Suatu hari, Imam Hasan Al-Bashri mendengar seseorang sedang mencaci dan mendoakan keburukan gubernur yang kejam saat itu, yaitu Hajjaj bin Yusuf. Beliau pun menasihatinya:
"Janganlah engkau berbuat demikian. Sesungguhnya keadaan pemimpin kalian lahir dari perbuatan kalian sendiri. Kami justru khawatir jika Hajjaj dicopot atau meninggal dunia, kalian malah akan dipimpin oleh pemimpin yang lebih buas dan buruk, sebagai balasan atas dosa-dosa kalian."
(Kitab Al-Adabu As-Syariyyah, Ibnu Muflih)
Inti pesannya sungguh mendalam: Jika sebuah masyarakat dihuni oleh orang-orang yang baik, taat, dan memegang amanah, maka Allah akan mengangkat pemimpin yang baik pula untuk mereka. Sebaliknya, jika masyarakat gemar bermaksiat, berkhianat, dan melanggar kebenaran, maka akan datanglah pemimpin yang serupa dengan kelakuan mereka.
Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah SAW yang tertulis dalam kitab Syu'bul Iman:
"Sebagaimana keadaan kalian, begitulah pemimpin yang akan diangkat atas kalian."
Allah SWT pun menegaskan hal yang sama dalam Surah Al-An'am ayat 129:
"Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang yang zalim menguasai sebagian yang lain, disebabkan apa yang mereka kerjakan."
Seringkali kita begitu lihai mengkritik kesalahan pemimpin yang zalim, namun lupa atau enggan untuk memeriksa dan memperbaiki kekurangan dalam diri kita sendiri
ENGLISH
LEADERS ARE A REFLECTION OF THEIR PEOPLE
One day, Imam Hasan Al-Basri heard a man cursing and speaking ill of the cruel governor of that time, Hajjaj bin Yusuf. He then advised him:
"Do not do that. Truly, the condition of your leaders comes from your own deeds. We fear that if Hajjaj is removed or passes away, you will instead be ruled by someone even more savage and wicked — a recompense for your sins."
(Kitab Al-Adabu As-Syariyyah by Ibnu Muflih)
The core message is profound: when a society consists of good, obedient, and trustworthy people, Allah will appoint good leaders for them. Conversely, if people persist in sin, betrayal, and wrongdoing, they will be given leaders who reflect their own character.
This aligns with the saying of the Prophet Muhammad SAW, recorded in Syu'bul Iman:
"As you are, so shall those who are placed in authority over you be."
Allah SWT confirms this in Surah Al-An'am, verse 129:
"And so We make some wrongdoers rule over others, because of what they used to earn."
All too often, we are quick to criticize the faults of unjust leaders, yet forget or refuse to examine and correct our own shortcomings
DALIL
لَا تَفْعَلْ -رَحِمَكَ اللهُ- إِنَّكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أُتِيتُمْ، إِنَّمَا نَخَافُ إِنْ عُزِلَ الْحَجَّاجُ أَوْ مَاتَ أَنْ تَلِيَكُمُ الْقِرَدَةُ وَالْخَنَازِيرُ
Jangan kau lakukan itu. Sesungguhnya (keberadaan Hajjaj) itu karena ulah kalian sendiri. Kami khawatir jika Hajjaj diturunkan atau mati, kalian justru akan dipimpin oleh monyet atau serigala (yang lebih buruk) akibat dosa² kalian. (Kitab Al Adabu As-Syariyyah Karya Ibnu Muflih)
"Do not do that. Truly, Hajjaj is here because of your own deeds. We fear that if he is dismissed or dies, you will instead be ruled by monkeys or wolves even worse leaders because of your sins."
(Kitab Al-Adabu As-Syariyyah by Ibnu Muflih)
كَمَا تَكُونُوا كَذَلِكَ يُؤَمَّرُ عَلَيْكُمْ
Bagaimana keadaan kalian, begitu jugalah pemimpin kalian
"Just as you are, so will your leaders be"
وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang dzalim itu menguasai sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan
"And thus We cause some of the wrongdoers to dominate others, because of what they used to do"
About the Author