Kamis, 30 Juli 2026

MANZIL KELUARGA

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Juli 30, 2026





MASIH BISAKAH BERBAKTI KEPADA ORANG TUA YANG TELAH WAFAT?

 

Seringkali timbul pertanyaan di hati, ketika kedua orang tua sudah tiada, apakah tugas kita untuk berbakti kepada mereka sudah selesai sepenuhnya? Atau masih ada kewajiban yang bisa kita laksanakan?

 

Jawabannya sangat menenangkan. Berbakti kepada orang tua tidak berhenti hanya karena mereka telah kembali ke rahmatullah. Masih ada amalan yang bisa kita lakukan sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan terakhir kita kepada mereka.

 

Sebagaimana disebutkan dalam kitab Tanbihul Ghafilin (halaman 52), seorang laki-laki dari Bani Salamah pernah bertanya langsung kepada Rasulullah ﷺ:

 

"Sesungguhnya kedua orang tuaku telah meninggal dunia. Apakah masih ada bakti kepada keduanya yang menjadi kewajibanku?"

 

Rasulullah ﷺ menjawab:

 

"Ya, masih ada. Yaitu: memohonkan ampun untuk keduanya, melaksanakan janji atau wasiat yang mereka tinggalkan, memuliakan sahabat-sahabat mereka, dan menyambung tali silaturahmi yang tidak dapat terjalin kecuali melalui mereka berdua."

 

 

 

Apa Saja yang Bisa Kita Lakukan?

 

Dari jawaban Nabi ﷺ di atas, kita bisa memahami bahwa bentuk bakti tersebut meliputi:

 

1. Memohonkan Ampunan (Istighfar):

Selalu mendoakan agar dosa-dosa mereka diampuni dan ditempatkan di tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT.

2. Menunaikan Wasiat:

Melaksanakan pesan, janji, atau wasiat yang pernah mereka ucapkan semasa hidup adalah bukti bahwa kita tetap menghormati keputusan mereka. bahkan larangan pun yang dulu sering di langgar kini di penuhi

3. Menghormati Teman Mereka:

Memperlakukan baik teman-teman atau sahabat karib orang tua adalah cara kita menunjukkan rasa sayang kita kepada orang tua.

4. Menyambung Silaturahmi:

seperti saudara dan cucu (anak2 kalian). berdoa untuk kedua ortu. wakaf atas nama beliau dll

 

Jadi, meski raganya sudah tidak ada, cinta dan bakti kita bisa terus mengalir lewat doa dan perbuatan baik yang kita lakukan


ENGLISH 

CAN WE STILL BE DUTIFUL TO OUR PARENTS AFTER THEY PASS AWAY?

 

A question often arises in our hearts: When our parents are no longer with us, does our duty to be good to them end completely? Or are there still obligations we can fulfill?

 

The answer is very comforting. Being dutiful to parents does not stop just because they have returned to Allah’s mercy. There are still good deeds we can do as a form of our love and ultimate respect for them.

 

As mentioned in the book Tanbihul Ghafilin (Page 52), a man from the tribe of Bani Salamah asked the Messenger of Allah ﷺ directly:

 

"Verily, my parents have passed away. Is there any form of goodness or duty remaining that I owe to them?"

 

The Messenger of Allah ﷺ replied:

 

"Yes, indeed there is. It includes: seeking forgiveness for them, fulfilling any promises or wills they left behind, honoring their friends, and maintaining family ties that could only be connected through them."

 

 

 

What Exactly Can We Do?

 

From the Prophet’s answer, we understand that this form of devotion includes:

 

1. Seeking Forgiveness (Istighfar)

Always praying that their sins are forgiven and that they are placed in the most noble position by Allah SWT.

 

2. Fulfilling Their Wishes and Wills

Carrying out the messages, promises, or testaments they made during their lifetime is proof that we still respect their decisions. Even things they forbade us from doing, which we used to ignore, we now uphold and avoid.

 

3. Respecting Their Friends

Treating their close friends and companions with kindness is a way to show our love for our parents.

 

4. Maintaining Family Relations

Such as keeping in touch with siblings, grandchildren (your own children), and other relatives. Praying sincerely for both parents, and even making charitable endowments (waqf) or donations on their behalf

 

So, even though their physical presence is gone, our love and devotion can continue to flow through our prayers and good deeds


DALIL 


وذكر أن رجلًا من بني سلمة جاء إلى النبي ﷺ فقال: إن أبوي قد ماتا، فهل بقي من برهما علي شيء؟ قال:

نعم، الاستغفار لهما، وإنفاذ عهدهما، وإكرام صديقهما، وصلة الرحم التي لا توصل إلا بهما.


Dan disebutkan bahwa seorang laki-laki dari Bani Salamah datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata, 'Sesungguhnya kedua orang tuaku telah meninggal dunia. Apakah masih ada bakti kepada keduanya yang menjadi kewajibanku?' Beliau bersabda, 'Ya, yaitu memohonkan ampun untuk keduanya, melaksanakan janji atau wasiat keduanya, memuliakan sahabat-sahabat keduanya, dan menyambung tali silaturahmi yang tidak dapat terjalin kecuali melalui keduanya.'


It is narrated that a man from the tribe of Bani Salamah came to the Prophet ﷺ and said: 'Verily, my parents have passed away. Is there any form of goodness or duty remaining that I owe to them?' The Prophet ﷺ replied: 'Yes. It includes seeking forgiveness for them, fulfilling their promises and wills, honoring their friends, and maintaining family ties that could only be connected through them


SHOLAT BERJAMAAH: DI MASJID ATAU BERSAMA KELUARGA DI RUMAH?

 

Pertanyaan

 

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Lebih baik mana: suami sholat berjamaah di masjid/musholla sendirian sementara istri dan anak di rumah sholat sendiri, atau sholat berjamaah di rumah bersama seluruh anggota keluarga? Selain itu, mengapa perempuan lebih utama sholat di rumah daripada di masjid?

 

Jawaban

 

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Jika pergi sholat berjamaah ke masjid membuat istri atau keluarga di rumah tidak bisa ikut berjamaah dan akhirnya sholat sendirian, maka lebih utama sholat berjamaah di rumah bersama keluarga. Syaratnya: ketidakhadiran suami di masjid bukan menjadi penyebab ketidak terlaksanaan sholat berjamaah di masjid

 

📚 Busyrol Karim, Juz 1, halaman 119


ENGLISH


PRAYER IN CONGREGATION: AT THE MOSQUE OR WITH FAMILY AT HOME?

 

Question

 

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Which is better: a husband praying in congregation at the mosque/prayer hall while his wife and children pray alone at home, or praying in congregation at home together with all family members? Also, why is it more virtuous for women to pray at home rather than at the mosque?

 

Answer

 

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

If going to pray in congregation at the mosque causes his wife or family members at home to miss congregational prayer and end up praying alone, then it is more virtuous to pray in congregation at home with the family. This applies on the condition that the husband’s absence does not cause the congregational prayer at the mosque to be disrupted or not held at all.

 

📚 Busyrol Karim, Volume 1, page 119


ANJURAN TAHLIL DAN KEUTAMAAN MALAM JUMAT

 

Dalam kitab I'anah At-Thalibin juz 2 halaman 161, dijelaskan bahwa setiap malam, penghuni kubur memanggil istri, anak, dan kerabatnya sebanyak seribu kali. Mereka sangat mengharapkan doa serta kebaikan dari keluarga yang masih hidup. Jika harapan itu tidak terpenuhi, mereka pun kembali ke kuburan dengan perasaan sangat sedih dan menyesal.

 

Terkait hal ini, disebutkan pula bahwa arwah orang yang meninggal dikembalikan ke kuburannya dan diizinkan berkunjung ke rumah keluarganya setiap malam Jum'at. Mereka dapat melihat apa penghuni kuburan maupun di kediaman keluarga

 

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami menegaskan dalam Fatawi Haditsiyyah juz 4:

"Arwah orang yang meninggal senantiasa berkunjung ke kuburannya. Oleh karena itu, disunnahkanlah ziarah kubur pada malam Jum'at, hari Jum'at, hingga pagi hari Sabtu"

 

Hal senada juga tertuang dalam Fatawa Ar-Ramli juz 4 halaman 234. Imam Al-Qurtubi menjelaskan bahwa arwah rutin berkunjung ke kuburannya setiap Jum'at. Mereka juga diizinkan Allah datang ke kuburan maupun rumah keluarga pada waktu yang dikehendaki-Nya (allah), serta dapat melihat orang-orang yang ada di sana.

 

Dijelaskan pula dalam jawaban ulama, bahwa berdasarkan hadits shahih, ruh memang dikembalikan ke jasad di dalam kubur pada waktu-waktu tertentu terutama pada malam Jum'at sesuai kehendak Allah. Saat itu, mereka pun saling bercakap-cakap (antar mayit), orang yang berbahagia merasakan kenikmatan, dan orang yang berdosa merasakan siksa kubur.

 

Momen ini menjadi pengingat bagi kita untuk memperbanyak doa, tahlil, dan sedekah bagi leluhur serta keluarga yang telah mendahului kita


ENGLISH 


THE RECOMMENDATION OF TAHLIL AND THE VIRTUES OF FRIDAY NIGHT

 

In the book I'anah At-Thalibin, volume 2, page 161, it is explained that every night, the inhabitants of the graves call out to their wives, children, and relatives one thousand times. They earnestly hope for prayers and good deeds from their living family. If this hope goes unfulfilled, they return to their graves filled with deep sorrow and regret.

 

Related to this, it is also stated that the souls of the deceased are returned to their graves and permitted to visit their families’ homes every Friday night. They are able to see what takes place both in the graveyard and at their family’s residence.

 

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami confirms in Fatawi Haditsiyyah, volume 4:

"The souls of the deceased constantly visit their graves. Therefore, it is a recommended practice to visit graves on Friday night, throughout Friday, and until the morning of Saturday."

 

The same teaching is recorded in Fatawa Ar-Ramli, volume 4, page 234. Imam Al-Qurtubi explains that souls regularly visit their graves every Friday. By Allah’s permission, they may also come to their graves or their families’ homes at any time He wills, and they can see everyone present there.

 

Scholars further clarify that according to authentic prophetic narrations, the soul is indeed returned to its body in the grave at specific times especially on Friday night by the will of Allah. During these moments, the deceased speak with one another; those who are blessed experience joy and comfort, while those who sinned face the punishment of the grave.

 

This reminds us to increase our prayers, recite the tahlil, and give charity for our ancestors and family members who have passed on before us


DALIL 

وَقيل: إِنَّهَا تزور قبورها يَعْنِي على الدَّوَام وَلذَا سنّ زِيَارَة الْقُبُور لَيْلَة الْجُمُعَة ويومها وبكرة السبت انْتهى.


"Sesungguhnya Arwah orang yang meninggal itu senantiasa berkunjung kekuburannya. Oleh karena itu disunnahkan ziarah kubur malam jum'at, hari Jum'at dan paginya hari sabtu"


"Indeed, the souls of the deceased constantly visit their graves. Therefore, it is a recommended practice to visit graves on Friday night, throughout Friday, and until the morning of Saturday"


[الْأَرْوَاحِ هَلْ وَرَدَ أَنَّهَا تَأْتِي إلَى الْقُبُورِ فِي كُلِّ لَيْلَةِ جُمُعَةٍ]

قَالَ الْقُرْطُبِيُّ وَقَدْ قِيلَ إنَّهَا تَزُورُ قُبُورَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ عَلَى الدَّوَامِ وَقَدْ وَرَدَ أَنَّهَا تَأْتِي قُبُورَهَا وَدُورَ أَهْلِهَا فِي وَقْتٍ يُرِيدُهُ اللَّهُ لَهَا؛ لِأَنَّهَا مَأْذُونٌ لَهَا فِي التَّصَرُّفِ، وَإِنَّهَا تُبْصِرُ مَنْ هُنَاكَ سَوَاءٌ أَتَتْ إلَى الْقُبُورِ أَمْ الدُّورِ.


Para ruh apakah datang kekuburannya di setiap malam jum'at?. 

Imam Al-Qurtubi berkata : Dan sungguh telah diucapkan "Sesungguhnya para arwah itu berkunjung ke kuburannya setiap jum'at secara terus menerus, Dan ada keterangan juga "sesungguhnya Arwah datang kekuburannya Dan Rumah keluarganya di waktu yang dikehendaki oleh Alloh ta'ala. Karena Para Arwah itu diberikan izin untuk Tashorruf, Bahkan para arwah melihat orang-orang yang di kuburan atau rumahnya"


"Do souls come to their graves every Friday night?

 

Imam Al-Qurtubi replied: "It has indeed been stated: 'Truly, souls visit their graves every Friday, without fail.' There are also accounts which say: 'Souls come to their graves and to their families’ homes at any time Allah Almighty wills. For souls are granted permission to move freely; moreover, they are able to see those who are present at the graves or in their homes"


(سُئِلَ) عَنْ الْأَرْوَاحِ هَلْ وَرَدَ أَنَّهَا تَأْتِي إلَى الْقُبُورِ فِي كُلِّ لَيْلَةِ جُمُعَةٍ تَزُورُهَا وَتَمْكُثُ عَلَى ظَاهِرِهَا إلَى غُرُوبِ شَمْسِهَا، وَإِنَّهَا تَأْتِي دُورَ أَهْلِهَا وَهَلْ تَأْتِي إلَى الْقُبُورِ فِي سَائِرِ أَيَّامِ الْجُمُعَةِ وَهَلْ تُبْصِرُ مَنْ هُنَاكَ أَوْ لَا؟


Pernah ditanya tentang Arwah apakah ada keterangan yang menyebutkan Arwah datang kekuburannya disetiap malam jum'at untuk berkunjung dan berdiam di atas kuburan sampai terbenamnya matahari hari Jum'at, Dan Arwah datang Kerumah keluarganya. Dan apakah Arwah datang disetiap hari Jum'at dan apakah Arwah melihat Manusia yang ada di kuburan atau Tidak?

It was asked regarding souls: Is there any narration stating that souls come to their graves every Friday night to visit and remain above their resting places until sunset on Friday? Do they also visit the homes of their families? Furthermore, do souls come every Friday, and are they able to see people who are present at the gravesite or not?


(فَأَجَابَ) بِأَنَّهُ قَدْ ثَبَتَ فِي الْحَدِيثِ الصَّحِيحِ عَوْدُ الرُّوحِ إلَى الْجَسَدِ فِي الْقَبْرِ لِسَائِرِ الْمَوْتَى وَقَدْ قَالَ الْيَافِعِيُّ مَذْهَبُ أَهْلِ السُّنَّةِ أَنَّ أَرْوَاحَ الْمَوْتَى تُرَدُّ فِي بَعْضِ الْأَوْقَاتِ مِنْ عِلِّيِّينَ أَوْ مِنْ سِجِّينٍ إلَى أَجْسَادِهِمْ فِي قُبُورِهِمْ عِنْدَ إرَادَةِ اللَّهِ تَعَالَى وَخُصُوصًا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ وَيَجْلِسُونَ وَيَتَحَدَّثُونَ وَيُنَعَّمُ أَهْلُ التَّنْعِيمِ وَيُعَذَّبُ أَهْلُ الْعَذَابِ.


Kemudian menjawab sesungguhnya telah disebutkan dalam hadits Shahih kembalinya Ruh ke jasad didalam Kubur bagi setiap orang yang telah meninggal dunia, dikembalikan tersebut di sebagian Waktu dari Iliyyin atau dari Sijjin sampai jasadnya didalam kubur sesuai Kehendak Alloh ta'ala, Terkhusus malam jum'at. Dan Ahli Kubur juga duduk, bercakap-cakap dan merasakan nikmat bagi ahli nikmat dan merasakan Siksa bagi ahli siksa"


"He then replied: It has been stated in authentic prophetic narrations that the soul is returned to its body in the grave for every deceased person. This return happens at certain times from the lofty abode of Illiyin or the lowly abode of Sijjin back to their body in the grave, according to the will of Allah Almighty, and especially on Friday night. At that time, the inhabitants of the graves also sit together, converse with one another; those destined for bliss experience comfort, while those destined for punishment experience the torment of the grave"


HARI ATAU MALAM JUMAT: ZIARAHILAH MAKAM ORANG TUAMU

 

Di hari atau malam Jumat yang penuh keberkahan, mari kita luangkan waktu untuk berziarah ke makam kedua orang tua kita, atau salah satunya.

 

Rasulullah SAW bersabda:

 

"Barang siapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya pada hari Jumat, lalu ia membaca surat Yasin di sisinya, niscaya diampuni dosa-dosanya." (H.R. Ibnu Adi dari Abu Bakar)

 

"Barang siapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya setiap hari Jumat sebanyak satu kali, niscaya diampuni dosa-dosanya dan ia dicatat sebagai anak yang berbakti." (H.R. Al-Hakim Tirmidzi dari Abu Hurairah)

 

Selain berziarah, jangan lupa juga bersedekah untuk orang tua yang telah mendahului kita:

 

"Bersedekahlah cara bersedekah ke ahli kubur (orang mat) untuk orang-orang yang telah meninggal di antara kamu, karena sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengutus malaikat-malaikat yang membawa sedekah orang yang hidup kepada mereka. Maka mereka pun sangat gembira dengannya, melebihi kegembiraan yang pernah mereka rasakan saat di dunia. Mereka lalu berdoa: 'Ya Allah, ampunilah orang yang telah menerangi kubur kami, dan berilah dia kabar gembira dengan surga sebagaimana dia telah memberi kabar gembira kepada kami dengannya'


ENGLISH

FRIDAY OR FRIDAY NIGHT: VISIT YOUR PARENTS' GRAVES

 

On this blessed Friday or Friday night, let us take time to visit the graves of our parents, or either one of them.

 

Rasulullah SAW said:

 

"Whoever visits the grave of his parents or either of them on Friday, and recites Surah Yasin beside them, his sins shall surely be forgiven." (Narrated by Ibnu Adi from Abu Bakar)

 

"Whoever visits the grave of his parents or either of them once every Friday, his sins shall surely be forgiven, and he shall be recorded as a devoted child." (Narrated by Al-Hakim Tirmidzi from Abu Hurairah)

 

Besides visiting their graves, do not forget to give charity on behalf of our parents who have passed away:

 

"Give charity How to give charity on behalf of the deceased for those among you who have passed away. For indeed Allah Ta'ala has appointed angels who carry the charity of the living to them. They rejoice in it deeply, even more than the greatest joy they ever felt while in the world. Then they pray: 'O Allah, forgive the one who has illuminated our graves, and grant him the glad tidings of Paradise just as he has brought us this glad tidings"

DALIL


مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَقَرَأَ عِنْدَهُ (يس) غُفِرَ لَهُ

"Barang siapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya pada hari Jumat, lalu ia membaca surat Yasin di sisinya, niscaya diampuni dosa-dosanya." (H.R. Ibnu Adi dari Abu Bakar)

"Whoever visits the grave of his parents or either of them on Friday, then recites Surah Yasin beside them, his sins shall surely be forgiven." (Narrated by Ibnu Adi from Abu Bakar)


مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً غُفِرَ لَهُ وَكُتِبَ بَرًّا

"Barang siapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya setiap hari Jumat sebanyak satu kali, niscaya diampuni dosa-dosanya dan ia dicatat sebagai anak yang berbakti." (H.R. Al-Hakim Tirmidzi dari Abu Hurairah)

"Whoever visits the grave of his parents or either one of them once every Friday, his sins shall surely be forgiven, and he shall be recorded as a devoted child." (Narrated by Al-Hakim Tirmidzi from Abu Hurairah)

تَصَدَّقْ عَلَى مَوْتَاكَ فَإِنَّ اللّٰهَ تَعَالٰى قَدْ وَكَّلَ مَلَائِكَةً يَحْمِلُوْنَ صَدَقَاتِ الْأَحْيَاءِ إِلَيْهِمْ فَيَفْرَحُوْنَ بِهَا أَشَدَّ مَا كَانُوْا يَفْرَحُوْنَ فِى الدُّنْيَا وَيَقُوْلُوْنَ : اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِمَنْ نَوَّر قَبْرَنَا وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ كَمَا بَشَّرْنَا بِهَا

"Bersedekahlah untuk orang² yang telah meninggal di antara kamu, karena sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengutus Malaikat² yang membawa sedekah orang² yang hidup kepada mereka. Maka mereka pun sangat gembira dengannya, melebihi kegembiraan yang pernah mereka rasakan saat di dunia


"Give charity on behalf of those among you who have passed away, for indeed Allah Ta'ala has appointed angels who carry the charity of the living to them. They rejoice greatly over it, even more than the greatest joy they ever felt while they were in this world"


اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِمَنْ نَوَّر قَبْرَنَا وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ كَمَا بَشَّرْنَا بِهَا

'Ya Allah, ampunilah orang yang telah menerangi kubur kami, dan berilah dia kabar gembira dengan surga sebagaimana dia telah memberi kabar gembira kepada kami dengannya'


O Allah, forgive the one who has illuminated our graves, and grant him the glad tidings of Paradise just as he has brought us this glad tidings




Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top