Senin, 31 Agustus 2026

ALASAN KIYAI MENYURUH ILMU LEBIH DARI UANG

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Agustus 31, 2026


MENCARI UANG SEMANGAT, MENCARI ILMU TERASA BERAT
 
Tidak heran jika para guru dan kyai senantiasa tak lelah mengingatkan santrinya: untuk senantiasa menjaga ilmu, tak henti belajar, serta bersabar saat diminta mengajarkannya kepada orang lain.
 
Ternyata, mencari uang terkadang terasa lebih mudah daripada mencari ilmu dan menyebarkannya. Aneh, bukan?
 
Saat mengejar rezeki, kita rela bangun pagi-pagi sekali. Bekerja berjam-jam lamanya, menahan panas dan hujan, melayani berbagai karakter orang, bahkan berani menghadapi risiko kegagalan pulang pun dalam keadaan sangat lelah, namun tetap dijalani dengan semangat.
 
Namun, ketika diminta meluangkan waktu untuk belajar atau mengajarkan ilmu, hati tiba-tiba terasa berat. Padahal duduknya mungkin tak sampai satu jam saja.
 
Mengapa bisa begitu?
 
Karena hasil uang terlihat nyata dan cepat:
Bekerja → langsung terima bayaran.
Jualan → langsung dapat pesanan.
Membangun usaha → omzet langsung bertambah.
 
Ada angka yang terlihat jelas, target yang mudah diukur, serta kepuasan yang langsung terasa saat hasilnya bertambah.
 
Bagaimana dengan ilmu?
 
Sebagaimana dawuh para ulama:
 
"Ilmu itu kedudukannya sangat tinggi, berat untuk diraih, dan lambat melekat di hati. Ia tak bisa didapat sekadar lewat mimpi, dan tak bisa diwariskan begitu saja dari orang tua maupun kerabat (tidak instan)
 
Ilmu ibarat pohon yang ditanam di dalam jiwa, lalu disiram dengan ketekunan belajar. Penuntutnya butuh kesungguhan ekstra dan ketekunan tanpa henti.
 
Apakah mungkin orang yang siangnya sibuk mengumpulkan harta, dan malamnya habiskan untuk bersenang-senang, bisa menjadi orang yang berilmu? Jauh sekali, mustahil!"
 
Yang berat dari ilmu bukanlah sekadar duduk saat belajar. Yang paling berat adalah kesabarannya.
 
Mengajar berarti memberi apa yang kita miliki kepada orang lain, lalu sabar menunggu saat manfaatnya terlihat yang seringkali butuh waktu lama.
 
Maka tak heran banyak orang rela berjam-jam mencari uang, namun berat meluangkan satu jam untuk ilmu. Uang memberi kepuasan seketika, sedangkan ilmu bekerja dengan cara yang tenang: tak langsung terlihat, tak selalu dipuji, dan buahnya baru kerap terasa bertahun-tahun kemudian.
 
Kita mungkin terlalu terbiasa dengan hasil yang instan, hingga lupa bahwa hal yang nilainya paling besar tak pernah didapat dengan cara yang gampang.
 
Uang membuat kita mampu hidup. Ilmu mengajarkan kita bagaimana hidup dengan benar

ENGLISH 

EAGER FOR WEALTH, RELUCTANT FOR WISDOM
 
It is no wonder that teachers and religious leaders tirelessly remind their students: to always guard knowledge, keep learning, and remain patient when asked to teach others.
 
Yet often, chasing money feels easier than seeking and sharing knowledge. Strange, is it not?
 
When pursuing sustenance, we willingly rise before dawn. We work long hours, endure scorching heat and pouring rain, serve all kinds of people, and even brave the risk of failure. We return home utterly exhausted, yet we press on with unwavering spirit.
 
But when asked to set aside time to learn or to teach, our hearts suddenly feel heavy even though sitting to study may take less than an hour.
 
Why is this so?
 
Because the reward of money is clear and immediate:
Work → receive payment right away.
Sell → get orders instantly.
Build a business → revenue grows at once.
 
There are visible numbers, measurable targets, and satisfaction that hits the moment results come in.
 
What about knowledge?
 
As the scholars have said:
 
"Knowledge holds the highest station, is hard to attain, and slow to settle deep in the heart. It cannot be gained in a dream, nor inherited ready-made from parents or kin it never comes instantly.
 
Knowledge is like a tree planted in the soul, watered by constant study. Those who seek it need extra devotion and endless perseverance.
 
Can one who spends their days gathering riches and their nights in leisure ever become truly learned? Far from it impossible!"
 
The hardest part of knowledge is not sitting to study. The hardest part is patience.
 
To teach is to give what you have to others, then wait patiently often for years for its benefits to unfold.
 
No wonder so many will spend hours chasing money, yet hesitate to spare just one hour for knowledge. Wealth brings quick gratification, while knowledge works quietly: unseen at first, not always praised, its fruits often ripening long after.
 
We have grown too used to instant results, and forget that what holds the greatest worth never comes easily.
 
Money lets us make a living. Knowledge teaches us how to live well

DALIL 

العلم رَفِيعُ المَقَامِ، شَدِيدُ المَرَامِ، بَطِيءُ اللِّزَامِ، لَا يُرَى فِي المَنَامِ، وَلَا يُورَثُ عَنْ الآبَاءِ وَالأَعْمَامِ؛ فَإِنَّهُ شَجَرَةٌ تُغْرَسُ فِي النَّفْسِ، وَتُسْقَى بِالدَّرْسِ، وَيَحْتَاجُ طَالِبُهُ إِلَى زِيَادَةِ تَعَبٍ، وَإِدَامَةِ سَهَرٍ، أَفَيَظُنُّ مَنْ يَقْطَعُ نَهَارَهُا بِالجَمْعِ وَلَيْلَهُ بِالجِمَاعِ، أَنْ يَخْرُجَ بِذَلِكَ فَقِيهًا؟! هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ!!

“Ilmu itu tinggi kedudukannya, berat untuk diraih, dan lambat untuk melekat. Ia tidak didapat hanya melalui mimpi dan tidak diwariskan begitu saja dari para orang tua dan paman.

Ilmu adalah pohon yang ditanam dalam jiwa dan disirami dengan belajar. Penuntut ilmu membutuhkan tambahan kesungguhan dan terus-menerus berjaga dalam belajar

Apakah orang yang siang harinya dihabiskan untuk mengumpulkan harta, sedangkan malamnya dihabiskan untuk berkumpul dan bersenang-senang, mengira bahwa dengan cara demikian ia akan keluar menjadi seorang yang faqih?

Jauh sekali… mustahil!"

Knowledge holds a lofty station, is hard to attain, and slow to take root. It cannot be gained merely through dreams, nor inherited ready-made from parents or kin.
 
Knowledge is a tree planted in the soul, watered by diligent study. Its seeker needs extra resolve and constant vigilance in learning.
 
Does one who spends their days amassing wealth, and their nights in gathering and pleasure, think they will ever become a true scholar this way?
 
Far from it… impossible!

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top