RAHASIA DZIKIR YA HAYYU YA QOYYUM 1000 KALI SEHARI
Salah satu dzikir yang sangat masyhur dan memiliki keutamaan luar biasa adalah Ya Hayyu Ya Qoyyum. Menurut Imam Al-Ghazali, barang siapa yang rutin melafalkan kalimat suci ini sebanyak 1000 kali setiap harinya, maka Allah akan membukakan baginya pintu-pintu kebaikan yang sangat agung.
Berikut adalah beberapa keutamaannya:
1. Melimpahnya Rezeki
Harta akan menjadi banyak, hidup menjadi kaya raya, dan kebutuhan finansial akan terpenuhi dengan mudah.
2. Kata-kata Didengar dan Diperhatikan
Setiap ucapan dan perkataannya akan didengar, dihargai, dan dipatuhi oleh orang-orang di sekitarnya.
3. Disayangi dan Dicintai Semua Orang
Ia akan memiliki aura kasih sayang yang kuat, sehingga disukai dan dicintai oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan.
4. Mendapatkan Kebahagiaan dan Wibawa
Hidupnya akan dipenuhi dengan kebahagiaan hakiki, kemuliaan, serta kewibawaan yang terpancar dari dirinya.
5. Terhindar dari Bencana dan Bahaya
Allah akan menjaganya dan menjauhkannya dari segala macam bala musibah serta bencana yang tidak diinginkan.
6. Aman dari Tipu Daya Musuh
Ia akan dilindungi dari segala kejahatan, tipu daya, dan kezaliman dari orang-orang yang bermaksud buruk.
📚 Sumber: Kitab Nashoihul Ibad
ENGLISH
THE SECRET OF DHIKR YA HAYYU YA QOYYUM 1000 TIMES A DAY
One of the most famous forms of dhikr that holds extraordinary virtues is Ya Hayyu Ya Qoyyum. According to Imam Al-Ghazali, whoever consistently recites this sacred phrase 1000 times every day, Allah will open the doors of immense blessings for them.
Here are some of its benefits:
1. Abundant Provision and Wealth
Riches will flow abundantly, life will be filled with prosperity, and financial needs will be fulfilled with ease.
2. Words Are Heard and Respected
Every word and statement uttered will be listened to, valued, and obeyed by those around them.
3. Beloved by All People
They will possess a strong aura of affection, making them liked and loved by everyone, both men and women.
4. Attains Happiness and Dignity
Their life will be filled with true happiness, honor, and a natural charisma that radiates from within.
5. Protected from Calamities and Dangers
Allah will safeguard them and keep them far away from all types of misfortunes and unwanted disasters.
6. Safe from the Schemes of Enemies
They will be protected from all evil, deceit, and injustice from those who intend harm.
📚 Source: Book of Nashoihul Ibad
TEXT DHIKR
يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ
latin
ya hayyu ya qoyyum
ADAB MEMIMPIN DOA
Kemarin saat sowan kepada Yai, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Saya perhatikan ketika beliau melantunkan doa-doa, baik itu Qunut, doa setelah sholat, maupun doa-doa lainnya seperti Sholawat Bahriyyah Kubro dan Doa Faroj, beliau selalu menggunakan lafadz jamak (banyak) dan waqi' mutakallim ma'a al-ghoir (kata ganti kami/kita).
Semua lafadz yang seharusnya tunggal (mufrod) beliau ubah menjadi jamak, dan kata ganti "aku" (wahdah) diganti menjadi "kami/kita" dengan sangat lancar dan penuh kekhusyukan.
Ternyata, hal ini merupakan salah satu adab utama dalam memimpin doa di hadapan jamaah, yang memiliki hikmah sangat besar sebagaimana penjelasan para ulama.
Dalam kitab Thorhu Attatsrib karya Al-Hafidz Al-'Iroqi (2/136) disebutkan:
"Sesungguhnya termasuk adab berdoa ialah, barangsiapa yang berdoa di majlis jamaah, hendaknya tidak mengkhususkan doa hanya untuk dirinya sendiri tanpa mengikutkan orang lain."
Sementara itu, dalam kitab Irsyad As-Sari Syarah Shohih Al-Bukhori (9/197) dijelaskan lebih lanjut
"Diantara adab berdoa ialah tidak mengkhususkan doa untuk diri sendiri, akan tetapi menggunakan lafadz yang umum. Agar doa dan cita-citanya ikut tergabung dalam kelipatan pahala doa orang-orang yang bertauhid, sehingga hajatnya lebih mudah dikabulkan karena keberkahan mereka."
Dari sini saya menyimpulkan, bahwa beliau bukan hanya sosok yang semangat dalam menjalankan kewajiban, tetapi juga sosok yang sangat memperhatikan adab dan fadhilah. Beliau tidak hanya menasihati, namun langsung memberikan contoh nyata. Semoga kita semua bisa meneladani beliau, Aamiin
ENGLISH
THE ETIQUETTE OF LEADING PRAYERS
Yesterday, when I visited my spiritual teacher, I learned a profound lesson. I noticed that whenever he recited supplications whether it was the Qunut prayer, prayers after the formal worship, or other specific invocations like Sholawat Bahriyyah Kubro and Doa Faroj he consistently used plural forms and the grammatical structure meaning "we" or "us" (waqi' mutakallim ma'a al-ghoir).
Every word that is normally singular (mufrad) was changed to plural. Instead of using "I" or "me", he smoothly and humbly used "we" or "us", all while maintaining deep focus and devotion.
I realized that this is actually one of the most important etiquettes when leading prayers in congregation, and it carries great spiritual wisdom, as explained by the scholars.
In the book Thorhu Attatsrib by Al-Hafidz Al-'Iroqi (2/136), it is stated:
"Truly, part of the etiquette of praying is that whoever leads a prayer in a gathering should not make the prayer exclusive to himself alone, but must include everyone present."
Furthermore, in the book Irsyad As-Sari Syarah Shohih Al-Bukhori (9/197), it is further explained:
"One should not limit the prayer just for oneself. Instead, use general wording so that one's personal hopes and needs are included within the vast ocean of prayers offered by all believers. By mixing one's needs with the needs of the righteous, there is a greater hope that the prayer will be answered, blessed by the goodness of the community."
From this experience, I concluded that he is not only someone who is diligent in his religious duties, but also a person who deeply values proper manners and spiritual excellence. He does not only give advice, but he lives it and sets the perfect example. May we all be able to follow in his footsteps. Ameen
DALIL
وأن لا يخص نفسه بالدعاء، بل يعم ليدرج دعاءه وطلبه في تضاعيف دعاء الموحدين ويخلط حاجته بحاجتهم لعلها أن تقبل ببركتهم وتجاب.
"Diantara adab berdo'a ialah tidak mengkhususkan dirinya sendiri dalam berdo'a, Akan tetapi ia berdo'a dengan Shighot yang umum agar do'a dan cita-citanya termasuk dalam kelipatan do'anya orang yang bertauhid kepada Alloh, Dan kebutuhannya bercampur dengan kebutuhan para ahli Tauhid. Sehingga harapan hajatnya dikabulkan dan diijabah sebab keberkahan para ahli Tauhid"
"Part of the etiquette of supplication is that one should not make the prayer exclusive to oneself. Instead, one should use general wording so that their personal prayers and aspirations are included within the multiplied blessings of the prayers offered by all those who believe in the Oneness of Allah (ahlut tauhid). By merging one's own needs with the needs of the believers, there is a greater hope that the prayer will be answered and accepted, due to the spiritual blessings bestowed upon the community of monotheists"
وأن لا يخص نفسه بالدعاء، بل يعم ليدرج دعاءه وطلبه في تضاعيف دعاء الموحدين ويخلط حاجته بحاجتهم لعلها أن تقبل ببركتهم وتجاب.
"Diantara adab berdo'a ialah tidak mengkhususkan dirinya sendiri dalam berdo'a, Akan tetapi ia berdo'a dengan Shighot yang umum agar do'a dan cita-citanya termasuk dalam kelipatan do'anya orang yang bertauhid kepada Alloh, Dan kebutuhannya bercampur dengan kebutuhan para ahli Tauhid. Sehingga harapan hajatnya dikabulkan dan diijabah sebab keberkahan para ahli Tauhid"
"Part of the etiquette of supplication is not to pray exclusively for oneself, but rather to use general wording. This way, one's prayers and aspirations are included among the multiplied blessings of the prayers of all who believe in God. By mixing one's needs with the needs of the righteous believers, there is a greater hope that the prayer will be answered and granted, due to the spiritual blessings bestowed through them"
FAIDAH AGUNG KALIMAT HASBUNALLAH WANI'MAL WAKIL (BAGIAN 1)
Kalimat Hasbunallah Wani'mal Wakil sungguh memiliki keutamaan yang luar biasa, baik saat diucapkan maupun dituliskan. Hal ini banyak disebutkan dalam kitab-kitab para ulama Ahli Sunnah wal Jamaah, khususnya kitab-kitab hadits.
Dalam Shahih Al-Bukhari jilid 4 halaman 1662, diriwayatkan dari Sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu: kalimat ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalam ketika beliau dilemparkan ke dalam kobaran api. Kalimat yang sama juga diucapkan oleh Nabi Muhammad ﷺ beserta para sahabat, ketika kaum kafir memperingatkan: "Sesungguhnya manusia telah berkumpul untuk menyerang kalian, maka takutlah kepada mereka!" Justru peringatan itu menambah keimanan kaum Muslimin, lalu mereka pun berkata: Hasbunallah Wani'mal Wakil "Cukuplah bagi kami Allah, dan Dia sebaik-baik yang dipercayakan segala urusan".
Berdasarkan hadits ini, Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Majmu' Syarah Muhadzab jilid 1 halaman 78: para ulama terdahulu mengharapkan keberkahan dengan menuliskan kalimat ini di dalam kitab maupun karya lainnya. Imam Asy-Syirazi (penulis kitab Muhadzab) dan ulama lainnya pun menjadikannya teladan, dan selalu mengakhiri tulisan mereka dengan kalimat Hasbiyallahu Wani'mal Wakil.
Syaikh Muhammad Al-Asyuthi, ulama Mazhab Syafi'i, bahkan mensunnahkan hal ini dalam kitab Jawahir Al-'Uqud jilid 1 halaman 26: bagi siapa pun yang menulis kitab atau karya tulis setelah memulainya dengan Basmalah, Hamdalah, dan Shalawat kepada Nabi ﷺ sangat dianjurkan untuk mengakhirinya juga dengan Shalawat kepada Nabi, lalu diikuti dengan kalimat Hasbunallah Wani'mal Wakil.
Sebuah faidah lain juga disampaikan: "Barang siapa yang menuliskan kalimat Hasbunallah Wani'mal Wakil, maka selamanya ia tidak akan tertimpa keburukan akibat tulisan tersebut"
ENGLISH
THE GREAT BLESSINGS OF THE PHRASE HASBUNALLAH WANI'MAL WAKIL (PART 1)
The phrase Hasbunallah Wani'mal Wakil holds extraordinary virtue, both when spoken aloud and when written down. This is widely documented in the works of scholars of the Ahlus Sunnah wal Jamaah, particularly in books of Hadith.
In Sahih Al-Bukhari (Volume 4, Page 1662), it is narrated by Companion Ibn Abbas Radhiyallahu 'anhu: this phrase was spoken by Prophet Ibrahim 'alaihissalam when he was cast into the blazing fire. The very same words were also uttered by Prophet Muhammad ﷺ and his companions, when the disbelievers warned: "Verily, people have gathered against you, so fear them!" Far from discouraging them, this threat only strengthened the believers' faith, and they declared: Hasbunallah Wani'mal Wakil — "Allah is sufficient for us, and He is the Best Disposer of affairs."
Based on this Hadith, Imam An-Nawawi explains in Majmu' Syarah Muhadzab (Volume 1, Page 78): early scholars sought blessings by writing this phrase in their books and other works. Imam Asy-Syirazi (author of the book Al-Muhadzab) and other scholars followed this example, consistently concluding their writings with Hasbiyallahu Wani'mal Wakil.
Sheikh Muhammad Al-Asyuthi, a scholar of the Shafi'i school, even recommends this practice in Jawahir Al-'Uqud (Volume 1, Page 26): for anyone writing a book or text after beginning with the Basmalah, praise of Allah, and blessings upon the Prophet ﷺ it is sunnah to also end with blessings upon the Prophet, followed by the phrase Hasbunallah Wani'mal Wakil.
Another profound benefit is also recorded: "Whoever writes the phrase Hasbunallah Wani'mal Wakil will never be harmed or face misfortune because of that writing"
DALIL
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ: حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ . قَالَهَا إِبْرَاهِيمُ لا حِينَ أُلْقِيَ في النَّارِ.
Diriwayatkan dari Sahabat Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu, beliau berkata : "Hasbunallahu Wani'mal Wakil ialah ucapan Kanjeng nabi Ibrahim 'alaihissalam Sewaktu beliau di lempar ke dalam kobaran Api"
Narrated by Companion Ibn Abbas Radhiyallahu 'anhu, who said: 'Hasbunallahu Wani'mal Wakil was the supplication spoken by Prophet Ibrahim 'alaihissalam when he was cast into the blazing fire"
وَقَالَهَا مُحَمَّدٌ حِينَ قَالُوا: ﴿إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ .
"Dan Kanjeng nabi Muhammad membaca Hasbunallahu Wani'mal Wakil Sewaktu para kaum kafir berkata sesungguhnya Manusia telah berkumpul untuk kalian, Karena itu takutlah kalian kepada mereka. Maka ucapan kafir tersebut menjadikan Kaum Muslim menjadi tambah iman-nya Dan seraya membaca Hasbunallahu Wani'mal Wakil (Dzat yang mencukupi kita ialah Alloh Ta'ala Dan Alloh sebaik-baiknya Dzat yang di pasrahi)"
And Prophet Muhammad ﷺ recited Hasbunallah Wani'mal Wakil when the disbelievers said: 'Verily, people have gathered together against you, so fear them!' Yet those words only increased the believers in faith, and they proclaimed: Hasbunallah Wani'mal Wakil meaning 'Allah Ta'ala is sufficient for us, and Allah is the Best to Whom all matters are entrusted"
واقتدى المصنف وغيره من العلماء في كتبهم وغيرها بهذا وختموا كلامهم بحسبي الله ونعم الوكيل
"Mbah mushonnif Muhadzab (Imam Asyyairazi) dan ulama yang lain mengikuti hadits imam ini didalam kitab-kitab beliau dan selainnya, Dan beliau-beliau Mengakhiri dawuhnya dengan Hasbiyalloh wani'mal Wakil"
"Imam Asy-Syirazi, the author of Al-Muhadzab, and other scholars followed this prophetic guidance in their books and other works, concluding their discourses with the words: Hasbiyallahu Wani'mal Wakil"
والمستحب لمن كتب كتابا في هذا المعنى أو غيره : إذا افتتحه بالبسملة والحمدلة والصلاة على النبي : أن يختم أيضا بالصلاة على النبي ثم بقوله : حسبنا الله ونعم الوكيل.
Disunnahkan bagi yang menulis Kitab dalam Masalah ini atau yang lainnya Ketika sudah memulai dengan Basmalah, hamdalah dan sholawat kepada kanjeng nabi Agar menutupnya juga dengan Sholawat kepada nabi kemudian dengan dawuh "Hasbunallahu Wani'mal Wakil"
It is recommended for anyone writing a book on this or any other subject: after beginning with the Basmalah, praise of Allah, and blessings upon the Prophet, they should also conclude it with blessings upon the Prophet, followed by the supplication: "Hasbunallah Wani'mal Wakil"
عن بعض شيوخه : أنه أفاده أن الحسبلة لا تكون في مكتوب ويحصل لكاتبه بسببه سوء أبدا
Diceritakan dari sebagian guru bahwa beliau menjelaskan faidah, "sesungguhnya Orang yang menulis Hasbalah (Hasbunallahu wani'mal Wakil) Maka ia tidak akan mendapati keburukan selamanya sebab tulisannya tersebut"
It is narrated from some teachers that they explained this blessing: 'Indeed, whoever writes the Hasbalah (Hasbunallah Wani'mal Wakil) will never face any harm or misfortune because of that writing"
FAIDAH AGUNG KALIMAT HASBUNALLAH WANI'MAL WAKIL (BAGIAN 2)
Sesuai penjelasan pada bagian sebelumnya, para ulama banyak memaparkan keutamaan kalimat Hasbunallah Wani'mal Wakil, baik saat dituliskan maupun dilafalkan.
Salah satu faidah melafalkannya adalah berkah rezeki dan dicintai oleh makhluk Allah Ta'ala. Hal ini dijelaskan secara rinci dalam kitab As-Sir Al-Jalil jilid 4:
"Ketahuilah saudaraku, semoga Allah menuntunmu pada perkataan dan perbuatan yang baik, serta menjauhkanmu dari orang yang sesat dan pemalas. Barangsiapa ingin menjadikan Allah sebagai penjamin dan pelindung dalam segala urusannya, diselamatkan dari keburukan semua makhluk, diberi pertolongan, ditanamkan rasa cinta di hati hamba-hamba-Nya, serta dibantu dari luas karunia-Nya, maka hendaklah ia membaca Hasbunallah Wani'mal Wakil setiap pagi dan sore sebanyak jumlah hurufnya, yaitu 450 kali."
Dalam Tafsir Al-Qurthubi jilid 10 halaman 408, Imam Al-Qurthubi juga mengutip pendapat ulama: "Barangsiapa melafalkan Hasbunallah Wani'mal Wakil, maka ia akan selamat dari tipu daya setan."
Bahkan Imam Malik begitu meyakini keutamaan kalimat ini sehingga mengukirkannya pada cincin beliau, sebagaimana tercatat dalam Hilyah Al-Aulia jilid 6 halaman 326: "Ukiran pada cincin Imam Malik bin Anas adalah Hasbunallah Wani'mal Wakil"
ENGLISH
THE GREAT BLESSINGS OF THE PHRASE HASBUNALLAH WANI'MAL WAKIL (PART 2)
As explained in the previous part, scholars have detailed many virtues of the phrase Hasbunallah Wani'mal Wakil, both when written and when recited.
One benefit of reciting it is blessed provision and being loved by Allah’s creation. This is elaborated in As‑Sir Al‑Jalil, Volume 4:
“Know, my brother—may Allah guide you to good words and deeds, and keep you far from those who go astray and are idle—whoever wants Allah to be his Sufficient Guardian and Trustee in all matters, to be protected from the harm of all created beings, supported, beloved in the hearts of His servants, and aided from His vast bounty, let him say Hasbunallah Wani'mal Wakil every day and night as many times as the number of its letters: that is, four hundred and fifty times.”
In Tafsir Al‑Qurthubi, Volume 10, Page 408, Imam Al‑Qurthubi also cites scholars:
“Whoever recites Hasbunallah Wani'mal Wakil will be safe from Satan’s schemes.”
Such was Imam Malik’s confidence in its virtue that he had it engraved on his signet ring, as recorded in Hilyah Al‑Aulia, Volume 6, Page 326:
“The inscription on the ring of Imam Malik ibn Anas was: Hasbunallah Wani'mal Wakil"
DALIL
اعلم يا اخي وفقك الله لصالح القول والعمل وابعدك عن اهل الغواية والكسل من اراد أن يكون الله حسبيه ووكيله في جميع اموره ويكفيه شر جميع خلقة ويؤيده بنصره ويلقى محبة في قلوب عباده ويعينه الله من سعة فضله فليقل في كل ليلة ويوم حسبنا الله ونعم الوكيل بعدد حروفها وهو اربع مائة وخمسون
"Ketahuilah wahai saudaraku semoga Alloh memberimu pertolongan untuk berbuat baik perkataan dan ama dan semoga Alloh menjauhkanmu dari Ahli sesat dan malas, Barangsiapa yang mengharapkan Alloh adalah Dzat yang mencukupin dan yang dipasrahinya disetiap urusan, yang menjaganya dari keburukan semua makhluk, yang Menolonginya, yang memberikan Cinta di setiap hati hamba-hambanya dari luas anugrahnya maka hendaknya ia membaca setiap hari dan malamnya hasbunallahu Wani'mal wakil dengan hitungan hurufnya, yakni empati ratus lima puluh"
"Know, my brother may Allah grant you success in good speech and action, and keep you far from those who go astray and those who are lazy. Whoever desires Allah to be the One who suffices him and the Trustee for all his affairs, who protects him from the harm of every creature, who supports him, and who places love for him in the hearts of His servants out of His vast bounty let him recite Hasbunallah Wani'mal Wakil every day and night according to the number of its letters: that is, four hundred and fifty times"
ومن قال حسبنا الله ونعم الوكيل أمن من كيد الشيطان،
"Barangsiapa yang membaca Hasbunallahu Wa ni'mal wakil Maka ia akan aman dari Rekayasa Syaithon"
"Whoever recites Hasbunallah Wani'mal Wakil will be protected from Satan's schemes"
قال: كان نقش خاتم مالك بن أنس حسبنا الله ونعم الوكيل
Telah berkata abdul Aziz bin abdulloh "Ukiran cincin Imam Malik bin anas ialah Hasbunallahu Wani'mal Wakil"
Abdul Aziz bin Abdullah said: 'The inscription on the ring of Imam Malik bin Anas was: Hasbunallah Wani'mal Wakil"

About the Author