi tersebut, Habib Luthfi pun bertanya langsung tentang landasan dan alasannya.
Syekh Abdul Malik pun menjelaskan dengan bijak:
"Cara seperti ini bukanlah karena kami mengagung-agungkan atau menyembah makanan. Makanan dan minuman hanyalah makhluk Allah Ta'ala sama seperti yang lainnya. Namun, kami melakukan semua ini semata-mata karena kami ingin menghargai Sang Pemberi Rizki"
ENGLISH
ETIQUETTE OF EATING AND DRINKING ACCORDING TO SHEIKH ABDUL MALIK
Habib Luthfi bin Yahya from Pekalongan is one of the beloved students of Sheikh Abdul Malik. He once shared the beautiful habits of his teacher:
"When about to eat and drink, Sheikh Abdul Malik always ensured he looked neat and presentable. At the very least, he would wear a long-sleeved shirt or tunic and a sarong. And if any rice fell on the ground, as long as it was still clean and safe to eat (not harmful/not mudharat), he would pick it up and eat it."
Seeing such noble manners, Habib Luthfi asked his teacher directly about the reason and basis behind this practice.
Sheikh Abdul Malik then explained with great wisdom:
"This way of doing things is not because we glorify or worship the food. Food and drink are simply creatures of Allah Ta'ala, just like anything else. However, we do all this simply because we want to respect and honor The One Who Provides the Sustenance"
About the Author