Dalam bahasa Arab, terdapat dua istilah yang sering dianggap sama, yaitu As-Surur yang berarti kebahagiaan, dan Al-Faroh yang berarti kegembiraan. Penjelasan mendalam mengenai perbedaannya tertuang dalam kitab Hasyiah Nihayah Al-Muhtaj jilid 6 halaman 369, sebagaimana dikemukakan oleh ulama besar Syekh Ar-Rogib.
Syekh Ar-Rogib menjelaskan: As-Surur adalah lega dan lapangnya hati karena suatu kenikmatan yang membawa ketenangan, baik untuk saat ini maupun di masa yang akan datang. Sementara itu, Al-Faroh adalah lapangnya hati karena kenikmatan yang dirasakan hanya sesaat, dan umumnya dikaitkan dengan kesenangan duniawi yang bersifat fisik.
Kendati memiliki perbedaan hakikat, kedua istilah ini terkadang saling menggantikan penggunaannya namun hal itu berlaku jika tidak ditinjau dari makna aslinya. Contohnya terdapat dalam sabda Nabi Muhammad ﷺ: "Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah rumah yang disebut Daar Al-Farah". Di sini, kata Al-Farah sesungguhnya bermakna As-Surur, yaitu kebahagiaan yang sejati.
Dari penjelasan ini pun terlihat hikmah di balik istilah yang umum kita kenal, yaitu Idkhal As-Surur (membawa kebahagiaan bagi orang lain), bukan Idkhal Al-Faroh
ENGLISH
THE DIFFERENCE BETWEEN AS-SURUR AND AL-FAROH: ENDURING JOY VS. MOMENTARY DELIGHT
In Arabic, two words are often mistaken as identical: As-Surur, translated as true happiness or deep joy, and Al-Faroh, commonly rendered as cheer or excitement. A clear distinction between them is detailed in the classical Islamic reference work Hasyiah Nihayah Al-Muhtaj (Volume 6, Page 369), as explained by the renowned scholar Shaykh Ar-Raghib.
Shaykh Ar-Raghib clarifies: As-Surur describes a sense of inner relief and expansion that comes from a blessing which brings lasting peace both in the present and for all time to come. By contrast, Al-Faroh refers to a lighter, temporary uplift of spirit, usually tied to physical pleasure or worldly enjoyment that fades quickly.
While these two terms carry distinct core meanings, they are occasionally used interchangeably in common speech though this does not reflect their precise original definition. For example, consider the saying of Prophet Muhammad ﷺ: "Truly, in Paradise there is a dwelling called Daar Al-Farah". Here, the word Al-Farah is used figuratively to mean As-Surur: the perfect, unending happiness of the afterlife
DALIL
تَنْبِيه قَالَ الرَّاغِبُ: الْفَرْقُ بَيْنَ الْفَرَحِ وَالسُّرُورِ أَنَّ السُّرُورَ انْشِرَاحُ الصَّدْرِ بِلَذَّةٍ فِيهَا طُمَأْنِينَةُ الصَّدْرِ عَاجِلًا وَآجِلًا، وَالْفَرَحُ انْشِرَاحُ الصَّدْرِ بِلَذَّةٍ عَاجِلَةٍ غَيْرِ آجِلَةٍ وَذَلِكَ فِي اللَّذَّاتِ الْبَدَنِيَّةِ الدُّنْيَوِيَّةِ،
(Tanbih) Telah berkata Syekh Ar-Rogib "Lafad As-surur ialah leganya hati dengan suatu kenikmatan yang menenangkan hati diwaktu yang dekat dan yang akan datang. Sedangkan Lafadz Al-faroh ialah ketentraman hati dengan adanya kenikmatan diwaktu yang dekat, biasanya lafadz ini digunakan pada kenikmatan duniawi"
(Clarification) Shaykh Ar-Raghib al-Isfahani stated: "The term As-Surur refers to the heart opening and finding ease through a delight that brings inner peace, both in the present moment and in the hereafter. Meanwhile, the term Al-Faroh refers to the heart feeling light and lifted by a delight experienced only in the immediate present; this word is most often used for worldly, physical pleasures"
وَقَدْ يُسَمَّى الْفَرَحُ سُرُورًا وَعَكْسُهُ لَكِنْ عَلَى نَظَرِ مَنْ لَا يَعْتَبِرُ الْحَقَائِقَ وَيَتَصَوَّرُ أَحَدَهُمَا بِصُورَةِ الْآخَرِ اهـ مُنَاوِيٌ عِنْدَ قَوْلِهِ - ﷺ - «إنَّ فِي الْجَنَّةِ دَارًا يُقَالُ لَهَا دَارُ الْفَرَحِ».
"Dan Terkadang lafadz keduanya ini bisa dikehendaki makna lain (Faroh dimaknai surur atau sebaliknya) ketika tidak dipandang dari segi hakikat dan tasawur dari keduanya. Seperti dalam Redaksi hadits "Sesungguhnya didalam surga terdapat Rumah yang disebut Daar Al-Farah". Al-Farah yang dimaksud adalah As-surur"
"At times, these two terms may be used interchangeably Al-Faroh carrying the meaning of As-Surur, or vice versa—when one does not refer to their precise original definition and conceptual distinction. This is seen in the hadith: 'Indeed, in Paradise there is a house called Daar Al-Farah'. Here, Al-Farah is intended to mean As-Surur"
About the Author