Minggu, 26 Juli 2026

FAKTA RASULULLAH KALA MAKAN

Posted by Abah Ngapakudin  |  at  Juli 26, 2026




MAKAN SENDIRI DAN MAKAN BERSAMA
 
Saat mengikuti pengajian sore, kita membahas kitab As-Syama'il Al-Muhammadiyyah karya Imam At-Turmudzi. Pada halaman 51, terdapat hadits riwayat Abdullah bin Abdurrahman dari Anas bin Malik:
 
"Tidak pernah terkumpul di sisi Nabi ﷺ makanan pagi atau sore berupa roti dan daging, kecuali dilakukan secara berkumpul bersama. Sebagian ahli hadits menjelaskan bahwa makna 'berkumpul bersama' adalah banyaknya tangan yang ikut makan."
 
Dari hadits tersebut, kita dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga mengenai adab makan dalam Islam.
 
Berdasarkan Al-Qur'an Surat An-Nur ayat 61:

"Tidak ada halangan bagimu untuk makan bersama-sama atau sendiri-sendiri."
 
Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam Tafsirnya: "Ayat ini memberikan kemudahan dari Allah SWT, bahwa seseorang boleh makan sendiri maupun bersama orang lain. Namun, makan bersama justru lebih berkah dan memiliki keutamaan yang lebih tinggi."
 
Hal ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari:
 
Rasulullah ﷺ bersabda: "Makanan untuk dua orang itu cukup untuk tiga orang, dan makanan untuk tiga orang itu cukup untuk empat orang."
 
Dari penjelasan ulama, diketahui bahwa disunnahkan untuk berkumpul saat makan (makan bareng2) dan sebaiknya tidak makan sendirian. Dalam Sunan Ibnu Majah juga disebutkan sabda Nabi ﷺ: (lebih berpahala makan bersama)
 
"Makanlah bersama-sama dan jangan berpisah-pisah (bukan per piring tapi nampan/satu piring buat semua), sesungguhnya keberkahan berada di tengah-tengah jamaah."
 
Bahkan dari riwayat Sahabat Jabir, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
"Sesungguhnya makanan yang paling dicintai Allah adalah makanan yang banyak tangan yang ikut memakannya (makan bersama)"
 
Para ulama menyebutkan ada tiga manfaat utama makan bersama:
 
1. Menumbuhkan rasa kasih sayang dan persaudaraan antar sesama
2. Mendatangkan rezeki dan keberkahan yang melimpah
3. Menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya
 
Sebagai kesimpulan: Makan sendiri maupun makan bersama, keduanya diperbolehkan dan tidak ada yang dilarang. Namun, makan bersama memiliki keistimewaan tersendiri berupa keberkahan pahala dan rezeki.
 
Makan bersama bisa dilakukan dengan cara makan dalam satu wadah yang sama, atau sekadar berkumpul pada waktu yang berbeda namun dalam satu kesempatan. Keutamaan ini berlaku bagi siapa saja, terutama jika dilakukan bersama keluarga terdekat dan teman yang ta'at

ENGLISH 

EATING ALONE AND EATING TOGETHER
 
During our evening study circle, we discussed the book As-Syama'il Al-Muhammadiyyah by Imam At-Tirmidhi. On page 51, there is a hadith narrated by Abdullah bin Abdurrahman from Anas bin Malik:
 
"Never was morning or evening food consisting of bread and meat gathered in the presence of the Prophet ﷺ, except that it was eaten together. Some scholars of Hadith explained that 'eating together' means having many hands partaking of the same meal."
 
From this hadith, we can draw a very valuable lesson regarding the etiquette of eating in Islam.
 
Based on the Quran, Surah An-Nur, verse 61:

"There is no blame upon you whether you eat together or separately."
 
Imam Ibn Kathir explained in his Tafsir: "This verse is a concession from Allah SWT, meaning that a person is permitted to eat either alone or with others. However, eating together carries greater blessings and has higher merit."
 
This is consistent with a hadith narrated in Sahih Al-Bukhari:
 
The Prophet ﷺ said: "The food of two people is sufficient for three, and the food of three is sufficient for four."
 
From the explanations of scholars, we learn that it is Sunnah to gather while eating, and it is better not to eat alone. In Sunan Ibn Majah, the Prophet ﷺ also said:
 
"Eat together and do not eat separately (meaning do not have separate plates; rather, share from the same serving platter). Indeed, blessings are found in the company of the group."
 
Furthermore, from the narration of Sahabah Jabir, the Prophet ﷺ said:
 
"Verily, the food most beloved to Allah is that which is partaken of by many hands."
 
Scholars mention three main benefits of eating together:
 
1. It fosters love and brotherhood among people.
2. It brings abundant provision and blessings.
3. It fulfills the command of Allah and His Messenger.
 
Conclusion:
Eating alone or eating together both are permissible and there is no prohibition in either. Nevertheless, eating together has its own special virtue, bringing blessings to both rewards and provision.
 
Eating together can be done by sharing from the same container/platter, or simply gathering at the same time even if eating from separate places. This merit applies to everyone, especially when done with family members and righteous friends

DALIL

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ: «أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ لَمْ يَجْتَمِعْ عِنْدَهُ غدَاءٌ وَلَا عَشَاءٌ مِنْ خُبْزٍ وَلَحْمٍ إِلَّا عَلَى ضَفَفٍ» قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: «قَالَ بَعْضُهُمْ: هُوَ كَثْرَةُ الْأَيْدِي»

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin malik, Sesungguhnya kanjeng nabi Sholallahu 'alaihi Wasallam itu tidak terkumpul disamping nya makanan pagi dan sore dari Roti dan daging terkecuali dengan cara dhofaf. Abdulloh bin Abdurrahman berkata, sebagian ahli hadits berkata "Adhofaf ialah banyaknya tangan orang yang makan"

Narrated from Sahabat Anas bin Malik: ''Never was morning or evening food consisting of bread and meat gathered in the presence of the Prophet ﷺ, except that it was eaten together.' Abdullah bin Abdurrahman said: 'Some scholars of Hadith explained that dhofaf means having many hands partaking of the same meal"

﴿لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَأْكُلُوا جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًا﴾ 

"Tidak ada halangan bagimu untuk makan bersama-sama mereka atau sendiri-sendiri"

"There is no blame upon you whether you eat together with them or separately"

فهذه رخصة من الله تعالى في أن يأكل الرجل وحده ومع الجماعة، وإن كان الأكل مع الجماعة أبرَك وأفضل.

"Ayat ini adalah Kemurahan (Rukhsoh) dari Alloh Ta'ala tentang seseorang makan sendiri dan bersama orang banyak, Dan jika seseorang makan bersama orang banyak maka hal itu lebih berkah dan lebih utama" 

"This verse is a concession and ease granted by Allah Ta'ala regarding eating alone or with others. However, eating together brings greater blessings and holds higher merit"

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : (طَعَامُ الاثْنَيْنِ كَافِي الثَّلَاثَةِ ، وَطَعَامُ الثَّلَاثَةِ كَافِي الْأَرْبَعَةِ)

Diriwayatkan dari Sahabat abi Hurairah Radiyallahu 'anhu sesungguhnya beliau berkata : kanjeng Rasulalloh Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda "Makanan dua orang itu mencukupi tiga orang dan makanan tiga orang mencukupi empat orang"

Narrated from Sahabah Abu Hurairah (may Allah be pleased with him), that the Messenger of Allah ﷺ said: 'The food of two people is sufficient for three, and the food of three is sufficient for four"

وَقَالَ ابْنُ الْمُنْذِرِ: يُؤْخَذُ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ اسْتِحْبَابُ الِاجْتِمَاعِ عَلَى الطَّعَامِ، وَأَنْ لَا يَأْكُلَ الْمَرْءُ وَحْدَهُ، اهـ.

Syekh Ibnu mundzir berkata "Diambil dari hadits Shohabat Abi Hurairah bahwa disunnahkan berkumpul untuk makan (makan bersama) dan tidak makan sendiri"

Sheikh Ibn Al-Mundhir said: ''From the Hadith of the Companion Abu Hurairah, it is derived that it is Sunnah to gather for eating (to eat together), and it is not recommended to eat alone"

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - ﷺ -: «كُلُوا جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا، فَإِنَّ الْبَرَكَةَ مَعَ الْجَمَاعَةِ» 

Kanjeng nabi Sholallahu 'alaihi wasallam dawuh "Makanlah bersama-sama dan jangan berpisah-pisah, karena sesungguhnya keberkahan itu serta orang banyak"

"Eat together and do not eat separately, for indeed blessings are with the group"

وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - ﷺ -: ««إِنَّ أَحَبَّ الطَّعَامَ إِلَى اللَّهِ مَا كَثُرَتْ عَلَيْهِ الْأَيْدِي»»

Diriwayatkan dari Shohabat jabir, ia berkata : Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda "Sesungguhnya makanan yang paling disukai oleh Alloh Ta'ala ialah makanan yang banyak tangan"

Narrated by Sahabah Jabir, who said: "The Prophet ﷺ stated, 'Indeed, the food most beloved to Allah the Almighty is that which is partaken of by many hands"

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

Category

Cari Blog Ini

gus wahyu. Diberdayakan oleh Blogger.

GIMANA MENG GUNAKAN AL QUR'AN YANG BENAR

back to top