Minggu, 14 Juni 2026

BAHAYA MERENDAHKAN ORANG

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Juni 14, 2026





JANGAN MENGANGGAP REMEH ORANG LAIN

 

Seringkali tanpa sadar kita menilai orang hanya dari luar atau merasa diri kita lebih baik daripada orang lain. Padahal, hati dan harkat seseorang di hadapan Allah adalah rahasia yang tidak bisa kita tebak sembarangan.

 

 

 

Jangan Mudah Menilai Buruk

 

Romo Kiai ku pernah berpesan sangat dalam:

 

"Jangan mudah menganggap orang lain buruk. Barangkali orang yang terlihat lusuh peci dan pakaiannya, ternyata ia adalah wali Allah Ta’ala."

 

Siapa sangka, sosok yang tampak sederhana di mata manusia, bisa jadi adalah orang yang sangat mulia dan dekat dengan Allah.

 

 

 

Merasa Lebih Baik Adalah Kebodohan

 

Dalam kitab Bidayah Al-Hidayah (1/60), dijelaskan:

 

"Beranggapan di dalam hati bahwa dirimu lebih baik dari orang lain adalah kebodohan yang murni. Seyogyanya, ketika engkau melihat seseorang, anggaplah bahwa dia justru lebih baik darimu."

 

 

 

Takut Tertinggal dari Orang Lain

 

Ada kisah mengharukan tentang seorang ulama yang pernah menangis saat melihat orang yang sedang bermaksiat. Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab:

 

"Aku menangis karena takut, barangkali saat dia berjalan pergi dan aku tidak melihatnya lagi, dia telah bertaubat dan mendapatkan ampunan langsung dari Allah Ta’ala, sementara aku belum tentu mendapatkan hal yang sama."

 

Merendahkan Orang Lain, Menghinakan Diri Sendiri

 

Sebagai penutup, Gus Mus pernah berwasiat:

 

"Merendahkan orang lain tidak akan membuat kita menjadi luhur. Justru, sikap itu adalah cara menistakan dan merendahkan diri kita sendiri."


ENGLISH 


DO NOT UNDERESTIMATE OTHERS

 

Often, without realizing it, we judge people solely by their appearance or feel that we are better than them. In truth, the state of one’s heart and their true worth in the sight of Allah is a secret that we cannot easily guess.

 

 

 

Do Not Quickly Judge Others as Bad

 

My beloved teacher, Romo Kiai, once gave a profound advice:

 

"Do not easily think badly of others. Perhaps the person whose clothes and cap look shabby and worn out is actually a Wali (close friend) of Allah Ta’ala."

 

Who would have thought that someone who looks simple in the eyes of people could actually be a very noble person and very close to Allah.

 

 

 

Feeling Superior is Pure Ignorance

 

In the book Bidayah Al-Hidayah (1/60), it is explained:

 

"To believe in your heart that you are better than others is pure ignorance. Instead, whenever you look at someone, you should assume that they are actually better than you."

 

 

 

Fear of Being Left Behind

 

There is a touching story about a scholar who once wept when he saw someone committing a sin. When asked why, he replied:

 

"I cry because I am afraid. Perhaps as he walks away and I no longer see him, he has already repented and received forgiveness directly from Allah Ta’ala, while I am not guaranteed to receive the same."

 

 

 

Belittling Others Degrades Yourself

 

To conclude, Gus Mus once said:

 

"Putting others down will never elevate you. In fact, such an attitude only demeans and humiliates your own self"


DALIL 


فاعتقادك في نفسك أنك خير من غيرك جهل محض، بل ينبغي ألا تنظر إلى أحد إلا وترى أنه خير منك،


"I'tikad mu di dalam hati bahwa dirimu lebih baik dari Orang lain adalah kebodohan yang murni, Akan tetapi Seyogyanya dirimu Tidak melihat orang lain kecuali dia adalah orang yang lebih baik darimu". (Bidayah Al-hidayah 1/60)

"To believe in your heart that you are better than others is pure ignorance. Instead, you should not look at anyone except to see that they are better than you."

 

(Bidayah Al-Hidayah 1/60)


Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top