Jumat, 04 September 2026

MAKSUD TANGISAN PENDOSA LEBIH BAIK

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  September 04, 2026


HATI-HATI MEMAKAI KATA MUTIARA UNTUK MEMBENARKAN DOSA
 
Mungkin Anda pernah mendengar ungkapan-ungkapan ini:
 
- "Tangisan pendosa lebih baik daripada ibadahnya orang sombong."
- "Lebih baik mengaku pendosa daripada merasa paling suci."
- "Maksiat yang melahirkan rasa hina lebih baik daripada ketaatan yang melahirkan rasa bangga."
 
Kalimat-kalimat itu terdengar indah dan mendalam. Namun belakangan ini, banyak yang menggunakannya secara terbalik—sebagai alasan atau tameng untuk membenarkan perilaku buruk dan kemaksiatan.
 
Imam Ali Ra. pernah memperingatkan dengan kalimat:
 
"Kalimatnya benar, tapi niat di baliknya busuk."
 
Banyak orang kini memakai kalimat-kalimat bijak itu untuk pamer dosa, dengan alasan seolah-olah mereka "menolak kemunafikan". Padahal, memamerkan perbuatan buruk itu jauh lebih menjijikkan di hadapan Allah dan manusia daripada ibadah yang disertai rasa sombong
 
Para ulama telah menegaskan prinsip yang jelas: Setiap orang diperintahkan untuk menutup aib dirinya sendiri, bukan malah bangga memamerkannya kepada orang lain.
 
Bahkan, siapa yang berani terang-terangan memamerkan dosa dan maksiatnya, hal itu menjadi pengecualian perbuatannya boleh dibicarakan atau dinasihati secara terbuka sebagai bentuk sanksi sosial. Sebab ia telah menantang larangan Allah secara terang-terangan.
 
Rasulullah SAW bersabda dalam Hadis riwayat Bukhari:
 
"Setiap umatku dimaafkan kesalahannya, kecuali orang-orang yang mujahirin yang terang-terangan dalam berbuat dosa."
 
Orang yang melakukan dosa secara sembunyi dan berusaha memperbaikinya jauh berbeda dengan mereka yang memamerkan dosa sebagai bentuk kebanggaan atau gaya bahasa.
 
Berhentilah memutarbalikkan fakta atau memakai kata-kata hikmah hanya untuk menutupi dan membenarkan dosa yang Anda lakukan. Kebenaran dan kerendahan hati itu menyatukan perkataan dan perbuatan, bukan memisahkannya. Mari jujur pada diri sendiri dan Allah, serta menjaga kehormatan diri dan sesama

ENGLISH 

BEWARE OF USING WISE WORDS TO JUSTIFY SIN
 
You may have heard these sayings:
 
- "The tears of a sinner are better than the worship of a proud person."
- "It is better to admit being a sinner than to regard oneself as most holy."
- "Disobedience that breeds humility is better than obedience that breeds pride."
 
These phrases sound beautiful and profound. However, lately many people have been using them in reverse—as an excuse or shield to justify bad behavior and transgression.
 
Imam Ali (RA) once warned:
 
"The words are true, but the intent behind them is rotten."
 
Many now use these wise sayings to flaunt their sins, claiming they are merely "rejecting hypocrisy." Yet openly displaying wrongdoing is far more repulsive in the sight of Allah and people than worship mixed with pride.
 
Scholars have clearly stated this principle: Everyone is commanded to conceal their own faults and sins, not proudly parade them before others.
 
In fact, whoever dares to openly display their sins and transgressions is an exception—their actions may be discussed or admonished publicly as a form of social accountability, for they have defied Allah’s prohibitions openly and defiantly.
 
The Messenger of Allah (SAW) said in a Hadith recorded by Al-Bukhari:
 
"All of my Ummah are forgiven except the Mujahirin those who commit sins openly."
 
One who sins in secret and strives to improve is vastly different from those who boast about their sins or use them as some kind of rhetoric.
 
Stop twisting the truth or hiding behind wise words just to cover up and justify your sins. Truth and humility align words with actions they do not separate them. Let us be honest with ourselves and with Allah, and safeguard the honor of ourselves and others

DALIL 

كَلِمَةُ حَقٍّ يُرَادُ بِهَا الْبَاطِلُ
Kalimatnya benar, tapi niat di baliknya busuk

"The words are true, but the intent behind them is rotten"

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ
"Setiap umatku dimaafkan kecuali orang² yang mujahirin (terang²an dalam berbuat dosa). (Hr. Bukhari)"

"All of my community are forgiven except those who commit sins openly (the Mujahirin). (Narrated by Al-Bukhari)"

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top