Selasa, 16 Juni 2026

JANGAN BER HUTANG

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Juni 16, 2026


NASIHAT TENTANG HUTANG
 
Dalam sebuah pengajian Ihya Ulumuddin, Romo Yai ku pernah memberikan pesan yang sangat sederhana namun menyentuh hati:
 
"Prinsip kulo, utang niku kudu disaur. Neng ngga ono duit, menengo disik."
 
(Prinsip saya, hutang itu wajib dibayar lunas. Namun jika belum punya uang, maka kita jangan berhutang)
 
 
 
Mengapa Hutang Bisa Menakutkan?
 
Ternyata, nasihat tersebut sangat selaras dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam kitab Majma’ Az-Zawaid (4/126):
 
[BAB MENGENAI HUTANG]
 
Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
 
"Janganlah kalian menakut-nakuti diri kalian sendiri setelah merasa aman."
 
Para sahabat bertanya: "Apakah maksudnya itu, wahai Rasulullah?"
 
Beliau menjawab:

"(Yaitu) Hutang."
 
Hutang bisa mengubah rasa tenang menjadi rasa was-was, dan rasa aman menjadi rasa takut.
 
 
 
Hidup Merdeka Tanpa Beban
 
Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Az-Zawajir (1/413) meriwayatkan dari Imam Al-Baihaqi:
 
"Kurangilah dosa-dosamu, maka kematian akan terasa ringan bagimu. Dan kurangilah berhutang, maka engkau akan hidup dalam kebebasan dan kemerdekaan"

ENGLISH

ADVICE REGARDING DEBT
 
During a religious gathering (Ihya Ulumuddin), my respected teacher, Romo Yai, once conveyed a message that is very simple yet deeply touching:
 
"Prinsip kulo, utang niku kudu disaur. Neng ngga ono duit, menengo disik."
 
(Translation: "My principle is that debt must definitely be repaid. However, if you do not have the money yet, then you Avoid getting into debt)
 
 
 
Why Can Debt Be Frightening?
 
It turns out that this advice is perfectly aligned with the saying of Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. In the book Majma’ Az-Zawaid (4/126):
 
[CHAPTER REGARDING DEBT]
 
Narrated from Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, the Prophet SAW said:
 
"Do not frighten your own selves after you have felt secure."
 
The Companions asked: "What does that mean, O Messenger of Allah?"
 
He answered:
 
"(It is) Debt."
 
Debt can turn a feeling of calmness into anxiety, and a feeling of security into fear.
 
 
 
Living Freely Without Burden
 
Imam Ibnu Hajar Al-Haitami in the book Az-Zawajir (1/413) narrated from Imam Al-Baihaqi:
 
"Reduce your sins, and death will feel light for you. And reduce your debts, and you will live in freedom and liberty"

DALIL

[بَابُ مَا جَاءَ فِي الدَّيْنِ]
٦٦٢٣ - عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ «أَنَّ النَّبِيَّ - ﷺ - قَالَ: «لَا تُخِيفُوا أَنْفُسَكُمْ بَعْدَ أَمْنِهَا». قَالُوا: وَمَا ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «الدَّيْنُ»».

Diriwayatkan dari uqbah bin Amir Sesungguhnya kanjeng nabi dawuh "Janganlah menakuti diri kalian sendiri setelah merasa Aman. Sahabat bertanya " Apa yang dimaksud Menakuti diri setelah Merasa Aman, wahai Rasulullah?". Kanjeng nabi menjawab "yaitu Hutang"

Narrated from Uqbah bin Amir: Indeed, the Prophet said: "Do not frighten your own selves after you have felt secure." The Companions asked: "What does it mean to frighten oneself after feeling secure, O Messenger of Allah?" The Prophet answered: "It is debt"

وَرَوَى الْبَيْهَقِيُّ: «أَقِلَّ مِنْ الذُّنُوبِ يَهُنْ عَلَيْك الْمَوْتُ، وَأَقِلَّ مِنْ الدَّيْنِ تَعِشْ حُرًّا» .

Imam Al-baihaqi Meriwayatkan hadits "Sedikitkanlah dosa-dosa Maka kematian akan ringan pada mu, dan sedikitkanlah hutang maka hidupmu akan merdeka"

Imam Al-Baihaqi narrated the Hadith: "Reduce your sins, and death will be light upon you, and reduce your debts, and your life will be free"

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top