Dalam bahasa Arab, kita sering menjumpai kata الخوف (Khouf) dan الخشية (Khosyah), yang sama-sama sering diterjemahkan sebagai "takut". Padahal, terdapat perbedaan antara keduanya.
Para ulama memiliki pandangan beragam mengenai hubungan kedua kata ini: sebagian berpendapat keduanya bukanlah mutaradif (sama makna), sementara yang lain menyebutnya beda lafadz namun memiliki arti yang sama (beda lafadz tunggal makna nya)
Dalam kitab Al-Itqon Fii Ulum Al-Qur'an juz 2 halaman 363, dijelaskan:
"Salah satu kaidah mengenai lafadz yang disangka bermakna sama padahal berbeda adalah kata Al-Khouf dan Al-Khosyah. Para ahli bahasa telah lama membahasnya, dan tak diragukan lagi bahwa Al-Khosyah derajatnya lebih tinggi daripada Al-Khouf; Khosyah adalah puncak dari ketakutan."
Dijelaskan pula perbedaannya:
"Khosyah timbul karena besar dan agungnya Dzat yang ditakuti, sekalipun orang yang merasakannya adalah orang yang kuat. Sedangkan Khouf timbul karena lemahnya perasaan orang yang takut, sekalipun yang ditakuti adalah perkara yang kecil."
Imam Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan dalam Syarah Asy-Syamail (seperti dikutip dalam Futuhat Ar-Robaniyyah juz 6 halaman 172):
"Khouf, Khosyah, Al-Wajal, dan Ar-Rahbah maknanya saling berdekatan. Khouf adalah rasa tersiksa yang menyertai hembusan nafas dan gejolak hati ketika mengingat sesuatu yang menakutkan. Adapun Al-Khosyah lebih khusus daripada Khouf, karena ia adalah ketakutan yang disertai dengan pengetahuan batin (makrifat. Misal wali yang takut sama Allah di seluruh hidup nya)"
Dalam Hasyiah Al-Adawi juz 2 halaman 507 pun ditegaskan:
"Ada yang berpendapat Khouf dan Khosyah bermakna sama, namun pendapat yang lebih rinci menyatakan: Khouf adalah lari dan gelisahnya hati saat merasakan kedatangan hal yang tidak disukai. Sedangkan Khosyah lebih khusus, yaitu ketakutan yang hanya dimiliki oleh orang yang berilmu mengenal Allah. Khosyah kepada Allah berarti takut akan hukuman-Nya sekaligus memuliakan-Nya dengan keyakinan bahwa Allah tidak pernah berbuat zalim dalam segala ketetapan-Nya. Berbeda dengan ketakutan biasa, yang bisa muncul sekadar karena ancaman orang zalim (ketakutan umum. Misal ke preman bom dll)"
ENGLISH
THE DIFFERENCE BETWEEN AL-KHOUF AND AL-KHOSYAH
In Arabic, we often encounter the words الخوف (Khouf) and الخشية (Khosyah), both commonly translated simply as "fear". Yet there are clear distinctions between the two.
Scholars hold varying views on their relationship: some state they are not synonyms, while others note they are different terms that share a core meaning.
As explained in Al-Itqon Fii Ulum Al-Qur'an, Volume 2, Page 363:
"One principle regarding terms mistakenly thought to share exactly the same meaning concerns Al-Khouf and Al-Khosyah. Linguists have long discussed them, and it is certain that Al-Khosyah is of a higher rank than Al-Khouf; Khosyah is the highest, most profound form of fear."
The difference is further clarified:
"Khosyah arises from the greatness and majesty of what is feared, even if the one who feels it is strong. Al-Khouf, by contrast, arises from the weakness of the one who fears, even if the thing feared is something small."
Imam Ibnu Hajar Al-Haitami explains in Syarah Asy-Syamail (cited in Futuhat Ar-Robaniyyah, Volume 6, Page 172):
"Khouf, Khosyah, Al-Wajal, and Ar-Rahbah carry related meanings. Khouf is a sense of distress that weighs on one’s breath and agitates the heart when remembering something frightening. Al-Khosyah is more specific: it is fear accompanied by deep spiritual knowledge (ma'rifah for example, the awe a righteous person holds for Allah throughout their life)."
In Hasyiah Al-Adawi, Volume 2, Page 507, it is further affirmed:
"Some say Khouf and Khosyah are identical in meaning, but a more precise distinction holds: Khouf is the heart’s flight and restlessness at the prospect of something unwanted. Khosyah is far more specific a fear found only in those who truly know Allah. To have Khosyah of Allah is to fear His punishment while also honoring Him, fully certain that He never acts unjustly in any decree. This differs from ordinary fear, which may arise simply from the threat of an oppressor general fear, such as fear of thugs, bombs, and the like"
DALIL
قَاعِدَةٌ فِي الْأَلْفَاظِ الَّتِي يُظَنُّ بِهَا التَّرَادُفُ وَلَيْسَتْ مِنْهُمِنْ ذَلِكَ الْخَوْفُ وَالْخَشْيَةُ لَا يَكَادُ اللُّغَوِيُّ يُفَرِّقُ بَيْنَهُمَا وَلَا شَكَّ أَنَّ الْخَشْيَةَ أَعْلَى مِنْهُ وَهِيَ أَشَدُّ الْخَوْفِ.
(Kaidah) dalam lafadz-lafadz yang diduga Tunggal Makna, padahal berbeda. Diantaranya ialah Lafadz Khouf dan Khosyah. Ahli bahasa sudah lama membahas tentang keduanya, tidak ada keraguan bahwa Lafadz Al-Khosyah Itu lebih tinggi daripada Al-khouf, Khosyah itu puncak ketakutan
"(A principle concerning terms mistakenly thought to carry a single identical meaning, when in fact they differ.) Among these are the words Khouf and Khosyah. Linguists have long discussed the two, and there is no doubt that the term Al-Khosyah stands on a higher level than Al-Khouf; Khosyah is the pinnacle of fear"
قال ابن حجر الهيتمي في شرح الشمائل: الخوف والخشية والوجل والرهبة متقاربة المعنى فالخوف توقع العقوبة على مجاري الأنفاس واضطراب القلب من ذكر المخوف والخشية أخص منه إذ هي خوف مقرون بمعرفة.
Imam Ibnu Hajar Al-haitami dawuh dalam Syarah As-syamail "Al- Khouf, Al-khosyah, Al-Wajal, Warrohbah itu Artinya berdekatan. Khouf merasa tersiksa dalam hembusan nafas dan bergejolak hati dari mengingat perkara yang ditakuti, Sedangkan Al-khosyah ialah lebih khusus dari pada Al- Khouf, karena Khosyah ialah Khouf yang disertai dengan makrifat"
Imam Ibnu Hajar Al-Haitami stated in Syarah Asy-Syamail:
"Al-Khouf, Al-Khosyah, Al-Wajal, and Ar-Rahbah have closely related meanings. Al-Khouf is the distress felt in one’s very breath and the agitation of the heart upon recalling something feared. Al-Khosyah, however, is more specific than Al-Khouf, for it is fear accompanied by deep spiritual knowledge (ma'rifah)"
قال ابن حجر الهيتمي في شرح الشمائل: الخوف والخشية والوجل والرهبة متقاربة المعنى فالخوف توقع العقوبة على مجاري الأنفاس واضطراب القلب من ذكر المخوف والخشية أخص منه إذ هي خوف مقرون بمعرفة.
Imam Ibnu Hajar Al-haitami dawuh dalam Syarah As-syamail "Al- Khouf, Al-khosyah, Al-Wajal, Warrohbah itu Artinya berdekatan. Khouf merasa tersiksa dalam hembusan nafas dan bergejolak hati dari mengingat perkara yang ditakuti, Sedangkan Al-khosyah ialah lebih khusus dari pada Al- Khouf, karena Khosyah ialah Khouf yang disertai dengan makrifat"
Imam Ibnu Hajar Al-Haitami stated in Syarah Asy-Syamail: "Al-Khouf, Al-Khosyah, Al-Wajal, and Ar-Rahbah carry related meanings. Khouf is a sense of distress felt with every breath and the agitation of the heart upon remembering what is feared. Al-Khosyah, however, is more specific than Al-Khouf, for it is fear accompanied by true spiritual knowledge (ma'rifah)"
أَنَّ الْخَوْفَ وَالْخَشْيَةَ مُتَرَادِفَانِ، وَقِيلَ: الْخَوْفُ هَرَبُ الْقَلْبِ مِنْ حُلُولِ الْمَكْرُوهِ عِنْدَ اسْتِشْعَارِهِ، وَالْخَشْيَةُ أَخَصُّ مِنْ الْخَوْفِ فَهِيَ لِلْعُلَمَاءِ بِاَللَّهِ تَعَالَى فَهُوَ خَوْفٌ مَقْرُونٌ بِمَعْرِفَةٍ أَيْ فَخَشْيَةُ اللَّهِ هِيَ خَوْفُ عِقَابِهِ مَعَ تَعْظِيمِهِ بِأَنَّهُ غَيْرُ ظَالِمٍ فِي فِعْلِهِ بِخِلَافِ مُطْلَقِ الْخَوْفِ فَإِنَّهُ يَتَحَقَّقُ عِنْدَ تَهْدِيدِ الظَّالِمِ لَهُ.
Sesungguhnya Khauf dan Khosyah Itu dua lafadz Mutarodif (beda lafal namun satu makna). Dan menurut sebagian ulama "Khauf itu takutnya hati pada datang nya perkara yang tidak disukai ketika merasakan nya. Sedangkan Al-Khosyah itu lebih khusus daripada Khouf, karena Khosyah itu dimiliki oleh ulama billah Ta'ala. Makna Khosyah ialah Khouf yang disertai dengan makrifat. Khosyatulloh ialah takut siksaan Alloh Ta'ala yang disertai mengagungkannya dengan meyakini Alloh bukan Dzat yang dzolim dalam melakukan segalanya. Berbeda dengan Mutlak Khouf, maka Khouf akan tampak ketika adanya ancaman pelaku dzolim padanya"
"Some scholars consider Khouf and Khosyah to be synonyms—different terms sharing the same core meaning. Yet others draw a finer distinction: Khouf is the heart’s fear and unease when sensing that something unwanted is approaching. Al-Khosyah, however, is more specific: it is a fear found only in those who possess true knowledge of Allah. It is fear rooted in deep spiritual awareness (ma'rifah). To have Khosyah of Allah is to fear His punishment while simultaneously holding Him in the highest reverence, fully certain that He never acts unjustly in any matter. This differs from ordinary fear, which may arise simply from facing threats made by oppressors"
About the Author